Apindo: Pengusaha butuh informasi Amerika Latin
Senin, 09 Juli 2012 - 18:07 WIB
Apindo: Pengusaha butuh informasi Amerika Latin
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi mengungkapkan kendala yang dihadapi para pengusaha Indonesia untuk melakukan kerja sama investasi dan perdagangan dengan Amerika Latin adalah informasi. Selain negara Amerika Latin seperti Brasil, Argentina dan Chile, sejumlah negara lain belum banyak yang diketahui oleh para pengusaha Indonesia.
"Sebagian negara lain di Amerika Latin kita belum tahu peta kekuatannya. Kita perlu informasi negara lain sektor apa yang bisa dikerjasamakan," ujar Sofjan dalam konferensi pers ASEAN Latin Business Forum di Hotel Shangrilla, Jakarta, Senin (9/7/2012).
Dirinya menambahkan, para pengusaha Indonesia tentu akan membantu para pengusaha Amerika Latin untuk melakukan perdagangan dan menjamin kualitas barang yang diperdagangkan. "Yang paling penting adalah kedua daerah ini punya kepentingan meningkatkan investasi dan perdagangan," ucapnya.
Menurutnya, untuk melakukan kerja sama lebih lanjut antara kedua zona maka perlu upaya sosialisasi mengenai profil kekuatan kedua wilayah. "Supaya kita tidak salah memilih partner bisnis. PR ini harus kita selesaikan," ucap Sofjan.
Pemerintah juga perlu mendukung dari sisi pemberian insentif serta penyelesaian isu-isu yang terkait perdagangan seperti anti-dumping. "Pemerintah harus memfasilitasi supaya kerja sama kita ini jadi karena pertumbuhan ke depan antara kedua zona ini akan tinggi sekali," pungkasnya.
"Sebagian negara lain di Amerika Latin kita belum tahu peta kekuatannya. Kita perlu informasi negara lain sektor apa yang bisa dikerjasamakan," ujar Sofjan dalam konferensi pers ASEAN Latin Business Forum di Hotel Shangrilla, Jakarta, Senin (9/7/2012).
Dirinya menambahkan, para pengusaha Indonesia tentu akan membantu para pengusaha Amerika Latin untuk melakukan perdagangan dan menjamin kualitas barang yang diperdagangkan. "Yang paling penting adalah kedua daerah ini punya kepentingan meningkatkan investasi dan perdagangan," ucapnya.
Menurutnya, untuk melakukan kerja sama lebih lanjut antara kedua zona maka perlu upaya sosialisasi mengenai profil kekuatan kedua wilayah. "Supaya kita tidak salah memilih partner bisnis. PR ini harus kita selesaikan," ucap Sofjan.
Pemerintah juga perlu mendukung dari sisi pemberian insentif serta penyelesaian isu-isu yang terkait perdagangan seperti anti-dumping. "Pemerintah harus memfasilitasi supaya kerja sama kita ini jadi karena pertumbuhan ke depan antara kedua zona ini akan tinggi sekali," pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :