Pegadaian incar go public awal 2013
Senin, 23 Juli 2012 - 09:10 WIB
Pegadaian incar go public awal 2013
A
A
A
Sindonews.com – PT Pegadaian (Persero) tetap berharap penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) bisa direalisasikan pada semester I tahun depan.
Perseroan mengaku telah siap mencatatkan sahamnya di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal 2013. Rencana IPO Pegadaian sebelumnya mendapatkan penolakan untuk kali kedua oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada tahun ini. Bendahara negara tersebut meminta Pegadaian untuk memperkuat struktur perusahaan terlebih dahulu sebelum menggelar IPO. Kemenkeu berpendapat, perubahan status Pegadaian dari perusahaan umum (perum) menjadi perseroan baru efektif berjalan sejak April 2012.
“Tahun ini, kami tidak jadi IPO. Kalau itu (IPO) terjadi tahun depan, ekspektasi saya dilakukan pada semester I/2013,” kata Direktur Keuangan PT Pegadaian Dwi Agus Pramudya di Jakarta baru-baru ini. Disinggung mengenai dana yang diincar dari gelaran IPO, dia masih akan menghitung kebutuhan perseroan pada tahun depan. Dwi mem perkirakan antara Rp7-9 triliun. Selain dari gelaran IPO, alternatif sumber pendanaan akan dicari dari pinjaman perbankan atau menerbitkan surat utang (obligasi).
Dwi mengungkapkan, perseroan akan menyusun Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) pada kuartal III/2012 guna melihat dan merinci ke bu - tuhan dana per usa haan pada 2013. Sementara, tahun ini kebutuhan dana perseroan sebesar Rp7 triliun. Dana tersebut berasal dari penerbitan obligasi ber ke lan jutan tahap II senilai Rp1 tri liun pada Januari 2012 dan pin jaman perbankan lantaran plafon pinjaman perbankan dari tujuh bank kepada Pegadaian cukup besar. Dari total kebutuhan perseroan tahun ini sebesar Rp7 triliun, Dwi mengatakan, su dah terserap sekitar Rp3,5 triliun hingga semester I.
Dana tersebut digunakan untuk pembiayaan ke masyarakat. Sedangkan, sisa dana akan di alo kasikan untuk pembiayaan di sisa tahun ini dan mem bayar utang jatuh tempo berupa su rat utang jangka menengah (me dium term notes/MTN) senilai Rp425 miliar pada September 2012. “Kami akan melunasinya dari dana yang sudah ada. Surat utang yang jatuh tempo hanya MTN, sedangkan obligasi tidak ada,” ujar Dwi.
Terkait kinerja hingga peng hujung tahun ini, perseroan menargetkan bisa membukukan kinerja positif. Pada akhir 2012 Pegadaian menarget kan pendapatan sebesar Rp6-7 triliun dengan laba bersih antara Rp1,6–1,8 triliun. “Untuk pertumbuhan masih kami maintain di kisaran 25–30 persen dibanding tahun lalu,” imbuh Dwi.
Dia menambahkan, perseroan berupaya akan terus meningkatkan kinerja maupun operasional perusahaan untuk melangkah pada gelaran IPO. Pasalnya, dengan positifnya kinerja perseroan akan memberi imbas positif IPO perseroan. Sebelumnya pemerintah melalui Kementerian BUMN berencana melepas saham perseroan maksimal 30 persen, dengan target dana sebanyak-banyaknya Rp6,4 triliun.
Deputi Menteri BUMN Bidang Usaha Jasa Parikesit Suprapto menuturkan, pemegang saham seluruh BUMN tersebut akan kembali mengajukan Pegadian dalam rencana privatisasi BUMN pada tahun depan. “IPO Pegadaian ditunda tahun depan. Kami akan kembali mengajukannya di 2013,” ujarnya.
Perseroan mengaku telah siap mencatatkan sahamnya di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal 2013. Rencana IPO Pegadaian sebelumnya mendapatkan penolakan untuk kali kedua oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada tahun ini. Bendahara negara tersebut meminta Pegadaian untuk memperkuat struktur perusahaan terlebih dahulu sebelum menggelar IPO. Kemenkeu berpendapat, perubahan status Pegadaian dari perusahaan umum (perum) menjadi perseroan baru efektif berjalan sejak April 2012.
“Tahun ini, kami tidak jadi IPO. Kalau itu (IPO) terjadi tahun depan, ekspektasi saya dilakukan pada semester I/2013,” kata Direktur Keuangan PT Pegadaian Dwi Agus Pramudya di Jakarta baru-baru ini. Disinggung mengenai dana yang diincar dari gelaran IPO, dia masih akan menghitung kebutuhan perseroan pada tahun depan. Dwi mem perkirakan antara Rp7-9 triliun. Selain dari gelaran IPO, alternatif sumber pendanaan akan dicari dari pinjaman perbankan atau menerbitkan surat utang (obligasi).
Dwi mengungkapkan, perseroan akan menyusun Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) pada kuartal III/2012 guna melihat dan merinci ke bu - tuhan dana per usa haan pada 2013. Sementara, tahun ini kebutuhan dana perseroan sebesar Rp7 triliun. Dana tersebut berasal dari penerbitan obligasi ber ke lan jutan tahap II senilai Rp1 tri liun pada Januari 2012 dan pin jaman perbankan lantaran plafon pinjaman perbankan dari tujuh bank kepada Pegadaian cukup besar. Dari total kebutuhan perseroan tahun ini sebesar Rp7 triliun, Dwi mengatakan, su dah terserap sekitar Rp3,5 triliun hingga semester I.
Dana tersebut digunakan untuk pembiayaan ke masyarakat. Sedangkan, sisa dana akan di alo kasikan untuk pembiayaan di sisa tahun ini dan mem bayar utang jatuh tempo berupa su rat utang jangka menengah (me dium term notes/MTN) senilai Rp425 miliar pada September 2012. “Kami akan melunasinya dari dana yang sudah ada. Surat utang yang jatuh tempo hanya MTN, sedangkan obligasi tidak ada,” ujar Dwi.
Terkait kinerja hingga peng hujung tahun ini, perseroan menargetkan bisa membukukan kinerja positif. Pada akhir 2012 Pegadaian menarget kan pendapatan sebesar Rp6-7 triliun dengan laba bersih antara Rp1,6–1,8 triliun. “Untuk pertumbuhan masih kami maintain di kisaran 25–30 persen dibanding tahun lalu,” imbuh Dwi.
Dia menambahkan, perseroan berupaya akan terus meningkatkan kinerja maupun operasional perusahaan untuk melangkah pada gelaran IPO. Pasalnya, dengan positifnya kinerja perseroan akan memberi imbas positif IPO perseroan. Sebelumnya pemerintah melalui Kementerian BUMN berencana melepas saham perseroan maksimal 30 persen, dengan target dana sebanyak-banyaknya Rp6,4 triliun.
Deputi Menteri BUMN Bidang Usaha Jasa Parikesit Suprapto menuturkan, pemegang saham seluruh BUMN tersebut akan kembali mengajukan Pegadian dalam rencana privatisasi BUMN pada tahun depan. “IPO Pegadaian ditunda tahun depan. Kami akan kembali mengajukannya di 2013,” ujarnya.
(and)
Lihat Juga :