Pemudik diminta pakai BBM nonsubsidi
Jum'at, 13 Juli 2012 - 18:29 WIB
Pemudik diminta pakai BBM nonsubsidi
A
A
A
Sindonews.com - PT Pertamina (Persero) mengimbau agar para pemudik pengguna kendaraan roda empat untuk meminimalisir penggunaam bahan bakar bersubsidi.
"Kami mengimbau untuk tidak menggunakan BBM subsidi. Saya yakin yang mudik pake mobil rata-rata kalangan menengah atas," ujar Vice President Corporate Comunication, Ali Mudakir saat dijumpai wartawan di Gedung Pertamina Pusat, Jakarta, Jumat (13/7/2012).
Hal tersebut, kata Ali, dimaksudkan guna menekan penggunaan BBM bersubsidi dan menjamin ketersediaan BBM bersubsidi hingga kuota BBM bersubsidi tahun ini yang sebesar 40 juta kilo liter (KL) tidak habis sebelum masa yang ditentukan yang jatuh pada bulan November mendatang. "Jadi itu agar kuota BBM bersubsidi yang 40 juta kilo liter itu tidak habis sebelum waktunya," tutupnya.
Sebelumnya, Ali memperkirakan akan ada kenaikan sebesar 10 persen konsumsi Bahan Bakar Minya (BBM) jenis Premium dan Solar pada H-7 hingga H +7 Lebaran. "Kenaikan konsumsi premium dan solar akan naik 10 persen," katanya.
Untuk itu, diakui Ali, pihaknya telah mengantisipasi kebutuhan Bahan Bakar Minyak yang akan terjadi selama bulan Ramadan dan Lebaran.
"Kita sudah antisipasi dari kuota dan distribusinya, kita mengantisipasi titik-titik yang krusial seperti kemcetan, jadi puncak itu rata-tara H-4 dan H +4, kita perkirakan tahun ini H-5 dan H+7," kata Ali.
Bukan hanya itu, guna menjamin kelancaran distribusi BBM tersebut, Ali mengatakan, pihaknya juga menyiapkan Kantung-kantung BBM berupa unit tangki BBM yang ditempatkan di 60 titik di sepanjang jalur pantura selama musim mudik terjadi.
"Kami mengimbau untuk tidak menggunakan BBM subsidi. Saya yakin yang mudik pake mobil rata-rata kalangan menengah atas," ujar Vice President Corporate Comunication, Ali Mudakir saat dijumpai wartawan di Gedung Pertamina Pusat, Jakarta, Jumat (13/7/2012).
Hal tersebut, kata Ali, dimaksudkan guna menekan penggunaan BBM bersubsidi dan menjamin ketersediaan BBM bersubsidi hingga kuota BBM bersubsidi tahun ini yang sebesar 40 juta kilo liter (KL) tidak habis sebelum masa yang ditentukan yang jatuh pada bulan November mendatang. "Jadi itu agar kuota BBM bersubsidi yang 40 juta kilo liter itu tidak habis sebelum waktunya," tutupnya.
Sebelumnya, Ali memperkirakan akan ada kenaikan sebesar 10 persen konsumsi Bahan Bakar Minya (BBM) jenis Premium dan Solar pada H-7 hingga H +7 Lebaran. "Kenaikan konsumsi premium dan solar akan naik 10 persen," katanya.
Untuk itu, diakui Ali, pihaknya telah mengantisipasi kebutuhan Bahan Bakar Minyak yang akan terjadi selama bulan Ramadan dan Lebaran.
"Kita sudah antisipasi dari kuota dan distribusinya, kita mengantisipasi titik-titik yang krusial seperti kemcetan, jadi puncak itu rata-tara H-4 dan H +4, kita perkirakan tahun ini H-5 dan H+7," kata Ali.
Bukan hanya itu, guna menjamin kelancaran distribusi BBM tersebut, Ali mengatakan, pihaknya juga menyiapkan Kantung-kantung BBM berupa unit tangki BBM yang ditempatkan di 60 titik di sepanjang jalur pantura selama musim mudik terjadi.
(and)
Lihat Juga :