Bursa regional kebakaran, IHSG terperosok 70 poin
Senin, 09 Juli 2012 - 16:39 WIB
Bursa regional kebakaran, IHSG terperosok 70 poin
A
A
A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) babak belur pada perdagangan awal pekan ini dengan terus menjauh dari level 4.000.
IHSG tak mampu menahan terpaan dahsyat sentimen global dengan tersungkur 70,15 poin ke level 3.985,05 pada penutupan perdagangan, Senin (9/7/2012). Indeks LQ45 pun merosot 13,99 poin ke 680,55 dan Jakarta Islamic Index (JII) melemah 12,39 poin ke 551,52.
Tak tanggung-tanggung, sebanyak 213 saham ambles dalam perdagangan hari ini dan hanya 48 saham saja yang menguat, sedangkan 69 saham tidak mengalami perubahan harga. Volume perdagangan pun hanya sebesar 1,774 miliar lembar saham dengan nilai transaksi Rp2,77 triliun. Asing pun berbondong-bondong melakukan aksi jual dengan angka net selling mencapai Rp457,081 miliar.
Bursa utama Asia pun terpantau kompak melemah, dengan indeks Hang Seng turun 372,55 poin atau 1,88 persen, indeks Nikkei merosot 123,87 poin atau 1,37 persen, dan indeks Straits Times anjlok 44,19 poin atau 1,48 persen.
Sektor-sektor penopang IHSG pun terpantau kompak di zona merah, dengan penurunan tertinggi pada sektor sektor pertambangan yang merosot 62,95 poin, sektor aneka industri sebesar 27,44 poin, dan sektor keuangan turun 6,86 poin.
Berikut, saham-saham yang terpantau melemah (top losers), diantaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp1.500 menjadi Rp60.000, PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) turun Rp750 menjadi Rp15.300, dan saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) turun Rp550 menjadi Rp23.650.
Sedangkan saham-saham yang menguat (top gainers), diantaranya saham PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk (SQBI) naik Rp30.000 ke Rp182.000, saham PT Suprame Cable Manufacturing & Commerce Tbk (SCCO) naik Rp550 ke Rp5.050, saham PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP) naik Rp150 ke Rp2.200.
IHSG tak mampu menahan terpaan dahsyat sentimen global dengan tersungkur 70,15 poin ke level 3.985,05 pada penutupan perdagangan, Senin (9/7/2012). Indeks LQ45 pun merosot 13,99 poin ke 680,55 dan Jakarta Islamic Index (JII) melemah 12,39 poin ke 551,52.
Tak tanggung-tanggung, sebanyak 213 saham ambles dalam perdagangan hari ini dan hanya 48 saham saja yang menguat, sedangkan 69 saham tidak mengalami perubahan harga. Volume perdagangan pun hanya sebesar 1,774 miliar lembar saham dengan nilai transaksi Rp2,77 triliun. Asing pun berbondong-bondong melakukan aksi jual dengan angka net selling mencapai Rp457,081 miliar.
Bursa utama Asia pun terpantau kompak melemah, dengan indeks Hang Seng turun 372,55 poin atau 1,88 persen, indeks Nikkei merosot 123,87 poin atau 1,37 persen, dan indeks Straits Times anjlok 44,19 poin atau 1,48 persen.
Sektor-sektor penopang IHSG pun terpantau kompak di zona merah, dengan penurunan tertinggi pada sektor sektor pertambangan yang merosot 62,95 poin, sektor aneka industri sebesar 27,44 poin, dan sektor keuangan turun 6,86 poin.
Berikut, saham-saham yang terpantau melemah (top losers), diantaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp1.500 menjadi Rp60.000, PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) turun Rp750 menjadi Rp15.300, dan saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) turun Rp550 menjadi Rp23.650.
Sedangkan saham-saham yang menguat (top gainers), diantaranya saham PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk (SQBI) naik Rp30.000 ke Rp182.000, saham PT Suprame Cable Manufacturing & Commerce Tbk (SCCO) naik Rp550 ke Rp5.050, saham PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP) naik Rp150 ke Rp2.200.
(and)
Lihat Juga :