China perbesar investasi di Jabar
Senin, 23 Juli 2012 - 11:23 WIB
China perbesar investasi di Jabar
A
A
A
Sindonews.com – Republik Rakyat Tiongkok (RRT) berkomitmen memperbesar investasi di Jawa Barat dengan menyasar sektor infrastruktur, pertanian, pertambangan, tekstil, dan produk tekstil (TPT).
Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Indonesia, Liu Jian Chao,mengatakan,beberapa sektor yang cukup potensial digarap di antaranya pertanian, pertambangan, dan TPT. Sedangkan sektor infrastruktur, China telah lama terlibat pada beberapa pembangunan jalan tol,jembatan, listrik, dan telekomunikasi di Indonesia.
“Kami tidak bisa memperkirakan berapa investasi China yang akan masuk Jabar, tapi pada beberapa bulan terakhir minat investor China menjajaki investasi di Jabar cukup tinggi,” ujar Liu Jian Chao di sela-sela talkshowStrategi Partnership antara Indonesia- China di Hotel Savoy Homann, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, pekan lalu.
Tahun ini, China telah mengalokasikan dana kredit senilai USD25 miliar untuk menunjang pembangunan infrastruktur di kawasan ASEAN. Dalam waktu dekat,China akan menginvestasikan dana senilai jutaan dolar Amerika Serikat ke Indonesia pada sektor pertambangan. Hingga kini, nilai investasi China ke Indonesia mencapai USD28 miliar. Di Jabar, investasi China pada infrastruktur jalan tol telah mencapai USD120 juta.
Pembangunan bendungan Jatigede senilai USD290 juta dan pembangkit listrik USD860 juta di Indramayu. Kepala Badan Koordinasi Promosi dan Penanaman Modal Daerah (BKPPMD) Jabar Agus Gustiar menuturkan, pemerintah China berminat menambah investasinya di Jabar. Bentuknya tidak hanya pada pembangunan infrastruktur, tetapi sektor lain misalnya pertanian, energi, termasuk tekstil dan produk tekstil (TPT).
“Mereka juga terlibat pada pengembangan kawasan perdagangan di Bekasi. Ini menunjukkan keseriusan China berinvestasi di Indonesia,” ucap Agus Gustiar.
Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Indonesia, Liu Jian Chao,mengatakan,beberapa sektor yang cukup potensial digarap di antaranya pertanian, pertambangan, dan TPT. Sedangkan sektor infrastruktur, China telah lama terlibat pada beberapa pembangunan jalan tol,jembatan, listrik, dan telekomunikasi di Indonesia.
“Kami tidak bisa memperkirakan berapa investasi China yang akan masuk Jabar, tapi pada beberapa bulan terakhir minat investor China menjajaki investasi di Jabar cukup tinggi,” ujar Liu Jian Chao di sela-sela talkshowStrategi Partnership antara Indonesia- China di Hotel Savoy Homann, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, pekan lalu.
Tahun ini, China telah mengalokasikan dana kredit senilai USD25 miliar untuk menunjang pembangunan infrastruktur di kawasan ASEAN. Dalam waktu dekat,China akan menginvestasikan dana senilai jutaan dolar Amerika Serikat ke Indonesia pada sektor pertambangan. Hingga kini, nilai investasi China ke Indonesia mencapai USD28 miliar. Di Jabar, investasi China pada infrastruktur jalan tol telah mencapai USD120 juta.
Pembangunan bendungan Jatigede senilai USD290 juta dan pembangkit listrik USD860 juta di Indramayu. Kepala Badan Koordinasi Promosi dan Penanaman Modal Daerah (BKPPMD) Jabar Agus Gustiar menuturkan, pemerintah China berminat menambah investasinya di Jabar. Bentuknya tidak hanya pada pembangunan infrastruktur, tetapi sektor lain misalnya pertanian, energi, termasuk tekstil dan produk tekstil (TPT).
“Mereka juga terlibat pada pengembangan kawasan perdagangan di Bekasi. Ini menunjukkan keseriusan China berinvestasi di Indonesia,” ucap Agus Gustiar.
(and)
Lihat Juga :