Negara Amerika Latin takut dibanjiri produk RI
Kamis, 05 Juli 2012 - 15:31 WIB
Negara Amerika Latin takut dibanjiri produk RI
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah memaparkan kendala perdagangan dengan negara-negara di Amerika Latin lebih kepada image Indonesia sebagai bagian dari Asia. Seperti halnya Brazil dan Meksiko yang cenderung menganggap Indonesia sama dengan negara-negara Asia lainnya.
Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan menuturkan hal tersebut setelah melakukan pembicaraan sebelumnya saat bertandang ke wilayah target pasar nontradisional tersebut.
"Kalau saya bicara dengan mereka, itu kelihatan dari bahasa tubuhnya, mereka anggap sama kita dengan negara Asia lain sebagai negara industri," ujar Gita kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Kamis (5/7/2012).
Dengan demikian, Gita menambahkan, negara-negara itu lebih menjaga diri, karena ditakutkan produk Indonesia membanjiri pasar domestik mereka. Maka dari itu, menurutnya harus ada informasi yang tepat dan jelas dalam memastikan potensi dan kualitas Indonesia.
"Maka itu kita perlu intimkan, biar mereka tahu, kalau kita tidak utamakan industri seperti negara Asia lain," jelasnya.
Selain itu, Gita mengungkapkan, kelemahan produk Indonesia untuk diekspor terkait dengan konektivitas. Negara-negara lain, menurutnya cukup memberikan fasilitas yang memadai sehingga daya tarik dan kenyamanan perdagangan lebih terjaga.
"Mereka lebih banyak impor produk dari negara lain itu lebih kepada negara lain yang bisa fasilitasi dan prasarana. Ini yang mesti dibenahi, sehingga isu konektivitas akan jauh lebih kcil," ucapnya.
Gita merasa cukup percaya dengan perusahaan swasta yang ada Indonesia. Dirinya memperkirakan dalam tiga atau empat tahun mendatang hal tersebut dapat tercukupi. "Memang butuh waktu, karena tidak sebentar kan," pungkasnya.
Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan menuturkan hal tersebut setelah melakukan pembicaraan sebelumnya saat bertandang ke wilayah target pasar nontradisional tersebut.
"Kalau saya bicara dengan mereka, itu kelihatan dari bahasa tubuhnya, mereka anggap sama kita dengan negara Asia lain sebagai negara industri," ujar Gita kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Kamis (5/7/2012).
Dengan demikian, Gita menambahkan, negara-negara itu lebih menjaga diri, karena ditakutkan produk Indonesia membanjiri pasar domestik mereka. Maka dari itu, menurutnya harus ada informasi yang tepat dan jelas dalam memastikan potensi dan kualitas Indonesia.
"Maka itu kita perlu intimkan, biar mereka tahu, kalau kita tidak utamakan industri seperti negara Asia lain," jelasnya.
Selain itu, Gita mengungkapkan, kelemahan produk Indonesia untuk diekspor terkait dengan konektivitas. Negara-negara lain, menurutnya cukup memberikan fasilitas yang memadai sehingga daya tarik dan kenyamanan perdagangan lebih terjaga.
"Mereka lebih banyak impor produk dari negara lain itu lebih kepada negara lain yang bisa fasilitasi dan prasarana. Ini yang mesti dibenahi, sehingga isu konektivitas akan jauh lebih kcil," ucapnya.
Gita merasa cukup percaya dengan perusahaan swasta yang ada Indonesia. Dirinya memperkirakan dalam tiga atau empat tahun mendatang hal tersebut dapat tercukupi. "Memang butuh waktu, karena tidak sebentar kan," pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :