PLN bantah minta panas bumi dipercepat
Selasa, 24 Juli 2012 - 17:10 WIB
PLN bantah minta panas bumi dipercepat
A
A
A
Sindonews.com - Direktur Konstruksi PLN Nasri Sebayang membantah pernyataan yang menyebutkan PLN meminta percepatan pengoprasian Pembangkit listrik Tenaga Panas (PLTP), pasalnya pengoprasionalisasi PLTP tersebut sudah ditentukan saat tanda tangan kontrak.
"Tak benar statement untuk permintaan dipercepat. Sebab, konrak kita dengan Sumitomo itu tetap Oktober," terang Nasri Sebayang kepada wartawan saat dijumpai di kantornya, Jakarta, Selasa (24/7/2012).
Untuk PLTP Ulu-Ulu 2x55 MW, tambah Nasri, unit I sedang testing comissioning dan beroperasi komersial akhir Agustus 2012, unit II beroperasi Oktober 2012. "Sebenarnya waktu pengoperasian tersebut merupakan keterlambatan yang disebabkan keterlambatan pasokan uap," ungkapnya.
Unit I, kata Nasri, sedikit terlambat beroperasi karena pasokan uapnya terlambat. "Uap harusnya dipasok 1 April 2012, faktanya dipasok 26 mei 2012, PGE yang terlambat memasoknya. Jadi, Ulu-Ulu yang semestinya beroperasi komersial Juni diundur menjadi Agustus," jelas Nasri lagi.
Dengan kondisi dimana pasokan uap yang terbatas, maka dapat mempengaruhi mekanisme pengoprasian PLTP. "Kedua, PLTP Lenong Unit IV, tapi uapnya masih terbatas. Karena uap untuk Lenong IV digunakan uap untuk unit III, sementara penambahan sumurnya masih belum selesai. Uap baru bisa dipasok Desember 2012. Pembangkit di Lenong IV sudah jadi, tapi uapnya belum jadi," tutup Nasri.
"Tak benar statement untuk permintaan dipercepat. Sebab, konrak kita dengan Sumitomo itu tetap Oktober," terang Nasri Sebayang kepada wartawan saat dijumpai di kantornya, Jakarta, Selasa (24/7/2012).
Untuk PLTP Ulu-Ulu 2x55 MW, tambah Nasri, unit I sedang testing comissioning dan beroperasi komersial akhir Agustus 2012, unit II beroperasi Oktober 2012. "Sebenarnya waktu pengoperasian tersebut merupakan keterlambatan yang disebabkan keterlambatan pasokan uap," ungkapnya.
Unit I, kata Nasri, sedikit terlambat beroperasi karena pasokan uapnya terlambat. "Uap harusnya dipasok 1 April 2012, faktanya dipasok 26 mei 2012, PGE yang terlambat memasoknya. Jadi, Ulu-Ulu yang semestinya beroperasi komersial Juni diundur menjadi Agustus," jelas Nasri lagi.
Dengan kondisi dimana pasokan uap yang terbatas, maka dapat mempengaruhi mekanisme pengoprasian PLTP. "Kedua, PLTP Lenong Unit IV, tapi uapnya masih terbatas. Karena uap untuk Lenong IV digunakan uap untuk unit III, sementara penambahan sumurnya masih belum selesai. Uap baru bisa dipasok Desember 2012. Pembangkit di Lenong IV sudah jadi, tapi uapnya belum jadi," tutup Nasri.
(gpr)
Lihat Juga :