Gubernur Sulsel gandeng stakeholder dukung pariwisata
Jum'at, 13 Juli 2012 - 13:09 WIB
Gubernur Sulsel gandeng stakeholder dukung pariwisata
A
A
A
Sindonews.com - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Syahrul Yasin Limpo akan menggiatkan seluruh stakeholder pariwisata terkait pemantapan program Visit South Sulawesi 2012. Langkah ini dilakukan menyusul kerjasama dengan supir taksi sebagai ujung tombak di pintu masuk Bandara Sultan Hasanuddin.
Setelah dengan sopir taksi, Gubernur Syahrul mengajak seluruh stakeholders lain mengikuti langkah para sopir taksi. Syahrul mengimbau semua stakeholders pariwisata seperti perusahaan travel, operator penerbangan, Association of the Indonesian Tour and Travel Agencies (Asita), industri hotel, turut mendukung program Visit South Sulawesi 2012.
Dalam keterangan yang diterima Sindonews, Jumat (13/7/2012), Gubernur juga meminta Kementerian Pariwisata dan industri penunjang seperti transportasi, restoran dan hotel, industri penerbangan, dan lain-lain turut mendukung Program Visit South Sulawesi 2012.
"Sejak pencanangan program Visit South Sulawesi 2012, jumlah wisatawan ke Sulsel terus meningkat. Pertumbuhannya bisa lebih cepat lagi jika banyak stakeholder ikut terlibat, terutama kementerian pariwisata dan industri jasa penunjang seperti transportasi, restoran dan hotel, penerbangan, dan lain-lain,” kata Syahrul.
Menurut Syahrul, supaya bisa lebih cepat, maka ada dua pilar yang dibutuhkan. Pertama, infrastruktur. “Kita akan buka 'jalan' supaya wisatawan makin mudah datang dan keliling ke berbagai bagian Sulsel,” katanya. Kedua, kerjasama. Semua elemen masyarakat Sulsel perlu bekerjasama agar Visit Sulsel bisa lebih cepat perkembangannya.
Wilayah Sulsel, kata Syahrul, memiliki hingga 290 pulau yang bisa dikembangkan menjadi aset wisata dan budaya. Potensi itu ada mengingat data terakhir menunjukan penumpang di Bandara Sultan Hasanuddin sudah mencapai delapan juta per tahun, jauh di atas target enam juta penumpang.
Sejak Program Visit Sulsel digelar, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) melalui pintu masuk Bandara Hasanuddin, terus menunjukan tren kenaikan. Misalnya, pada periode April 2012 kunjungan wisman melalui Bandara Hasanuddin naik 2,78 persen menjadi 3.700 orang.
Berdasarkan data Pemrov Sulsel, target wisatawan Visit South Sulawesi 2012 mencapai 4,5 juta untuk asing dan 100.000 wisatawan lokal. Jumlahnya naik dari tahun lalu tiga juta (dalam negeri) dan 65 ribu (asing). Pada 2010, wisatawan lokal baru mencapai 2,1 juta orang dan 42.371 wisatawan luar negeri.
“Melihat enam bulan pertama ini kami optimistis target tercapai untuk wisatawan lokal , 100.000 untuk wisatawan internasional. Untuk infrastruktur jalan dan akses juga dirampungkan,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel Suaib Malombassi.
Syahrul berharap sektor pariwisata akan turut mendorong penerimaan daerah dan terus meningkatkan pendapatan per kapita masyarakat Sulsel. Selama empat tahun, pendapatan rata-rata per kapita masyarakat Sulsel naik dari Rp9-10 juta pertahun menjadi Rp17 juta per tahun. Saat ini, jumlah uang beredar di Sulsel mencapai Rp131 triliun meningkat dua kali lipat daripada empat tahun lalu sebesar Rp68 triliun.
“Kondisi ekonomi di Sulsel semakin membaik dan akan terus kita perbaiki agar kesejahteraan ekonomi ini bisa dinikmati oleh seluruh warga masyarakat,” tegasnya.
Setelah dengan sopir taksi, Gubernur Syahrul mengajak seluruh stakeholders lain mengikuti langkah para sopir taksi. Syahrul mengimbau semua stakeholders pariwisata seperti perusahaan travel, operator penerbangan, Association of the Indonesian Tour and Travel Agencies (Asita), industri hotel, turut mendukung program Visit South Sulawesi 2012.
Dalam keterangan yang diterima Sindonews, Jumat (13/7/2012), Gubernur juga meminta Kementerian Pariwisata dan industri penunjang seperti transportasi, restoran dan hotel, industri penerbangan, dan lain-lain turut mendukung Program Visit South Sulawesi 2012.
"Sejak pencanangan program Visit South Sulawesi 2012, jumlah wisatawan ke Sulsel terus meningkat. Pertumbuhannya bisa lebih cepat lagi jika banyak stakeholder ikut terlibat, terutama kementerian pariwisata dan industri jasa penunjang seperti transportasi, restoran dan hotel, penerbangan, dan lain-lain,” kata Syahrul.
Menurut Syahrul, supaya bisa lebih cepat, maka ada dua pilar yang dibutuhkan. Pertama, infrastruktur. “Kita akan buka 'jalan' supaya wisatawan makin mudah datang dan keliling ke berbagai bagian Sulsel,” katanya. Kedua, kerjasama. Semua elemen masyarakat Sulsel perlu bekerjasama agar Visit Sulsel bisa lebih cepat perkembangannya.
Wilayah Sulsel, kata Syahrul, memiliki hingga 290 pulau yang bisa dikembangkan menjadi aset wisata dan budaya. Potensi itu ada mengingat data terakhir menunjukan penumpang di Bandara Sultan Hasanuddin sudah mencapai delapan juta per tahun, jauh di atas target enam juta penumpang.
Sejak Program Visit Sulsel digelar, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) melalui pintu masuk Bandara Hasanuddin, terus menunjukan tren kenaikan. Misalnya, pada periode April 2012 kunjungan wisman melalui Bandara Hasanuddin naik 2,78 persen menjadi 3.700 orang.
Berdasarkan data Pemrov Sulsel, target wisatawan Visit South Sulawesi 2012 mencapai 4,5 juta untuk asing dan 100.000 wisatawan lokal. Jumlahnya naik dari tahun lalu tiga juta (dalam negeri) dan 65 ribu (asing). Pada 2010, wisatawan lokal baru mencapai 2,1 juta orang dan 42.371 wisatawan luar negeri.
“Melihat enam bulan pertama ini kami optimistis target tercapai untuk wisatawan lokal , 100.000 untuk wisatawan internasional. Untuk infrastruktur jalan dan akses juga dirampungkan,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel Suaib Malombassi.
Syahrul berharap sektor pariwisata akan turut mendorong penerimaan daerah dan terus meningkatkan pendapatan per kapita masyarakat Sulsel. Selama empat tahun, pendapatan rata-rata per kapita masyarakat Sulsel naik dari Rp9-10 juta pertahun menjadi Rp17 juta per tahun. Saat ini, jumlah uang beredar di Sulsel mencapai Rp131 triliun meningkat dua kali lipat daripada empat tahun lalu sebesar Rp68 triliun.
“Kondisi ekonomi di Sulsel semakin membaik dan akan terus kita perbaiki agar kesejahteraan ekonomi ini bisa dinikmati oleh seluruh warga masyarakat,” tegasnya.
(and)
Lihat Juga :