Pemerintah harus upayakan nilai tambah ekspor
Sabtu, 07 Juli 2012 - 18:01 WIB
Pemerintah harus upayakan nilai tambah ekspor
A
A
A
Sindonews.com - Dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi, pemerintah mengimbau agar tingkat ekspor barang mentah dikurangi dan lebih berkonsentrasi pada peningkatan nilai tambah bahan mentah itu sendiri.
"Kita tidak boleh lagi mengekspor barang mentah keluar tetapi kita olah untuk menjadi barang jadi yang akan meningkatkan nilai tambah," ungkap Deputi Kementrian Koordinator Perekonomian bidang Industri dan Perdagangan, Edi Putra Irawadi dalam sambutannya pembukaan JCI (Jakarta Chamber Internasional Indonesia), di gedung Grahasawala, Kemenko, Jakarta, Sabtu (7/7/2012).
Dengan berkonsentrasi pada pemberian nilai tambah tersebut, diharapkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat terus ditingkatkan. Karena barang yang diekspor bukan lagi berupa barang mentah, tetapi barang yang siap pakai dan memiliki nilai ekonomis yang lebik tinggi yang kemudian berkontribusi pada peningkatan pendapatan.
Pertumbuhan ekonomi kita, Jelas Edi, saat ini tumbuh sampai 6,3 persen dan target sampai dengan tahun 2012 adalah 6,5 persen. "Kita targetkan tahun 2013, pertumbuhan Indonesia mencapai 7,5 persen. Jika pertumbuhan ekonomi 1 persen saja, bisa menyerap 300-400 calon tenaga kerja baru," papar Edi.
Untuk mewujudkan hal tersebut, lanjutnya, maka pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi penting sebagai salah satu kunci utama peningkatan ekonomi. Pasalnya sumberdaya manusia tersebut, yang nantinya berperan dalam memberikan nilai tambah bagi bahan mentah hasil bumi Indonesia.
"Kita terus tingkatkan pertumbuhan ekonomi kita dengan memaksimalkan kompetensi SDM. Sekolah salah satunya yang mempunyai andil besar dalam human capital, jadi sekolah tidak hanya berguna sebagai pembaca tetapi mengembangkan pembaca untuk matang dalam mengembangkan kemampuan," simpul Edi.
"Kita tidak boleh lagi mengekspor barang mentah keluar tetapi kita olah untuk menjadi barang jadi yang akan meningkatkan nilai tambah," ungkap Deputi Kementrian Koordinator Perekonomian bidang Industri dan Perdagangan, Edi Putra Irawadi dalam sambutannya pembukaan JCI (Jakarta Chamber Internasional Indonesia), di gedung Grahasawala, Kemenko, Jakarta, Sabtu (7/7/2012).
Dengan berkonsentrasi pada pemberian nilai tambah tersebut, diharapkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat terus ditingkatkan. Karena barang yang diekspor bukan lagi berupa barang mentah, tetapi barang yang siap pakai dan memiliki nilai ekonomis yang lebik tinggi yang kemudian berkontribusi pada peningkatan pendapatan.
Pertumbuhan ekonomi kita, Jelas Edi, saat ini tumbuh sampai 6,3 persen dan target sampai dengan tahun 2012 adalah 6,5 persen. "Kita targetkan tahun 2013, pertumbuhan Indonesia mencapai 7,5 persen. Jika pertumbuhan ekonomi 1 persen saja, bisa menyerap 300-400 calon tenaga kerja baru," papar Edi.
Untuk mewujudkan hal tersebut, lanjutnya, maka pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi penting sebagai salah satu kunci utama peningkatan ekonomi. Pasalnya sumberdaya manusia tersebut, yang nantinya berperan dalam memberikan nilai tambah bagi bahan mentah hasil bumi Indonesia.
"Kita terus tingkatkan pertumbuhan ekonomi kita dengan memaksimalkan kompetensi SDM. Sekolah salah satunya yang mempunyai andil besar dalam human capital, jadi sekolah tidak hanya berguna sebagai pembaca tetapi mengembangkan pembaca untuk matang dalam mengembangkan kemampuan," simpul Edi.
(gpr)
Lihat Juga :