Pertumbuhan ekonomi Indonesia mestinya 10%
Selasa, 10 Juli 2012 - 16:59 WIB
Pertumbuhan ekonomi Indonesia mestinya 10%
A
A
A
Sindonews.com - Mantan Menko Perekonomian RI Rizal Ramli mengatakan, pemerintah mestinya menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 10 persen. Peningkatan tersebut, dipastikan akan meningkatkan ekonomi masyarakat Indonesia.
"Kalau ekonomi kita tumbuh 10 persen, angka pengangguran di Indonesia bisa berkurang sampai 5 juta orang," kata Rizal Ramli di sela-sela seminar Selamatkan Indonesia di Aula IKA Unpad, Jalan Singaperbangsa, Kota Bandung, Selasa (10/7/2012).
Menurut dia, Indonesia memiliki kemampuan menggenjot pertumbuhan ekonomi sampai 10 persen. Sayangnya, pemerintah hanya menargetkan pertumbuhan ekonomi pada kisaran 6 persen. Menurut dia, pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen diperkirakan hanya mengentaskan jumlah pengangguran lebih dari 2 juta orang.
Menurut dia, akselerasi pertumbuhan ekonomi sampai 10 persen mampu meminimalisir munculnya berbagai dampak negatif pada ekonomi Indonesia. Saat ini, Indonesia mengalami perlambatan perdagangan. Hal itu dikhawatirkan akan berpengaruh buruk terhadap kondisi ekonomi nasional.
"Saya khawatir, berbagai pengaruh buruk itu akan muncul pasca Lebaran. Ini yang mestinya diantisipasi pemerintah," timpal dia. Dia khawatir, perlambatan perdagangan akan memberi multiplayer efek terhadap ekonomi nasional.
Devisit perdagangan di Thailand misalnya, pernah menyebabkan krisis di kawasan Asean. Kejadian itu mestinya, lanjut Rizal, menjadi pertimbangan Indonesia agar terhindar dari krisis ekonomi. "Pemerintah sudah mengeluarkan dana sampai Rp7 triliun untuk menjaga kurs rupiah agar bertahan pada level Rp8.500," imbuh dia.
Sementara itu, pengamat kebijakan publik Indra Prawira menjelaskan, waluapun Indonesia menganut sistem ekonomi Pancasila, namun pada realitasnya sebagiannya menggunakan sistem kapitalis. "Akibatnya, semua aspek disamaratakan. Dan ini menghambat pertumbuhan masyarakat Indonesia," timpal dia.
"Kalau ekonomi kita tumbuh 10 persen, angka pengangguran di Indonesia bisa berkurang sampai 5 juta orang," kata Rizal Ramli di sela-sela seminar Selamatkan Indonesia di Aula IKA Unpad, Jalan Singaperbangsa, Kota Bandung, Selasa (10/7/2012).
Menurut dia, Indonesia memiliki kemampuan menggenjot pertumbuhan ekonomi sampai 10 persen. Sayangnya, pemerintah hanya menargetkan pertumbuhan ekonomi pada kisaran 6 persen. Menurut dia, pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen diperkirakan hanya mengentaskan jumlah pengangguran lebih dari 2 juta orang.
Menurut dia, akselerasi pertumbuhan ekonomi sampai 10 persen mampu meminimalisir munculnya berbagai dampak negatif pada ekonomi Indonesia. Saat ini, Indonesia mengalami perlambatan perdagangan. Hal itu dikhawatirkan akan berpengaruh buruk terhadap kondisi ekonomi nasional.
"Saya khawatir, berbagai pengaruh buruk itu akan muncul pasca Lebaran. Ini yang mestinya diantisipasi pemerintah," timpal dia. Dia khawatir, perlambatan perdagangan akan memberi multiplayer efek terhadap ekonomi nasional.
Devisit perdagangan di Thailand misalnya, pernah menyebabkan krisis di kawasan Asean. Kejadian itu mestinya, lanjut Rizal, menjadi pertimbangan Indonesia agar terhindar dari krisis ekonomi. "Pemerintah sudah mengeluarkan dana sampai Rp7 triliun untuk menjaga kurs rupiah agar bertahan pada level Rp8.500," imbuh dia.
Sementara itu, pengamat kebijakan publik Indra Prawira menjelaskan, waluapun Indonesia menganut sistem ekonomi Pancasila, namun pada realitasnya sebagiannya menggunakan sistem kapitalis. "Akibatnya, semua aspek disamaratakan. Dan ini menghambat pertumbuhan masyarakat Indonesia," timpal dia.
(gpr)
Lihat Juga :