Jero: Naikkan tarif listrik? tanya DPR
Jum'at, 20 Juli 2012 - 15:00 WIB
Jero: Naikkan tarif listrik? tanya DPR
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jero Wacik menyatakan belum ada keputusan terkait kenaikan harga listrik yang sebelumnya sempat diusulkan oleh Kementerian Keuangan.
Menurut Jero harus dibicarakan terlebih dahulu dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. "Itu belum diputuskan dengan DPR karena harus ada persetujuan dengan DPR," ucap Jero di kantornya, Jakarta, Jumat (20/7/2012).
Jero menambahkan, pihaknya akan memfasilitasi usulan tersebut hingga dibahas dengan DPR. "Kita sedang godok difasilitasikan dan nanti ada keputusan,"ucapnya.
Namun yang pasti, Jero mengakui konsumsi listrik pada masyarakat kelas menengah memang sangat besar. Sehingga perlu ada pembatasan subsidi agar tepat sasaran. "Ini namanya subsidi besar sekali sehigga harus ditanggung bersama," pungkas Jero.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengusulkan adanya penyesuaian tarif tenaga listrik secara berkala atau "automatic tarif adjustment" untuk mengurangi beban subsidi energi listrik yang makin bertambah setiap tahun.
"Jadi setiap tiga bulan tarif itu bisa disesuaikan dengan kondisi yang ada dan sesuai dengan formula yang sehat. Ini pernah kita lakukan pada 1993-1996," katanya di Jakarta belum lama ini.
Menkeu mengatakan, usulan itu patut dipertimbangkan karena sistem tarif yang ditetapkan PT PLN saat ini, justru mengakibatkan semua kalangan masyarakat menikmati subsidi tersebut termasuk golongan mampu.
"Hampir semua segmen memperoleh subsidi. Jadi harga jualnya lebih rendah dari biaya produksinya, dan itu bukan hanya berlaku bagi rumah tangga dengan konsumsi listrik yang rendah, tapi bahkan rumah-rumah dan industri yang mewah serta bisnis yang besar," tandasnya.
Menurut Jero harus dibicarakan terlebih dahulu dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. "Itu belum diputuskan dengan DPR karena harus ada persetujuan dengan DPR," ucap Jero di kantornya, Jakarta, Jumat (20/7/2012).
Jero menambahkan, pihaknya akan memfasilitasi usulan tersebut hingga dibahas dengan DPR. "Kita sedang godok difasilitasikan dan nanti ada keputusan,"ucapnya.
Namun yang pasti, Jero mengakui konsumsi listrik pada masyarakat kelas menengah memang sangat besar. Sehingga perlu ada pembatasan subsidi agar tepat sasaran. "Ini namanya subsidi besar sekali sehigga harus ditanggung bersama," pungkas Jero.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengusulkan adanya penyesuaian tarif tenaga listrik secara berkala atau "automatic tarif adjustment" untuk mengurangi beban subsidi energi listrik yang makin bertambah setiap tahun.
"Jadi setiap tiga bulan tarif itu bisa disesuaikan dengan kondisi yang ada dan sesuai dengan formula yang sehat. Ini pernah kita lakukan pada 1993-1996," katanya di Jakarta belum lama ini.
Menkeu mengatakan, usulan itu patut dipertimbangkan karena sistem tarif yang ditetapkan PT PLN saat ini, justru mengakibatkan semua kalangan masyarakat menikmati subsidi tersebut termasuk golongan mampu.
"Hampir semua segmen memperoleh subsidi. Jadi harga jualnya lebih rendah dari biaya produksinya, dan itu bukan hanya berlaku bagi rumah tangga dengan konsumsi listrik yang rendah, tapi bahkan rumah-rumah dan industri yang mewah serta bisnis yang besar," tandasnya.
(gpr)
Lihat Juga :