APLN akuisisi BPS Rp256 M
Senin, 16 Juli 2012 - 10:48 WIB
APLN akuisisi BPS Rp256 M
A
A
A
Sindonews.com - PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) menandatangani perjanjian pengikatan jual-beli saham dalam rangka akuisisi atau pengambilalihan 51 persen saham PT Bali Perkasa Sukses (BPS) senilai Rp256 miliar.
BPS memiliki sekitar 4,5 hektare lahan di Seminyak, Bali, yang akan dikembangkan menjadi hotel bintang empat atau lima dengan 250–400 kamar.
Direktur Utama dan CEO APLN Trihatma Kusuma Haliman mengatakan, permintaan yang kuat untuk pariwisata, domestik maupun internasional, telah membuat Bali menjadi salah satu kota lapis kedua yang potensial di Indonesia.
“Kami melihat proyek ini sebagai kesempatan yang baik untuk mewujudkan strategi kami untuk meningkatkan pendapatan berulang perusahaan,” ujar Trihatma dalam keterangan tertulisnya, kemarin.
Investor Relations APLN Wibisono menambahkan,pembangunan hotel berbintang di Seminyak akan dilakukan mulai tahun depan.Pembangunan tersebut diperkirakan membutuhkan waktu 1,5 tahun.
“Kami masih menghitung berapa dana yang dibutuhkan untuk membangun hotel tersebut. Tapi yang jelas, pendanaannya berasal dari internal dan eksternal,” papar dia.
Dia mengatakan, tahun ini perseroan telah menargetkan mengakuisisi 10–15 proyek atau properti. Tujuh di antara proyek atau properti tersebut sudah direalisasikan. Dalam waktu dekat, perseroan akan menyelesaikan akuisisi proyek atau properti baru lagi.
Diharapkan, akuisisi tersebut dapat mendongkrak penjualan perseroan yang pada lima bulan pertama tahun 2012 telah mencapai Rp2 triliun atau sekitar 47 persen dari target penjualan tahun 2012.
“Untuk mempertahankan kinerja yang sangat baik,perseroan telah melakukan akuisisi sejumlah anak usaha baru dan akan melakukan akuisisi lebih banyak lagi dalam waktu dekat,” kata Wibisono.
Menurut Wibisono,penjualan dan pendapatan usaha perseroan sebagian besar dikontribusi oleh Podomoro City, Kuningan City, Green Bay Pluit, dan Green Lake Sunter. Kontribusi pendapatan berulang terus meningkat menjadi 13,1% pada 1Q-2012,dari hanya 5,8% pada 1Q-2011 .
Hal itu disebabkan konsolidasi Emporium Pluit Mall dan meningkatnya kontribusi dari Central Park Mall dan lainnya.
Analis PT Pefindo Vonny Widjaja & Rachmadi Kurniawan mengatakan, outlook terhadap APLN stabil.Hal ini mencerminkan posisi bisnis APLN yang kuat di industri properti, khususnya pada segmen hunian vertikal dan kualitas aset perusahaan yang di atas rata-rata.
Sedangkan, faktor-faktor yang membatasi perseroan adalah tingkat leverage keuangan yang meningkat dalam waktu dekat untuk membiayai ekspansi bisnis perusahaan.Di samping itu, ketergantungan pada penjualan properti yang sensitif terhadap makroekonomi.
BPS memiliki sekitar 4,5 hektare lahan di Seminyak, Bali, yang akan dikembangkan menjadi hotel bintang empat atau lima dengan 250–400 kamar.
Direktur Utama dan CEO APLN Trihatma Kusuma Haliman mengatakan, permintaan yang kuat untuk pariwisata, domestik maupun internasional, telah membuat Bali menjadi salah satu kota lapis kedua yang potensial di Indonesia.
“Kami melihat proyek ini sebagai kesempatan yang baik untuk mewujudkan strategi kami untuk meningkatkan pendapatan berulang perusahaan,” ujar Trihatma dalam keterangan tertulisnya, kemarin.
Investor Relations APLN Wibisono menambahkan,pembangunan hotel berbintang di Seminyak akan dilakukan mulai tahun depan.Pembangunan tersebut diperkirakan membutuhkan waktu 1,5 tahun.
“Kami masih menghitung berapa dana yang dibutuhkan untuk membangun hotel tersebut. Tapi yang jelas, pendanaannya berasal dari internal dan eksternal,” papar dia.
Dia mengatakan, tahun ini perseroan telah menargetkan mengakuisisi 10–15 proyek atau properti. Tujuh di antara proyek atau properti tersebut sudah direalisasikan. Dalam waktu dekat, perseroan akan menyelesaikan akuisisi proyek atau properti baru lagi.
Diharapkan, akuisisi tersebut dapat mendongkrak penjualan perseroan yang pada lima bulan pertama tahun 2012 telah mencapai Rp2 triliun atau sekitar 47 persen dari target penjualan tahun 2012.
“Untuk mempertahankan kinerja yang sangat baik,perseroan telah melakukan akuisisi sejumlah anak usaha baru dan akan melakukan akuisisi lebih banyak lagi dalam waktu dekat,” kata Wibisono.
Menurut Wibisono,penjualan dan pendapatan usaha perseroan sebagian besar dikontribusi oleh Podomoro City, Kuningan City, Green Bay Pluit, dan Green Lake Sunter. Kontribusi pendapatan berulang terus meningkat menjadi 13,1% pada 1Q-2012,dari hanya 5,8% pada 1Q-2011 .
Hal itu disebabkan konsolidasi Emporium Pluit Mall dan meningkatnya kontribusi dari Central Park Mall dan lainnya.
Analis PT Pefindo Vonny Widjaja & Rachmadi Kurniawan mengatakan, outlook terhadap APLN stabil.Hal ini mencerminkan posisi bisnis APLN yang kuat di industri properti, khususnya pada segmen hunian vertikal dan kualitas aset perusahaan yang di atas rata-rata.
Sedangkan, faktor-faktor yang membatasi perseroan adalah tingkat leverage keuangan yang meningkat dalam waktu dekat untuk membiayai ekspansi bisnis perusahaan.Di samping itu, ketergantungan pada penjualan properti yang sensitif terhadap makroekonomi.
(gpr)
Lihat Juga :