Pemerintah dinilai belum serius urusi pangan
Sabtu, 21 Juli 2012 - 14:00 WIB
Pemerintah dinilai belum serius urusi pangan
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah dinilai tidak serius dalam menyelesaikan masalah pangan di Indonesia. Padahal, pangan selalu menjadi pembahasan penting karena terkait dengan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog, Sutarto Alimoeso mengatakan urusan pangan merupakan masalahnyang sangat penting. Akan tetapi, Sutarto menilai, pemerintah belum serius dalam mengelesaikan masalah pangan di Indonesia.
"Memang kita harus menjadikan masalah pangan ini sebagai sesuatu yang penting. Memang tidak mudah menyediakan pangan untuk dua juta lebih penduduk Indonesia," ujar Sutarto, di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (21/7/2012).
Sejauh ini, Bulog menurutnya tidak cukup kuat untuk menjaga kestabilan harga pangan. Namun, pihaknya tetap menyiapkan diri jika masyarakat menuntut terhadap kenaikan harga, meskipun hal itu di atas kapasitas Bulog sebagai Perusahaan Umum (Perum).
"Tuntutan masyarakat terhadap Bulog, di atas kapasitas Bulog sebagai Perum. Tapi apa boleh buat, kami sudah menyiapkan diri. Terutama permasalahan beras bagaimana kami menjaga agar harga beras stabil," jelasnya.
Terkait dengan kenaikan harga beras pada bulan Ramadan dan menjelang lebaran, Sutarto menilai sejauh ini masih dalam kondisi wajar dan stabil. Dalam laporannya, Sutarto mengatakan harga beras hanya mengalami kenaikan sebesar 0,47 persen. (mai)
Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog, Sutarto Alimoeso mengatakan urusan pangan merupakan masalahnyang sangat penting. Akan tetapi, Sutarto menilai, pemerintah belum serius dalam mengelesaikan masalah pangan di Indonesia.
"Memang kita harus menjadikan masalah pangan ini sebagai sesuatu yang penting. Memang tidak mudah menyediakan pangan untuk dua juta lebih penduduk Indonesia," ujar Sutarto, di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (21/7/2012).
Sejauh ini, Bulog menurutnya tidak cukup kuat untuk menjaga kestabilan harga pangan. Namun, pihaknya tetap menyiapkan diri jika masyarakat menuntut terhadap kenaikan harga, meskipun hal itu di atas kapasitas Bulog sebagai Perusahaan Umum (Perum).
"Tuntutan masyarakat terhadap Bulog, di atas kapasitas Bulog sebagai Perum. Tapi apa boleh buat, kami sudah menyiapkan diri. Terutama permasalahan beras bagaimana kami menjaga agar harga beras stabil," jelasnya.
Terkait dengan kenaikan harga beras pada bulan Ramadan dan menjelang lebaran, Sutarto menilai sejauh ini masih dalam kondisi wajar dan stabil. Dalam laporannya, Sutarto mengatakan harga beras hanya mengalami kenaikan sebesar 0,47 persen. (mai)
(and)
Lihat Juga :