Pemerintah dinilai ingkar janji soal BK CPO

Kamis, 12 Juli 2012 - 11:31 WIB
Pemerintah dinilai ingkar...
Pemerintah dinilai ingkar janji soal BK CPO
A A A
Sindonews.com – Pemerintah dinilai ingkar janji dalam pengembalian pajak ekspor atau bea keluar (BK) produk Crude Palm Oil (CPO).

Pasalnya, pemerintah telah mendapatkan devisa sebesar Rp220 triliun dari ekspor sektor perkebunan Sumut yang didominasi produk kelapa sawit, serta BK senilai Rp28,3 triliun, namun hingga saat ini pengembalian dana itu belum sama sekali dirasakan oleh industri sawit di Sumatera Utara.

Bendahara Gapki Sumut Laksamana Adyaksa, mengatakan peraturan terkait BK dibuat untuk menjaga ketersediaan CPO atau minyak goreng untuk kebutuhan dalam negeri. "Jadi bukan untuk pendapatan pemerintah pusat," ungkap dia, Kamis (12/7/2012).

Menurutnya, dalam kebijakan tersebut juga dinyatakan dana BK akan dikembalikan untuk membangun infrastruktur daerah perkebunan sawit. Meski demikian, sampai saat ini pengusaha di sumut harus bergumul dengan buruknya infrastruktur.

"Kalau memang ada BK yang dikembalikan, pemerintah harus transparanlah. Sampaikan ke publik. Kan ada ketentuan terkait proporsi pembagian pusat dan daerah. Tapi sampai sekarang belum pernah terdengar pemerintah daerah menerima pengembalian BK itu. Pemerintah di Sumut juga sudah jerit-jerit kok soal itu,” kata Laksamana.

Ditambahkan, pembangunan infrastruktur pendukung industri kelapa sawit sudah seharusnya menjadi beban pemerintah daerah sebagai penerima dana retribusi dan pajak yang dibayarkan pengusaha. Namun, ketiadaan anggaran pemerintah akibat dikuasainya sektor pendapatan oleh pemerintah pusat menjadi dilema yang akhirnya membangun kekecewaan masyarakat, khususnya pengusaha di daerah. Alhasil, petani lah yang menjadi korban.

"Lihat jalanan di Asahan atau Labuhan Batu, jelek sekali, padahal daerah salah satu centra penghasil sawit. Apa pengusaha yang harus membangun. Dimana pemerintah? Kemana uang hasil BK?," tanyanya.

Dia melanjutkan, pemerintah selama ini dinilai hanya memfokuskan pembangunan di Jawa, padahal daerah-daerah di luar Jawa banyak yang menghasilkan. "Harusnya kita sebagai penghasil yang dimanja dan diberikan fasilitas. Tapi ini tidak, kita justru disuruh beli minyak nonsubsidi, tapi jalan ke perkebunan kita tidak diperhatikan," kata dia.

"Apa pemerintah mau sentimen ke daerah muncul lagi? Apa pemerintah menunggu gejolak permintaan untuk referendum?” tegas dia.

Laksamana, yang juga Sekretaris Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sumatera Utara, mengatakan persoalan pengembalian BK ini sudah sering diributi Gapki maupun Apindo. Tetapi pemerintah sepertinya terus dilakukan pembiaran.

“Kita mungkin masih teriak-teriak kecil sekarang, tapi pemerintah harus ingat jika kesabaran pengusaha yang selama ini juga sudah jalan sendiri, tentunya memiliki batas. Pengusaha tidak protes akan adanya pungutan, tapi harus jelas alokasinya," katanya.

"Kalau pemerintah beralasan sudah dikembalikan dengan beberapa megaproyek di Sumut yang belum kunjung jelas itu, coba lihat berapa nilainya. Bandingkan dengan pendapatan dari BK sesungguhnya, sudah pas belum. Jangan kita dikasih angin surga terus. Jadi pun megaproyek itu, apa masih mumpuni untuk mendorong perekonomian. Karena takut saya begitu Bandara Kuala Namu dibuka, volumenya juga tetap kepenuhan. Karena memang saat ini juga sudah membludak,” tutupnya.
(and)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
87 Kontainer CPO Ilegal...
87 Kontainer CPO Ilegal Senilai Rp28,7 Miliar Digagalkan di Tanjung Priok
Pemerintah Resmi Berlakukan...
Pemerintah Resmi Berlakukan Aturan Larangan Ekspor CPO
Kesulitan Jual CPO, ...
Kesulitan Jual CPO,  Pabrik Kelapa Sawit Tutup Operasi
Harga CPO Sudah Naik...
Harga CPO Sudah Naik 29% Sepanjang Tahun, Ini Proyeksi di 2022
Hari Ini Melandai, Harga...
Hari Ini Melandai, Harga Minyak Sawit Diramal Masih Bakal Nanjak
Sempat Cetak Rekor,...
Sempat Cetak Rekor, Harga CPO Anjlok 8 Persen di Sesi Jumat Siang
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
1 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
2 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
3 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
5 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
5 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
5 jam yang lalu
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved