Tunggakan dana tembakau Bojonegoro capai Rp706 juta
Senin, 23 Juli 2012 - 14:58 WIB
Tunggakan dana tembakau Bojonegoro capai Rp706 juta
A
A
A
Sindonews.com - Dana pinjaman pembelian benih tembakau bagi petani di Bojonegoro pada tahun 2010 dan 2011 macet. Petani diberikan waktu hingga akhir Juli ini untuk mengembalikan dana tersebut.
Dana pinjaman benih tembakau pada tahun 2010 tercatat sebesar Rp5,5 miliar. Namun, dana yang kembali hanya sebesar Rp5,2 miliar. Tunggakan dana yang masih nyantol di petani tembakau sebesar Rp316 juta.
Sedangkan, dana pinjaman benih tembakau pada 2011 mencapai Rp7,5 miliar. Namun, dana yang kembali hanya sebesar Rp7,1 miliar. Tunggakan dana yang belum tertagih sebesar Rp390 juta. Sehingga kalau ditotal tunggakan dana pinjaman benih tembakau tahun 2010 dan 2011 mencapai Rp706 juta.
Kepala Dinas Perhutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Bojonegoro Akhmad Djupari mengatakan, tunggakan dana pinjaman benih tembakau itu kebanyakan masih nyantol di petani dan kelompok tani.
“Kami terus menagih tunggakan dana itu. Sebab, itu uang negara,” ujarnya usai dengar pendapat dengan Komisi B DPRD Bojonegoro, Senin (23/7/2012).
Menurutnya, tunggakan dana itu terbilang masih wajar. Sebab, kata dia, dana yang telah kembali lebih dari 80 persen. Selain itu, petani sampai saat ini masih mengangsur pengembalian dana tersebut. “Petani diberi waktu paling lambat akhir Juli ini untuk mengembalikan dana tersebut,” ujarnya.
Menanggapi tunggakan dana benih tembakau itu, Wakil Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro Ali Mahmudi mengatakan, semestinya sejak awal pihak Dishutbun selektif dalam memberikan pinjaman kepada petani tembakau. “Kalau sejak awal selektif, maka tidak akan terjadi tunggakan dana sebesar itu,” ujarnya.
Program pemberian dana pinjaman benih tembakau itu tetap berlanjut. Pada tahun 2012 total dana pinjaman yang disalurkan sebesar Rp8,6 miliar. Pinjaman itu diberikan pada 132 kelompok tani tembakau dan pengusaha tembakau di Bojonegoro.
Areal tanaman tembakau di Bojonegoro tahun ini seluas 11 ribu hektare tersebar di sejumlah kecamatan di antaranya Kecamatan Baureno, Kepohbaru, Kanor, Kedungadem, Temayang, Sukosewu, Ngasem, Padangan, dan Malo. Hasil panen tembakau ditargetkan sebanyak 1,2 ton. Pada tahun 2011 lalu hasil panen tembakau di Bojonegoro mencapai 1,37 ton.
Tanaman tembakau dari Bojonegoro dikenal kualitasnya baik. Tembakau jenis Jawa dan Virginia banyak dikirim ke pabrikan rokok lokal dan Jatim. Tembakau atau disebut juga emas hijau itu menjadi salah satu andalan Bojonegoro selain minyak dan gas bumi.
Dana pinjaman benih tembakau pada tahun 2010 tercatat sebesar Rp5,5 miliar. Namun, dana yang kembali hanya sebesar Rp5,2 miliar. Tunggakan dana yang masih nyantol di petani tembakau sebesar Rp316 juta.
Sedangkan, dana pinjaman benih tembakau pada 2011 mencapai Rp7,5 miliar. Namun, dana yang kembali hanya sebesar Rp7,1 miliar. Tunggakan dana yang belum tertagih sebesar Rp390 juta. Sehingga kalau ditotal tunggakan dana pinjaman benih tembakau tahun 2010 dan 2011 mencapai Rp706 juta.
Kepala Dinas Perhutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Bojonegoro Akhmad Djupari mengatakan, tunggakan dana pinjaman benih tembakau itu kebanyakan masih nyantol di petani dan kelompok tani.
“Kami terus menagih tunggakan dana itu. Sebab, itu uang negara,” ujarnya usai dengar pendapat dengan Komisi B DPRD Bojonegoro, Senin (23/7/2012).
Menurutnya, tunggakan dana itu terbilang masih wajar. Sebab, kata dia, dana yang telah kembali lebih dari 80 persen. Selain itu, petani sampai saat ini masih mengangsur pengembalian dana tersebut. “Petani diberi waktu paling lambat akhir Juli ini untuk mengembalikan dana tersebut,” ujarnya.
Menanggapi tunggakan dana benih tembakau itu, Wakil Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro Ali Mahmudi mengatakan, semestinya sejak awal pihak Dishutbun selektif dalam memberikan pinjaman kepada petani tembakau. “Kalau sejak awal selektif, maka tidak akan terjadi tunggakan dana sebesar itu,” ujarnya.
Program pemberian dana pinjaman benih tembakau itu tetap berlanjut. Pada tahun 2012 total dana pinjaman yang disalurkan sebesar Rp8,6 miliar. Pinjaman itu diberikan pada 132 kelompok tani tembakau dan pengusaha tembakau di Bojonegoro.
Areal tanaman tembakau di Bojonegoro tahun ini seluas 11 ribu hektare tersebar di sejumlah kecamatan di antaranya Kecamatan Baureno, Kepohbaru, Kanor, Kedungadem, Temayang, Sukosewu, Ngasem, Padangan, dan Malo. Hasil panen tembakau ditargetkan sebanyak 1,2 ton. Pada tahun 2011 lalu hasil panen tembakau di Bojonegoro mencapai 1,37 ton.
Tanaman tembakau dari Bojonegoro dikenal kualitasnya baik. Tembakau jenis Jawa dan Virginia banyak dikirim ke pabrikan rokok lokal dan Jatim. Tembakau atau disebut juga emas hijau itu menjadi salah satu andalan Bojonegoro selain minyak dan gas bumi.
(gpr)
Lihat Juga :