RPP tembakau harus adil bagi petani tembakau

Jum'at, 06 Juli 2012 - 18:17 WIB
RPP tembakau harus adil...
RPP tembakau harus adil bagi petani tembakau
A A A
Sindonews.com - Rancangan Peraturan Pemerintah tentang pengamanan bahan yang mengandung zat adiktif berupa produk tembakau bagi kesehatan atau lebih dikenal RPP Tembakau yang akan disahkan pemerintah, telah mengundang polemik di kalangan masyarakat, khususnya petani tembakau.

Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI) berharap RPP tentang pengaturan dampak tembakau yang akan disahkan tidak diintrepretasikan sebagai bentuk pelarangan petani untuk menanam tembakau.

“Selama itu adil dan berimbang serta tidak melarang petani menanam tembakau, maka tidak masalah bagi kami. Namun kami tetap berharap apapun kebijakan pemerintah, harus sejalan dengan keinginan kami yakni menyelamatkan kehidupan petani tembakau,” tegas Wakil Ketua Umum AMTI, Budidoyo di Jakarta, Jum'at (6/7/2012).

Selain itu, lanjutnya, pemerintah harus berkomitmen untuk terus mengikuti Roadmap Industri Hasil Tembakau 2007 yang dibuat pemerintah Indonesia berlandaskan pada aspek tenaga kerja, pendapatan negara, serta kesehatan.

"RPP Tembakau dapat disahkan sepanjang adil dan berimbang, serta menghormati semua pemangku kepentingan, termasuk departemen yang terkait, DPR, pabrikan produk tembakau, petani tembakau dan perokok dewasa," terangnya.

Sebelumnya, AMTI menolak RPP Tembakau disahkan karena mereka merasa tidak pernah dilibatkan pemerintah dalam RPP Tembakau tersebut. "Jika pemerintah meneruskan proses RPP tersebut dan bahkan mengesahkan menjadi PP, maka kami tidak akan membayar pajak," kata Ketua AMTI DPD Jawa Tengah, Nurtantio Wisnu Brata.

Padahal, seharusnya dalam pembuatan RPP Tembakau ini pemerintah memperhatikan komponen industri tembakau, seperti petani cengkeh yang berjumlah 1,5 juta dan buruh pabrik rokok sebanyak 600 ribu. Angka itu belum termasuk kelompok masyarakat yang bekerja di sektor lain seperti kerajinan, pedagang, periklanan dan percetakan. "Jika ditotal bisa mencapai 30 juta orang yang bergantung dari industri tembakau," terangnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
GAPPRI Tolak RPP Pengamanan...
GAPPRI Tolak RPP Pengamanan Zat Adiktif Tembakau
DPR Nilai RPP Kesehatan...
DPR Nilai RPP Kesehatan Rugikan Petani Tembakau
Dinilai Matikan Industri...
Dinilai Matikan Industri Tembakau, Petani Tolak Aturan Produk Tembakau di RPP Kesehatan
Petani Tembakau Tolak...
Petani Tembakau Tolak RPP Kesehatan karena Dinilai Merugikan
Asosiasi Petani Tolak...
Asosiasi Petani Tolak Aturan Tembakau di RPP Kesehatan
Respons Kemenkumham...
Respons Kemenkumham terkait RPP Kesehatan dan Larangan Tembakau
Berita Terkini
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
18 menit yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
20 menit yang lalu
Purbaya Kembali Tepis...
Purbaya Kembali Tepis Rumor Reshuffle dan Resign: Saya Sukanya Maju, Bukan Mundur
23 menit yang lalu
Bukan Sekadar Bisnis,...
Bukan Sekadar Bisnis, Sektor Keuangan Mikro Integrasikan Kelestarian Alam ke Dalam Ekosistem UMKM
24 menit yang lalu
IHSG Makin Parah, Hari...
IHSG Makin Parah, Hari Ini Ditutup Ambles 4,20 Persen ke 5.594
1 jam yang lalu
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
2 jam yang lalu
Infografis
Profil 10 Pahlawan Nasional...
Profil 10 Pahlawan Nasional Tahun 2025 dan Jasanya bagi Negara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved