ReBi beri nilai tambah perusahaan
Kamis, 19 Juli 2012 - 11:48 WIB
ReBi beri nilai tambah perusahaan
A
A
A
Sindonews.com - Pemberian apresiasi dan pengakuan prestasi Rekor Bisnis (ReBi) secara langsung dan tidak langsung diakui memberikan nilai tambah bagi perusahaan yang memperolehnya.
Karena itu, tak heran jika banyak perusahaan yang berusaha mengklaim sebagai yang terbanyak, terbesar, terunik, terlengkap dan tertinggi kepada tim juri ReBI.
Salah satunya Business Development Manager PT SAI Indonesia Renville Rizanul yang mengatakan bahwa keikutsertaan perusahaannya pada ReBi Ke-8 adalah untuk meningkatkan nilai tambah perusahaan. Sebab, sebagai perusahaan jasa, perusahaannya membutuhkan pengakuan dari sebuah lembaga ternama dan independen seperti ReBi yang diadakan oleh Yayasan Tera Foundation dan Harian SINDO.
”Secara langsung ataupun tidak langsung, apresiasi dan pengakuan prestasi dari ReBi bisa meningkatkan kinerja perseroan,” terang dia kepada SINDO di sela-sela penjurian ReBi, di Jakarta, kemarin.
Anak usaha Grup Martha Tilaar ini mengajukan klaim sebagai perusahaan distribusi kosmetik dengan register outlet terbesar di Indonesia. Saat ini, terang Renville, pihaknya memiliki lebih dari 45.000 gerai kosmetik yang tersebar di Indonesia.
Belum ada satu pun perusahaan distribusi kosmetik yang menyamai jumlah gerai distribusi kosmetik yang dimiliki perusahaan. Dia pun mengaku telah menginformasikan keikutsertaan perusahaannya kepada sejumlah klien maupun calon klien.
Hasilnya ternyata cukup positif karena ada 10 perusahaan kosmetik yang beberapa di antaranya berasal dari luar negeri tertarik menggunakan jasa PT SAI dalam mendistribusikan kosmetiknya.
Sementara, Corporate Secretary PT Ciputra Development Tbk (CTRA) Tulus Santoso mengaku, sebagai perusahaan yang banyak mengembangkan properti, pihaknya membutuhkan pengakuan atas kinerja yang dilakukan perseroan.
Salah satunya adalah dengan mengajukan klaim sebagai pengembang residensial dan township dengan penyebaran jumlah kota terbanyak. Perusahaan juga mengklaim sebagai pengembang yang memberikan keuntungan paling besar bagi pembeli produknya melalui kesempatan untuk memenangi hadiah hingga Rp10 miliar.
Ketua Dewan Juri ReBi Eliezer H Hardjo mengatakan, beberapa klaim yang diajukan untuk mendapatkan apresiasi dan pengakuan prestasi rekor bisnis mengindikasikan bahwa perusahaan-perusahaan di Indonesia semakin sadar membutuhkan pengakuan yang objektif atas aktivitas usahanya.
Jumlah perusahaan yang mengajukan klaim pada pelaksanaan ReBi kali ini, papar dia, berjumlah 13 perusahaan. Mereka bukan hanya berasal dari perusahaan lokal tapi juga multinasional, seperti PT CIMB Niaga dan Commonwealth Life. ”Itu berarti apresiasi dan pengakuan ReBi semakin dipercaya menumbuhkan inovasi perusahaan dalam menjalankan usahanya,” tuturnya.
Dia menegaskan, untuk mendapatkan apresiasi dan pengakuan ReBi tidaklah mudah. Ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi, antara lain perusahaan tersebut telah menunjukkan rekam jejak yang baik serta klaim yang diajukan harus menonjol. Selain itu, inovasi yang dilakukan perusahaan-perusahaan itu harus bisa menunjang pendapatan perusahaan secara berkelanjutan.
Anggota Dewan Juri ReBi lainnya adalah Handi Irawan, Nur Kuntjoro, Adler Haymans manurung dan Syahrir Rasyid.
Anggota Dewan Juri Handi Irawan berharap, apresiasi dan pengakuan ReBi juga akan meningkatkan motivasi perusahaan untuk terus maju. Hal itu merupakan proses penting agar perusahaan terpacu menumbuhkan benih-benih inovasi yang pada akhirnya berbuah prestasi.
