PIP belum berniat beli saham Freeport
Minggu, 15 Juli 2012 - 10:56 WIB
PIP belum berniat beli saham Freeport
A
A
A
Sindonews.com - Pusat Investasi Pemerintah (PIP) mengaku belum berencana melakukan pembelian saham PT Freeport Indonesia pada tahun ini. Hal tersebut di karenakan PIP masih fokus pada pembelian 7,3 persen saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT).
“Ini (pembelian saham PT Freeport Indonesia) belum masuk dalam rencana PIP sekarang,” terang Ketua Pusat Investasi Pemerintah (PIP), Soritaon Siregar di depan ratusan peserta Gathering PIP dan Wartawan, Hotel Aryaduta, karawaci, Minggu (15/7/2012).
Kendati demikian, diakui Soritaon, minat untuk segera memiliki saham Freeport telah dimiliki PIP, dan siap membeli saham perusahaan tambang asal AS tersebut bila pembuat kebijakan di DPR telah mengamanatkan hal tersebut. “Kita operator, kalau policy maker bilang eksekusi, ya kita pasti eksekusi,” imbuh Soritaon.
Sebelumnya, PIP telah mengalokasikan dana untuk membeli kepemilikan saham PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) tahap I sebesar Rp2 triliun.
Kendati demikian, untuk melakukan hal tersebut, Ketua Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Soritaon Siregar mengatakan masih harus menunggu pembahasan DPR sehingga akan dibentuk panitia kerjanya (panja).
“Memang sudah mendapat persetujuan namun masih memerlukan pembicaraan dengan DPR, makanya kami juga akan membentuk panja,” terang Soritaon
“Ini (pembelian saham PT Freeport Indonesia) belum masuk dalam rencana PIP sekarang,” terang Ketua Pusat Investasi Pemerintah (PIP), Soritaon Siregar di depan ratusan peserta Gathering PIP dan Wartawan, Hotel Aryaduta, karawaci, Minggu (15/7/2012).
Kendati demikian, diakui Soritaon, minat untuk segera memiliki saham Freeport telah dimiliki PIP, dan siap membeli saham perusahaan tambang asal AS tersebut bila pembuat kebijakan di DPR telah mengamanatkan hal tersebut. “Kita operator, kalau policy maker bilang eksekusi, ya kita pasti eksekusi,” imbuh Soritaon.
Sebelumnya, PIP telah mengalokasikan dana untuk membeli kepemilikan saham PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) tahap I sebesar Rp2 triliun.
Kendati demikian, untuk melakukan hal tersebut, Ketua Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Soritaon Siregar mengatakan masih harus menunggu pembahasan DPR sehingga akan dibentuk panitia kerjanya (panja).
“Memang sudah mendapat persetujuan namun masih memerlukan pembicaraan dengan DPR, makanya kami juga akan membentuk panja,” terang Soritaon
(gpr)
Lihat Juga :