BEI segera Akan delisting emiten nakal

Selasa, 17 Juli 2012 - 13:58 WIB
BEI segera Akan delisting...
BEI segera Akan delisting emiten nakal
A A A
Sindonews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan akan men-delisiting secara paksa atau force delisitng emiten yang melanggar aturan pasar modal.

Direktur Penilai Perusahaan, Hoesen menyebut, saat ini ada dua emiten yaitu PT Davomas Abadi Tbk (DAVO) dan PT Katarina Utama Tbk (RINA) yang dianggap tidak kooperatif karena belum melaporkan laporan keuangan 2011 dan saat ini sudah dilakukan penghentian perdagangan.

"Sekarang sedang proses, bisa saja nanti delisting," katanya saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (17/7/2012).

Dua emiten ini, menurut dia, bersikap tidak kooperatif karena sulit dihubungi untuk dimintai keterangan terkait belum memberikan laporan keuangan 2011.

Davomas, yang merupakan emiten pengolahan cokelat, tengah dihadapi persolan gagal bayar obligasi perusahaan senilai USD198 juta yang jatuh tempo pada 2014 dengan kupon sebesar 11 persen.

"Manajemen Davomas karena ada kegagalan obligasi. Namun saat sulit dihubungi, Davomas tiba-tiba memberikan laporan keuangan. Sekarang sedang dipelajari," aku dia.

Selanjutnya, Katarina Utama juga tengah dihadapkan pada masalah lain yaitu penyelewengan dana IPO dan penggelembungan aset perseroan. RINA memperoleh dana IPO sebesar Rp33,6 miliar pada penawaran Juli 2009 yang rencananya digunakan untuk membeli peralatan, modal kerja serta menambah kantor cabang.

Namun, hingga saat ini, tidak ada realisasi yang signifikan dalam pembelian peralatan, modal kerja serta penambahan kantor cabang. "Emiten yang seperti itu harusnya dibersihkan, karena tidak kooperatif," tandas dia.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BEI Tutup Kode Domisili...
BEI Tutup Kode Domisili Investor, Intip Penjelasannya!
Daftar 10 Emiten Ini...
Daftar 10 Emiten Ini Disuspensi BEI selama 1 Tahun
Grand Launching ASEAN...
Grand Launching ASEAN Investment Challenge 2023
Besok 5 Perusahaan Ini...
Besok 5 Perusahaan Ini Berebutan Cari Duit di Pasar Modal
Rapor Bursa Sepekan,...
Rapor Bursa Sepekan, Kapitalisasi Pasar Naik Jadi Rp9.563 Triliun
Melantai Perdana di...
Melantai Perdana di Bursa, Saham PT Segar Kumala Indonesia Melonjak 24,74 Persen
Berita Terkini
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
24 menit yang lalu
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
9 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
9 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
9 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
10 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
10 jam yang lalu
Infografis
Akhiri Perang Ukraina,...
Akhiri Perang Ukraina, Trump Akan Akui Crimea Milik Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved