Omzet Kafe & Restoran tak terpengaruh Ramadan
Selasa, 17 Juli 2012 - 17:55 WIB
Omzet Kafe & Restoran tak terpengaruh Ramadan
A
A
A
Sindonews.com - Meski jam operasional Kafe dan Restauran saat bulan Ramadan akan berkurang, namun para pengusaha memastikan tidak ada penurunan omzet.
Ketua Asosiasi Kafe dan Restauran (AKAR) Kota Bandung Dadie Soekartin mengatakan, omezet tidak menurun karena tertutupi oleh pelanggan yang datang untuk makan saat berbuka.
“Malah bisa naik omzetnya sampai 20 persen. Malah setiap jam buka banyak yang buka bareng sampai-sampai pengusaha menambah kuota tempat duduk,” jelasnya kepada wartawan disela-sela acara rapat koordinasi jelang bulan ramadan di Mapolrestabes Bandung, Selala (17/7/2012).
Ditanya mengenai apakah ada kenaikan harga terkait dengan momen bulan Ramadan, pihaknya mengungkapkan hal itu tergantung dengan kenaikan harga barang baku.
Dadie mengungkapkan, di bulan Ramadan tidak ada pengaturan jam operasional khusus untuk waktu Kafe dan Restoran beroperasi. “Tidak ada jam khusus, hanya mereka biasanya buka mulai jam tiga atau empat sore. Dan tutup biasanya pas waktu sahur,” katanya.
Menurutnya, saat ini para pengusaha Kafe dan Restauran yang berjumlah lebih dari 2.000 itu sudah sadar untuk menghormati bulan Ramadan. Dia juga mengatakan, tidak ada sanksi bagi para pengusaha yang membuka lapaknya di bawah pukul 15.00 WIB. Pasalnya hal itu akan mendapat sanksi sosial dari masyarakat. “Tidak ada sanksi secara asosiasi dan hukum, hanya masalah sosial saja dari masyarakat.” Katanya.
Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada para pengusaha untuk menyiasati dagangannya agar tidak mengganggu kenyamanan umat muslim saat puasa. “Ya mereka sudah sadar, kalau dagang biasanya ditutup pakai tirai atau gorden dagangannya,” pungkasnya.
Ketua Asosiasi Kafe dan Restauran (AKAR) Kota Bandung Dadie Soekartin mengatakan, omezet tidak menurun karena tertutupi oleh pelanggan yang datang untuk makan saat berbuka.
“Malah bisa naik omzetnya sampai 20 persen. Malah setiap jam buka banyak yang buka bareng sampai-sampai pengusaha menambah kuota tempat duduk,” jelasnya kepada wartawan disela-sela acara rapat koordinasi jelang bulan ramadan di Mapolrestabes Bandung, Selala (17/7/2012).
Ditanya mengenai apakah ada kenaikan harga terkait dengan momen bulan Ramadan, pihaknya mengungkapkan hal itu tergantung dengan kenaikan harga barang baku.
Dadie mengungkapkan, di bulan Ramadan tidak ada pengaturan jam operasional khusus untuk waktu Kafe dan Restoran beroperasi. “Tidak ada jam khusus, hanya mereka biasanya buka mulai jam tiga atau empat sore. Dan tutup biasanya pas waktu sahur,” katanya.
Menurutnya, saat ini para pengusaha Kafe dan Restauran yang berjumlah lebih dari 2.000 itu sudah sadar untuk menghormati bulan Ramadan. Dia juga mengatakan, tidak ada sanksi bagi para pengusaha yang membuka lapaknya di bawah pukul 15.00 WIB. Pasalnya hal itu akan mendapat sanksi sosial dari masyarakat. “Tidak ada sanksi secara asosiasi dan hukum, hanya masalah sosial saja dari masyarakat.” Katanya.
Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada para pengusaha untuk menyiasati dagangannya agar tidak mengganggu kenyamanan umat muslim saat puasa. “Ya mereka sudah sadar, kalau dagang biasanya ditutup pakai tirai atau gorden dagangannya,” pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :