PLTU Biomassa gunakan bahan bakar terbarukan
Senin, 09 Juli 2012 - 17:24 WIB
PLTU Biomassa gunakan bahan bakar terbarukan
A
A
A
Sindonews.com - Pembangit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Biomassa di Sumatera Utara sudah dapat dipastikan beroperasi. Dua PLTU yang berkapasitas masing-masing 15 MW tersebut diketahui menggunakan bahan bakar dari energi terbarukan, yaitu cangkang sawit, sekam padi, tongkol jagung dan serbuk kayu (Waste to Energy).
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik beserta jajaran turut serta menghadiri dan meresmikan PLTU Biomassa hari ini di Medan, Sumatera Utara, PLTU Biomassa, yang merupakan milik dari PT Growth Asia di Kawasan Industri Medan (KIM) 3, Medan. PT Growth Asia adalah perusahaan dibawah manajemen usaha Growth Steel Group (GSG) dengan bisnis inti industri baja terintegrasi.
"Pembangunan PLTU Biomasa ini pada dasarnya dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan sendiri. Namun daya yang dihasilkan melebihi kebutuhan, sehingga ada kelebihan (excess power) sebesar 20 MW. Kelebihan daya listrik tersebut dijual ke PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara," ujar Jero dalam siaran pers, Senin (9/7/2012).
Sebelumnya, PT Growth Sumatera Industry, juga salah satu perusahaan di bawah manajemen Growth Steel Group, telah membangun 1x15 MW pada tahun 2008 dan 1x15 MW pada tahun 2010. Sebanyak 15 MW dipakai sendiri dan kelebihan daya sebesar 15 MW dijual ke PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara.
Sampai dengan Juni 2012, total daya listrik yang telah dijual oleh Growth Steel Group melalui PT Growth Sumatera Industry dan PT Growth Asia ke PT PLN sebesar sebesar 35 MW (dari total kapasitas 60 MW). Dengan harga rata-rata solar untuk industri Rp10 ribu/liter serta harga tenaga listrik Rp975/kWh (Permen ESDM No. 4 Tahun 2012), maka keberadaan PLTU Biomasa milik Growth Steel Group telah menghasilkan penghematan sebesar Rp621 miliar/tahun.
Dengan penguasaan teknologi sistem fabrikasi peralatan pembangkit dan tenaga kerja milik sendiri, PT Growth Asia telah mampu menciptakan pembangunan PLTU Biomassa dengan kandungan lokal yang mencapai 70 persen.
Pembangunan PLTU Biomassa ini selain meningkatkan ketahanan energi dan kemandirian energi sekaligus mampu mengurangi emisi gas rumah kaca karena biomasa adalah bagian dari energi terbarukan atau energi bersih, sehingga melalui peningkatan pembangunan PLTU Biomassa akan mempercepat pembangunan energi berkelanjutan.
Provinsi Sumatera Utara memiliki limbah biomassa yang cukup besar yang terdapat di perkebunan kelapa sawit, daerah pertanian lainnya dan pada industri-industri kayu sehingga dengan adanya PLTU Biomassa milik Growth Steel Group ini diharapkan akan mendorong investor lainnya untuk membangun PLTU Biomassa sejenis yang pada akhirnya akan membantu meningkatkan pasokan listrik di wilayah Sumatera Utara.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik beserta jajaran turut serta menghadiri dan meresmikan PLTU Biomassa hari ini di Medan, Sumatera Utara, PLTU Biomassa, yang merupakan milik dari PT Growth Asia di Kawasan Industri Medan (KIM) 3, Medan. PT Growth Asia adalah perusahaan dibawah manajemen usaha Growth Steel Group (GSG) dengan bisnis inti industri baja terintegrasi.
"Pembangunan PLTU Biomasa ini pada dasarnya dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan sendiri. Namun daya yang dihasilkan melebihi kebutuhan, sehingga ada kelebihan (excess power) sebesar 20 MW. Kelebihan daya listrik tersebut dijual ke PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara," ujar Jero dalam siaran pers, Senin (9/7/2012).
Sebelumnya, PT Growth Sumatera Industry, juga salah satu perusahaan di bawah manajemen Growth Steel Group, telah membangun 1x15 MW pada tahun 2008 dan 1x15 MW pada tahun 2010. Sebanyak 15 MW dipakai sendiri dan kelebihan daya sebesar 15 MW dijual ke PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara.
Sampai dengan Juni 2012, total daya listrik yang telah dijual oleh Growth Steel Group melalui PT Growth Sumatera Industry dan PT Growth Asia ke PT PLN sebesar sebesar 35 MW (dari total kapasitas 60 MW). Dengan harga rata-rata solar untuk industri Rp10 ribu/liter serta harga tenaga listrik Rp975/kWh (Permen ESDM No. 4 Tahun 2012), maka keberadaan PLTU Biomasa milik Growth Steel Group telah menghasilkan penghematan sebesar Rp621 miliar/tahun.
Dengan penguasaan teknologi sistem fabrikasi peralatan pembangkit dan tenaga kerja milik sendiri, PT Growth Asia telah mampu menciptakan pembangunan PLTU Biomassa dengan kandungan lokal yang mencapai 70 persen.
Pembangunan PLTU Biomassa ini selain meningkatkan ketahanan energi dan kemandirian energi sekaligus mampu mengurangi emisi gas rumah kaca karena biomasa adalah bagian dari energi terbarukan atau energi bersih, sehingga melalui peningkatan pembangunan PLTU Biomassa akan mempercepat pembangunan energi berkelanjutan.
Provinsi Sumatera Utara memiliki limbah biomassa yang cukup besar yang terdapat di perkebunan kelapa sawit, daerah pertanian lainnya dan pada industri-industri kayu sehingga dengan adanya PLTU Biomassa milik Growth Steel Group ini diharapkan akan mendorong investor lainnya untuk membangun PLTU Biomassa sejenis yang pada akhirnya akan membantu meningkatkan pasokan listrik di wilayah Sumatera Utara.
(and)
Lihat Juga :