Perdagangan RI terhambat konektivitas antarnegara
Senin, 09 Juli 2012 - 15:46 WIB
Perdagangan RI terhambat konektivitas antarnegara
A
A
A
Sindonews.com - Persoalan konektivitas masih menjadi persoalan yang mendasar dalam hubungan perdagangan Indonesia. Walaupun cukup baik pada pasar tradisional akan tetapi sangat buruk untuk pasar nontradisional, salah satunya adalah konektivitas dengan negara-negara di Amerika Latin.
Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengakui hal tersebut, dan segera akan menyelesaian dalam waktu dekat. Jika dirinci, dirinya mengatakan pada sektor udara kendalanya masih terganggu dari ketersediaan pesawat ke Indonesia.
"Kemarin saya sudah ngomong dengan Direktur Utama Garuda, Emirsyah Satar, dan dia mengatakan hanya bisa satu pesawat per bulan. itu untuk regional saja belum terpenuhi," ujar Gita dalam konferensi pers pada acara ASEAN Latin Business Forum 2012 di Hotel Shangrilla, Jakarta, Senin (9/7/2012).
Sedangkan untuk rute, Gita menambahkan bahwa seharusnya pengelola penerbangan mempertimbangkan lokasi transit, seperti misalnya Jepang yang memang diketahui memiliki daya tarik.
Pada sisi laut, Gita menjelaskan, kendalanya adalah di pelabuhan-pelabuhan Indonesia yang tidak bisa menampung kapal-kapal dengan kapasitas besar.
"Kapal-kapal Panamax yang untuk berlabuh di Indonesia butuh perlabuhan yang besar. Itu makanya pada beberapa pelabuhan sedang disiapkan dan direnovasi. Harapannya selesai dalam waktu cepat," ucapnya.
Gita menargetkan dalam waktu satu hingga dua tahun kedepan tidak ada kendala lagi pada konektivitas. Dirinya meyakinkan, sebaik apapun hubungan antara kedua negara, konektivitas tetap harus disempurnakan.
Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengakui hal tersebut, dan segera akan menyelesaian dalam waktu dekat. Jika dirinci, dirinya mengatakan pada sektor udara kendalanya masih terganggu dari ketersediaan pesawat ke Indonesia.
"Kemarin saya sudah ngomong dengan Direktur Utama Garuda, Emirsyah Satar, dan dia mengatakan hanya bisa satu pesawat per bulan. itu untuk regional saja belum terpenuhi," ujar Gita dalam konferensi pers pada acara ASEAN Latin Business Forum 2012 di Hotel Shangrilla, Jakarta, Senin (9/7/2012).
Sedangkan untuk rute, Gita menambahkan bahwa seharusnya pengelola penerbangan mempertimbangkan lokasi transit, seperti misalnya Jepang yang memang diketahui memiliki daya tarik.
Pada sisi laut, Gita menjelaskan, kendalanya adalah di pelabuhan-pelabuhan Indonesia yang tidak bisa menampung kapal-kapal dengan kapasitas besar.
"Kapal-kapal Panamax yang untuk berlabuh di Indonesia butuh perlabuhan yang besar. Itu makanya pada beberapa pelabuhan sedang disiapkan dan direnovasi. Harapannya selesai dalam waktu cepat," ucapnya.
Gita menargetkan dalam waktu satu hingga dua tahun kedepan tidak ada kendala lagi pada konektivitas. Dirinya meyakinkan, sebaik apapun hubungan antara kedua negara, konektivitas tetap harus disempurnakan.
(and)
Lihat Juga :