Minim IPO, BUMN dinilai takut transparansi

Selasa, 17 Juli 2012 - 20:59 WIB
Minim IPO, BUMN dinilai...
Minim IPO, BUMN dinilai takut transparansi
A A A
Sindonews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai perusahaan Badan Umum Milik negara (BUMN) masih takut melantai di pasar modal. Pasalnya, dari tujuh BUMN yang ditargetkan melantai tahun ini, nampaknya hanya satu yang nantinya akan melepas sahamnya ke publik.

"Apalagi jika melihat dari tahun 1991. Sejak tahun itu hingga sekarang, hanya ada 18 BUMN yang IPO," kata Direktur Utama BEI Ito Warsito dalam sharing session di BEI, Jakarta Selasa (17/7/2012).

Dengan jumlah itu, tambahnya, jika dilihat secara logika satu BUMN dalam satu tahun pun tidak terealisasi untuk IPO. Ito kembali mempertanyakan bagaimana dukungan pemerintah dalam mendorong perekonomian Indonesia. Apalagi, hingga saat ini Indeks Harga saham Gabungan (IHSG) masih menjadi salah satu acuan pergerakan perekonomian.

"Kalau memang menganggap IHSG sebagai indikasi perekonomian kita, maka perbanyaklah IPO BUMN. Apa mereka (perusahaan BUMN), takut transparan?" tanyanya.

Di kesempatan yang sama, Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) menilai jika perusahaan BUMN yang saat ini masih minim untuk melantai di bursa karena dianggap takut dengan transparansi terutama dalam hal laporan keuangan.

Ketua AEI yang sekaligus ketua Komisi VI DPR RI, Airlangga Hartanto, menyatakan, khusus untuk BUMN perkebunan sangat disayangkan tidak melantai, padahal Indonesia merupakan rajanya perkebunan.

"Apakah pemerintah yang tidak berani transparan? Ini yang menjadi pertanyaan. Atau menteri BUMN takut dengan Bapepam," katanya.

Airlangga menambahkan, selama ini, baru satu BUMN yang diajukan ke DPR yakni Semen Baturaja. Sementara untuk BUMN konstruksi seperti Waskita Karya harus restrukturisasi dan lain-lain. "Intinya, kalau hanya satu yang diajukan, kami (DPR) tidak bisa meloloskan beberapa perusahaan lainnya," tuturnya.

Sebenarnya, kata Airlangga, banyak perusahaan BUMN bagus yang bisa IPO. Tapi Airlangga menyayangkan justru perusahaan yang tidak bagus yang malah diproses pemerintah.

Menurut Airlangga, harusnya perusahaan BUMN yang bergerak di sektor perkebunan dan migas lah yang harus di IPO-kan. "Ke depan, hal ini kembali lagi kepada pemerintah sebagai pemegang saham terbesar perusahaan BUMN," tandasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Srikandi BUMN Hadirkan...
Srikandi BUMN Hadirkan Lingkungan Kerja yang Inklusif
Kekecewaan Jokowi pada...
Kekecewaan Jokowi pada Sejumlah BUMN Sakit, Direspons DPP Pekat IB dengan Aduan ke KPK
Diskusi Mencari Sosok...
Diskusi Mencari Sosok yang Tepat Membangkitkan BUMN
Garuda Indonesia Raih...
Garuda Indonesia Raih Lima Penghargaan Terbaik Pada Ajang BUMN Branding and Marketing Award 2020
BUMN Dipangkas Jadi...
BUMN Dipangkas Jadi 30, Ini Perusahaan yang Bakal Dimerger
Erick Thohir Bakal Tutup...
Erick Thohir Bakal Tutup 7 Perusahaan BUMN yang Tak Beroperasi
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
8 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
8 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
8 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
9 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
9 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
10 jam yang lalu
Infografis
10 Jurusan Favorit BUMN,...
10 Jurusan Favorit BUMN, Anak Muda Wajib Tahu!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved