Mobnas masih butuh kesiapan infrastruktur

Rabu, 25 Juli 2012 - 09:13 WIB
Mobnas masih butuh kesiapan...
Mobnas masih butuh kesiapan infrastruktur
A A A
Sindonews.com – Harapan pemerintah mewujudkan mobil listrik sebagai mobil nasional masih akan melalui jalan panjang. Kesiapan infrastruktur menjadi prioritas utama yang harus dituntaskan.

Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, yang mendesak untuk disiapkan adalah infrastruktur listrik untuk mengisi ulang tenaga mobil listrik. Indonesia diperkirakan membutuhkan waktu 1–2 tahun agar produksi mobil listrik bisa masuk dalam skala industri.
”Stasiun untuk charger (pengisian ulang baterai) itu yang harus diperhatikan karena di beberapa negara, hal tersebut merupakan prioritas utama. Jika mobil listrik diproduksi secara massal, dibutuhkan stasiun pengisian bahan bakar yang sesuai dengan standar pemerintah, ”ujar MS Hidayat di Jakarta,kemarin.

Ketua II Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang juga Presiden Direktur PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IMAI) Yohannes Nangoi membenarkan kesiapan infrastruktur harus dipersiapkan. Selain itu, pemerintah juga harus memikirkan teknologi berupa baterai yang merupakan elemen penting dari mobil listrik. Sejauh ini sangat sedikit produsen yang mampu memproduksi baterai mobil listrik.

Melihat kondisi sekarang, dia melihat sangat sulit mewujudkan mobil listrik dalam dua tahun ke depan. ”Target dua tahun untuk produksi massal menurut saya cukup berat. Handicap masih banyak. Pemerintah juga harus menghitung berapa besar biaya yang akan dikeluarkan nantinya, terutama untuk listriknya,” ujar dia di Jakarta kemarin.

PT Toyota Astra Motor juga menilai ambisi mobil listrik masih perlu didukung ketersediaan infrastruktur. Sebab, infrastruktur pengisian listrik belum tersedia. "Harus disiapkan dulu infrastrukturnya," ujar General Manager Corporate Planning & Public Relation PT ToyotaAstra Motor Widyawati Soedigdo saat diminta pendapatnya. Toyota sendiri menyambut baik produksi mobil listrik tersebut di Tanah Air,sebab hal ini akan memberikan pilihan kepada konsumen di Indonesia.

Kendati demikian Toyota memilih fokus memasarkan mobil hibrida bagi konsumen yang ingin menghemat konsumsi BBM. Senada, Chief Operating Officer PT Astra International Daihatsu Sales Operation Toto Suryana melihat ketersediaan infrastruktur pendukung mobil listrik menjadi kunci utama suksesnya pengembangan mobil listrik. Begitu pun after sales service. ”Beberapa tahun lalu Pemprov DKI Jakarta mencanangkan program langit biru. Banyak mobil pemprov yang menggunakan konverter BBG. Namun karena infrastruktur pengisian gasnya belum siap, program tersebut terhenti,” katanya.

Sementara itu,Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual PT Honda Prospect Motor (HPM) Jonfis Fandy menilai wajar bagi Indonesia untuk mempelajari sebuah teknologi baru seperti mobil listrik. Namun, sebelum melabelinya dengan ”mobil nasional” memang ada beberapa hal yang harus ditelaah terlebih dulu. ”Masih banyak tahapan yang harus dijalani untuk menjadikannya sebuah mobil komersial, masih banyak hal yang perlu dievaluasi,”paparnya.

Yang disoroti Jonfis adalah soal infrastruktur. Bagaimana pemerintah menyediakan stasiun pengisian listrik yang memberikan suplai listrik konsisten dan sesuai dengan spesifikasi mobil. ”Untuk membangunnya butuh biaya sangat besar. Karena itu sekarang masih terlalu dini. Mungkin baru 10 tahun ke depan baru bisa terealisasi,”ujarnya.

Honda sendiri sudah memiliki varian mobil listrik.Yang terbaru, Honda Fit EV (Electric Vehicle) malah mendapat label mobil bertenaga listrik paling irit di Amerika. Dalam tes yang dilakukan Environment Protection Agency (EPA), Honda Fit EV mampu mencapai jarak tempuh 133,6 km dalam sekali pengisian baterai secara penuh. Jika dikonversikan dalam bahan bakar konvensional setara dengan 50,1 km/liter.

Adapun tenaganya mampu menghasilkan tenaga maksimum sebesar 125 PS dan torsi sebesar 255 Nm. Honda Fit EV membutuhkan waktu 3 jam untuk pengisian baterai listriknya yang bertegangan 240 volt dari kondisi kosong hingga penuh. Wakil Presiden Direktur PT Nissan Motor Indonesia (NMI) Teddy Irawan sepakat pemerintah harus memberi perhatian pada kesiapan infrastruktur karena sejauh ini sama sekali belum terbentuk.

Di negara seperti Amerika memang sudah tersedia stasiun pengisian listrik (Quick Charge). Namun, hal ini menurut Teddy bisa dilakukan jika memang ada keseriusan dari pemerintah. Seperti diberitakan, pemerintah menegaskan keseriusannya menggarap mobil listrik sebagai mobil nasional.

Untuk mempercepat terwujudnya ambisi tersebut, pemerintah berencana membangun Pusat Pengembangan Teknologi dan Industri Otomotif (PPTIO). Pemerintah juga segera mengeluarkan peraturan pemerintah (PP) yang ditargetkan terbit sebelum tanggal 30 Agustus 2012.
(and)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rencana Hadirkan Mobil...
Rencana Hadirkan Mobil Nasional Indonesia Perlu Dilakukan Bertahap, Pengamat: Jangan Langsung ke EV
Perusahaan Mobil China...
Perusahaan Mobil China Bantu Polandia Bikin Mobil Nasional
Mobil Nasional Vietnam...
Mobil Nasional Vietnam Bertingkah Lagi
Rapor Wuling Air ev...
Rapor Wuling Air ev Selama 3 Tahun Beredar di Indonesia
Mobil Nasional Vietnam...
Mobil Nasional Vietnam Akan Jual Dua Mobil Listrik ke Amerika Serikat
Prabowo Larang Mobil...
Prabowo Larang Mobil Impor, BAIC Siap Gandeng Pindad Produksi Mobil Nasional
Berita Terkini
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
6 jam yang lalu
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
7 jam yang lalu
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
9 jam yang lalu
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
11 jam yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
12 jam yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
13 jam yang lalu
Infografis
15 PTN Masih Buka Jalur...
15 PTN Masih Buka Jalur Mandiri 2025, Kesempatan Kedua yang Gagal SNBT
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved