MNC optimistis raih pendapatan hingga Rp18 T
Kamis, 12 Juli 2012 - 17:30 WIB
MNC optimistis raih pendapatan hingga Rp18 T
A
A
A
Sindonews.com - PT Media Nusantara Citra (MNCN) optimistis raih pendapatan hingga Rp18 triliun dalam tiga tahun. Optimistis itu didukung dengan pertumbuhan iklan yang tinggi dan penetrasi yang makin tinggi.
"Kalau (pendapatan) iklan tumbuh sekira 20-25 persen dan EBITDA 30-35 persen, dalam tiga tahun depan bisa," ujar CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo ditemui di syukuran Global Mediacom di MNC Tower, Kamis (12/7/2012).
Menurut Hary, saat ini, pendapatan usaha medianya yang berada di bawah bendera MNC dan TV berbayar MNC Sky Vision, mencapai Rp8-9 triliun per tahun. Hal ini yang membuat MNC sebagai media terbesar di Asia Tenggara. "Secara EBITDA, revenue (pendapatan) dan laba bersih terbesar se-Asia Tenggara," lanjut dia.
Keyakinannya ini didorong dengan karakteristik penduduk Indonesia yang mayoritas adalah masyarakat kelas menengah, muda dengan konsumsi yang tinggi.
"Di tradisional media, kita sudah solid dan akan terus dikembangkan. Selain itu, kita juga kembangkan new media yang berbasis internet, mulai dari portal berita, game online, social network, search engine," jelas dia.
Demi melihat potensi ke depan yang besar di bisnis new media, tambah Hary, perseroan melakukan joint venture dengan Linktone untuk mengembangkan infrastuktur dan lainnya.
"Dengan Linktone sekarang sudah berjalan ada online games, portal berita dan e-commerce. Yang akan kita jalankan ke depan social network dan search engine," jelas dia.
Namun, ketika ditanya berapa investasi yang akan dialokasikan untuk pengembangan new media, Hary hanya menyebut tergantung kebutuhan pasar.
"Kalau (pendapatan) iklan tumbuh sekira 20-25 persen dan EBITDA 30-35 persen, dalam tiga tahun depan bisa," ujar CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo ditemui di syukuran Global Mediacom di MNC Tower, Kamis (12/7/2012).
Menurut Hary, saat ini, pendapatan usaha medianya yang berada di bawah bendera MNC dan TV berbayar MNC Sky Vision, mencapai Rp8-9 triliun per tahun. Hal ini yang membuat MNC sebagai media terbesar di Asia Tenggara. "Secara EBITDA, revenue (pendapatan) dan laba bersih terbesar se-Asia Tenggara," lanjut dia.
Keyakinannya ini didorong dengan karakteristik penduduk Indonesia yang mayoritas adalah masyarakat kelas menengah, muda dengan konsumsi yang tinggi.
"Di tradisional media, kita sudah solid dan akan terus dikembangkan. Selain itu, kita juga kembangkan new media yang berbasis internet, mulai dari portal berita, game online, social network, search engine," jelas dia.
Demi melihat potensi ke depan yang besar di bisnis new media, tambah Hary, perseroan melakukan joint venture dengan Linktone untuk mengembangkan infrastuktur dan lainnya.
"Dengan Linktone sekarang sudah berjalan ada online games, portal berita dan e-commerce. Yang akan kita jalankan ke depan social network dan search engine," jelas dia.
Namun, ketika ditanya berapa investasi yang akan dialokasikan untuk pengembangan new media, Hary hanya menyebut tergantung kebutuhan pasar.
(gpr)
Lihat Juga :