”Hambatan terhadap pencapaian prestasi yang paling umum terjadi adalah karena rendahnya motivasi,”kata dia.
Karena itu, tak heran jika banyak perusahaan yang berusaha mengklaim sebagai yang terbanyak, terbesar, terunik, terlengkap dan tertinggi kepada tim juri ReBI.
Salah satunya Business Development Manager PT SAI Indonesia Renville Rizanul yang mengatakan bahwa keikutsertaan perusahaannya pada ReBi Ke-8 adalah untuk meningkatkan nilai tambah perusahaan. Sebab, sebagai perusahaan jasa, perusahaannya membutuhkan pengakuan dari sebuah lembaga ternama dan independen seperti ReBi yang diadakan oleh Yayasan Tera Foundation dan Harian SINDO.
”Secara langsung ataupun tidak langsung, apresiasi dan pengakuan prestasi dari ReBi bisa meningkatkan kinerja perseroan,” terang dia kepada SINDO di sela-sela penjurian ReBi, di Jakarta, kemarin.
Anak usaha Grup Martha Tilaar ini mengajukan klaim sebagai perusahaan distribusi kosmetik dengan register outlet terbesar di Indonesia. Saat ini, terang Renville, pihaknya memiliki lebih dari 45.000 gerai kosmetik yang tersebar di Indonesia.
Belum ada satu pun perusahaan distribusi kosmetik yang menyamai jumlah gerai distribusi kosmetik yang dimiliki perusahaan. Dia pun mengaku telah menginformasikan keikutsertaan perusahaannya kepada sejumlah klien maupun calon klien.
Hasilnya ternyata cukup positif karena ada 10 perusahaan kosmetik yang beberapa di antaranya berasal dari luar negeri tertarik menggunakan jasa PT SAI dalam mendistribusikan kosmetiknya.
Sementara, Corporate Secretary PT Ciputra Development Tbk (CTRA) Tulus Santoso mengaku, sebagai perusahaan yang banyak mengembangkan properti, pihaknya membutuhkan pengakuan atas kinerja yang dilakukan perseroan.
Salah satunya adalah dengan mengajukan klaim sebagai pengembang residensial dan township dengan penyebaran jumlah kota terbanyak. Perusahaan juga mengklaim sebagai pengembang yang memberikan keuntungan paling besar bagi pembeli produknya melalui kesempatan untuk memenangi hadiah hingga Rp10 miliar.
Ketua Dewan Juri ReBi Eliezer H Hardjo mengatakan, beberapa klaim yang diajukan untuk mendapatkan apresiasi dan pengakuan prestasi rekor bisnis mengindikasikan bahwa perusahaan-perusahaan di Indonesia semakin sadar membutuhkan pengakuan yang objektif atas aktivitas usahanya.
Jumlah perusahaan yang mengajukan klaim pada pelaksanaan ReBi kali ini, papar dia, berjumlah 13 perusahaan. Mereka bukan hanya berasal dari perusahaan lokal tapi juga multinasional, seperti PT CIMB Niaga dan Commonwealth Life. ”Itu berarti apresiasi dan pengakuan ReBi semakin dipercaya menumbuhkan inovasi perusahaan dalam menjalankan usahanya,” tuturnya.
Dia menegaskan, untuk mendapatkan apresiasi dan pengakuan ReBi tidaklah mudah. Ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi, antara lain perusahaan tersebut telah menunjukkan rekam jejak yang baik serta klaim yang diajukan harus menonjol. Selain itu, inovasi yang dilakukan perusahaan-perusahaan itu harus bisa menunjang pendapatan perusahaan secara berkelanjutan.
Anggota Dewan Juri ReBi lainnya adalah Handi Irawan, Nur Kuntjoro, Adler Haymans manurung dan Syahrir Rasyid.
Anggota Dewan Juri Handi Irawan berharap, apresiasi dan pengakuan ReBi juga akan meningkatkan motivasi perusahaan untuk terus maju. Hal itu merupakan proses penting agar perusahaan terpacu menumbuhkan benih-benih inovasi yang pada akhirnya berbuah prestasi.
”Hambatan terhadap pencapaian prestasi yang paling umum terjadi adalah karena rendahnya motivasi,”kata dia.
(gpr)
Lihat Juga :