Pengajuan pinjaman Pemda ke PIP masih terkendala

Sabtu, 14 Juli 2012 - 17:23 WIB
Pengajuan pinjaman Pemda...
Pengajuan pinjaman Pemda ke PIP masih terkendala
A A A
Sindonews.com - Pemerintah Daerah mengaku masih banyak kendala dalam mengajukan pinjaman untuk melakukan studi kelayakan (feasibility study/FS) atas proyek infrastruktur yang hendak dibangun ke Pusat Investasi Pemerintah (PIP). Salah satu penyebabnya adalah tidak mendukungnya dokumen yang memadai.

"Sebanyak 37 Pemerintah Daerah (Prov/Kab/Kot) yang telah mengajukan permohonan pinjaman daerah kepada PIP, mayoritas menghadapi masalah seperti, tidak didukung dengan dokumen FS yang memadai," terang Kepala Sub Divisi PI (Pengembangan Instrumen dan P2 PIP Kementerian Keuangan Erdian Dharmaputra dalam persentasinya pada Gathering Pusat Investasi Pemerintah dan Wartawan Forkem, di Hotel Aryaduta, Karawaci, (14/7/2012).

Padahal, kata Erdian, Feasibility Study (FS) ini merupakan syarat utama permohonan pinjaman yang dilakukan Pemda agar bisa kami evaluasI kelayakan program yang akan dilaksanakan tersebut.

Untuk dapat membuat studi kelayakan ini, kata Erdian, sebenarnya bisa dibuat dengan melibatkan perguruan tinggi di daerah masing-masing. "Jadi tiap pemda bisa menggunakan jasa konsultan dari berbagai perguruan tinggi yang ada di masing-masing daerah," terangnya.

Dalam studi tersebut, lanjut Erdian lagi, pertanyaan mendasar yang perlu dijawab sebagai kriteria yang harus dipenuhi dalam pengajuan pinjaman kepada PIP adalah kesesuaian data yang disampaikan dengan proyek yang diajukan.

Misalnya, Erdian mencontohkan, rencana proyek membangun atau mengembangkan suatu rumah sakit. Studi Kelayakan pembangunan / pengembangan rumah sakit tersebut harus bisa memberikan data valid tentang, misalnya, apakah yang sebenarnya yang dibutuhkan rumah sakit tipe C atau rumah sakit bertipe B.

"Secara sederhananya, studi ini bisa menjawab bahwa proyek rumah sakit ini sesuai. Misalkan kalau rumah sakit tipe B harus ada berapa tempat tidur, ada berapa dokter, perawat dan sebagainya. Jangan samapai, data yang disampaikan adalah untuk rumah sakit tipe C tapi pengajuan pinjamannya untuk membangun rumah sakit tipe B," simpulnya.
(and)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
1,23 Juta Pedagang Mungil...
1,23 Juta Pedagang Mungil Dikasih Utangan dari Pusat Investasi Pemerintah
Dukung Pemulihan Ekonomi,...
Dukung Pemulihan Ekonomi, PIP Salurkan Rp400 Miliar lewat Pegadaian
Dapat Kepercayaan dari...
Dapat Kepercayaan dari PIP, PNM Siap Gelontorkan Rp2,5 Triliun buat UMKM
KADIN Sambut Baik Pembentukan...
KADIN Sambut Baik Pembentukan Kementerian Investasi
PIP Dorong Peningkatan...
PIP Dorong Peningkatan Ekosistem Pinjaman Pelaku Usaha Ultra Mikro
Kemenkeu dan Kemenparekraf...
Kemenkeu dan Kemenparekraf Kembangkan UMKM di Kawasan Borobudur
Berita Terkini
Cadangan Devisa Indonesia...
Cadangan Devisa Indonesia per Juni 2026 Naik jadi USD145,6 Miliar
41 menit yang lalu
Istana Sebut Tarif Listrik...
Istana Sebut Tarif Listrik Harusnya Naik, tapi Daya Beli Jadi Prioritas
1 jam yang lalu
Harga Emas Lebih Murah,...
Harga Emas Lebih Murah, Hari Ini Turun Rp15 Ribu jadi Rp2.655.000 per Gram
2 jam yang lalu
IHSG Kokoh di Zona Hijau,...
IHSG Kokoh di Zona Hijau, Hari Ini Dibuka Menguat ke 5.933
2 jam yang lalu
Perang Bikin Jalur Suku...
Perang Bikin Jalur Suku Bunga Bank Sentral Terkunci di Level Tertinggi, Era Pinjaman Murah Berakhir
3 jam yang lalu
DANA Catat Pendapatan...
DANA Catat Pendapatan UMKM Alumni SisBerdaya Naik 113%
14 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved