MNC Group perkuat bisnis new media
Jum'at, 13 Juli 2012 - 09:08 WIB
MNC Group perkuat bisnis new media
A
A
A
Sindonews.com - Media Nusantara Citra (MNC) Group terus memperkuat bisnisnya di sektor media, khususnya yang terkait dengan new media. Upaya yang dilakukan grup media terbesar di Asia Tenggara ini adalah memfokuskan anak usahanya, yakni Linktone Ltd untuk menggarap pasar new media, antara lain mengembangkan social network serta search engine.
CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo mengatakan, Linktone Ltd akan menjadi basis new media perseroan. Menurut Hary Tanoesoedibjo, Linktone merupakan perusahaan terbuka yang terdaftar di Amerika Serikat.
”Linktone Ltd memiliki dana cukup besar yang bisa dipergunakan untuk mengembangkan usaha,”ujarnya dalam sambutan pada Ulang Tahun Ke-31 PT Global Mediacom Tbk (BMTR) di Jakarta, kemarin. Dia mengatakan, Linktone Ltd akan mengembangkan infrastruktur produk new media seperti online games, portal berita, dan e-commerce.
Keberadaannya diyakini menjadikan semua produk new media yang dikembangkan menjadi terintegrasi. Indonesia mempunyai potensi luar biasa untuk mengembangkan usaha ini. Terlihat dari besarnya populasi, pertumbuhan ekonomi, ekonomi dan kekuatan domestik. Jauh lebih besar yang dimiliki oleh negara Asia Tenggara lain. Itulah sebabnya new media yang dikembangkan diyakini mendapatkan sambutan positif dari masyarakat.
Seperti diketahui, pada akhir Juni lalu PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) telah mengalihkan seluruh investasinya di Linktone Ltd yang berkedudukan di Cayman Islands. Aksi korporasi itu dilakukan melalui penjualan 245 juta saham Linktone Ltd milik MNCN kepada Global Mediacom International Ltd yang berkedudukan di Uni Emirat Arab.
Selain itu, Hary Tanoesoedibjo juga optimistis pendapatan yang dibukukan MNCN dan PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY) dalam tiga tahun ke depan bisa tumbuh dua kali lipat.”Saat ini pendapatan usaha media yang berada di bawah bendera MNCN dan MSKY dalam kisaran Rp8-9 triliun per tahun,”terang dia. Selain itu, MNC Group juga berencana menggeser fokus Global TV ke televisi berita.
Hal itu karena masih besarnya permintaan pasar terhadap televisi berita. Saat ini perseroan masih dalam proses pematangan konsep. Sementara, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memberikan peringkat idA+ kepada BMTR.Menurut analis Pefindo Niken Indriarsih, outlook dari peringkat tersebut adalah stabil yang mencerminkan kepemilikan mayoritas BMTR pada perusahaan-perusahaan media terbesar dan terkemuka yaitu MNCN dan MSKY.
CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo mengatakan, Linktone Ltd akan menjadi basis new media perseroan. Menurut Hary Tanoesoedibjo, Linktone merupakan perusahaan terbuka yang terdaftar di Amerika Serikat.
”Linktone Ltd memiliki dana cukup besar yang bisa dipergunakan untuk mengembangkan usaha,”ujarnya dalam sambutan pada Ulang Tahun Ke-31 PT Global Mediacom Tbk (BMTR) di Jakarta, kemarin. Dia mengatakan, Linktone Ltd akan mengembangkan infrastruktur produk new media seperti online games, portal berita, dan e-commerce.
Keberadaannya diyakini menjadikan semua produk new media yang dikembangkan menjadi terintegrasi. Indonesia mempunyai potensi luar biasa untuk mengembangkan usaha ini. Terlihat dari besarnya populasi, pertumbuhan ekonomi, ekonomi dan kekuatan domestik. Jauh lebih besar yang dimiliki oleh negara Asia Tenggara lain. Itulah sebabnya new media yang dikembangkan diyakini mendapatkan sambutan positif dari masyarakat.
Seperti diketahui, pada akhir Juni lalu PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) telah mengalihkan seluruh investasinya di Linktone Ltd yang berkedudukan di Cayman Islands. Aksi korporasi itu dilakukan melalui penjualan 245 juta saham Linktone Ltd milik MNCN kepada Global Mediacom International Ltd yang berkedudukan di Uni Emirat Arab.
Selain itu, Hary Tanoesoedibjo juga optimistis pendapatan yang dibukukan MNCN dan PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY) dalam tiga tahun ke depan bisa tumbuh dua kali lipat.”Saat ini pendapatan usaha media yang berada di bawah bendera MNCN dan MSKY dalam kisaran Rp8-9 triliun per tahun,”terang dia. Selain itu, MNC Group juga berencana menggeser fokus Global TV ke televisi berita.
Hal itu karena masih besarnya permintaan pasar terhadap televisi berita. Saat ini perseroan masih dalam proses pematangan konsep. Sementara, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memberikan peringkat idA+ kepada BMTR.Menurut analis Pefindo Niken Indriarsih, outlook dari peringkat tersebut adalah stabil yang mencerminkan kepemilikan mayoritas BMTR pada perusahaan-perusahaan media terbesar dan terkemuka yaitu MNCN dan MSKY.
(and)
Lihat Juga :