Disnak Sumenep pertahankan kemurnian sapi Madura

Jum'at, 06 Juli 2012 - 18:47 WIB
Disnak Sumenep pertahankan...
Disnak Sumenep pertahankan kemurnian sapi Madura
A A A
Sindonews.com – Upaya untuk mempertahankan kualitas dan kuantitas sapi Pulau Madura, terus dilakukan oleh Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Sumenep. Terbaru, dilakukan pengawasan secara intensif terhadap Pulau Sapudi, guna memastikan daerah tersebut bebas dari sapi luar Madura.

Langkah tersebut, merupakan tindak lanjut setelah Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep dicanangkan sebagai lokasi pemurnian sapi Pulau Madura. Itu juga sebagai bagian dari upaya pelestarian aset sumber daya genetik (plasma nutfah) ternak asli Indonesia.

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Sumenep, Arief Rusdi, menyatakan, berpegangan pada pencanangan Pulau Sapudi, sebagai lokasi pemurnian sapi Madura. Berarti, salah satu konsekuensi yang harus ditempuh adalah wilayah wilayah tersebut harus bebas dari sapi luar Madura. “Dalam artian, sapi yang berada dan dipelihara oleh warga Pulau Sapudi, betul-betul sapi Madura,” ujarnya.

Arief menjelaskan, suka atau tidak suka, konsekuensi tersebut harus segera dilaksanakan, karena dalam rangka menyelamatkan dan mempertahankan sapi Madura. Caranya, sirkulasi sapi yang masuk maupun keluar dari dan ke Pulau Sapudi, akan selalu mendapat pengawasan yang ketat.

Pengawasan dinilai oleh Arif sangat perlu. Apalagi, dari hasil pantauan sementara, ditemukan ada upaya sapi luar Pulau Madura yang masuk ke Pulau Sapudi. Cuma, sampai saat ini memang belum ada fakta, sapi yang ada dan dipelihara oleh warga Pulau Sapudi, murni sapi Pulau Madura.

“Kami tidak main-main, guna menyelamatkan sapi Madura perlu dilakukan pengawasan ektra ketat di Kepulauan Sapudi,” urai Arief.

Arief Rusdi mengungkapkan, penyelamatan sapi Madura itu dilakukan, sesuai rencana Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, yang menyatakan bahwa Pulau Sapudi akan dijadikan lokasi pemurnian sapi Madura.

Dinilai cukup beralasan, karena populasi sapi di Sumenep sekitar 357.067 ekor.

“Nah, di satu sisi masih tinggi populasi sapi yang akan dipotong. Wajar kami mempertahankan kemurnian sapi Madura, agar tidak punah,” ungkapnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat asal Kepulauan, Badrul Aini, menyatakan upaya mempertahankan kemurnian sapi Madura, perlu didukung oleh semua pihak. Tidak hanya pihak terkait, warga juga harus diberi sosialisasi khusus terkait hal tersebut. Paling tidak agar ada sinergi berkelanjutan.

“Ya, biar tujuan utama bisa tercapai. Baik itu secara kualitas dan kuantitas, sapi Madura tetap terselamatkan,” ucapnya.
(and)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wow BEEF Membangun Pusat...
Wow BEEF Membangun Pusat Peternakan Terintegrasi di Subang Kapasitas 28.000 Ton
Jelang Purna Tugas,...
Jelang Purna Tugas, Puluhan Polisi Kembangkan Minat Berternak
Bulukumba Optimalkan...
Bulukumba Optimalkan Potensi Sektor Peternakan Lewat Kampung Sapi
Telur Tetas Asal Klaten...
Telur Tetas Asal Klaten Terbang ke Vietnam, Sektor Perunggasan Tumbuh Positif
Warga Pagenggang Lebak...
Warga Pagenggang Lebak Apresiasi Peternakan Sistem Close House
Tidak Punya Izin, Peternakan...
Tidak Punya Izin, Peternakan Babi di Klaten Ditutup Sat Pol PP
Berita Terkini
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
1 jam yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
2 jam yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
2 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
3 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
3 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
4 jam yang lalu
Infografis
Jangan Tertipu, Berikut...
Jangan Tertipu, Berikut Cara Membedakan Daging Sapi dan Babi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved