Semester I, PTBA serap capex Rp417 M
Rabu, 25 Juli 2012 - 09:19 WIB
Semester I, PTBA serap capex Rp417 M
A
A
A
Sindonews.com - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mengumumkan, pihaknya telah berhasil melakukan penyerapan dana anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) sebanyak Rp417 miliar di semester I tahun 2012 atau sekitar 31 persen dari total alokasi dari total Rp1,4 triliun dana capex tahun 2012.
Hal tersebut seperti diketahui lewat penuturan Sekretaris Perusahaan PTBA Hananto Budi Laksono, saat dijumpai di sela-sela acara buka puasa bersama di rumah makan Omah Sendok, Jakarta Selatan, Selasa 24 Juli 2012 malam.
Budi menerangkan, dana capex tersebut terserap untuk beberpa proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkapasitas 2X8 Mega Watt (MW) untuk pemakaian sendiri di Pelabuhan Tarahan dan juga peningkatan kapasitas Pelabuhan Tarahan.
"Perseroan baru-baru ini juga melakukan penandatanganan perjanjian jual beli Excess Power atau kelebihan daya listrik yang dihasilkan 3x10 MW milik PTBA di Tanjung Enim, Sumatera Selatan," terangnya dalam kesempatan tersebut.
Dari 30 MW daya listrik yang dihasilkan PLTU tersebut, terang Budi, 24 MW diantaranya dipakai sendiri oleh PTBA dan 6 MW sisanya akan dijual ke PT PLN Wilayah Sumatera Selatan, Bengkulu dan Jambi. "PLTU ini akan mulai beroperasi pada September mendatang. Saat ini dalam tahap pembangunan konstruksi dan akhir tahun depan siap beroperasi," terangnya lagi.
Pada kesempatan tersebut juga, dirinya menerangkan, akan ada satu PLTU lagi di Banjarmasin yang juga akan segera beroprasi pada tahun berikutnya. "Kemudian tahun berikutnya PLTU Banjarsari 2x110 MW yang sedang dalam tahap pembangunan konstruksi juga sudah mulai beroperasi," ujarnya.
Selain untuk penggunaan sendiri, listrik yang dihasilkan tersebut, rencananya juga akan dijual kepada negara lewat PT PLN. Hal tersebut dibuktikan dengan penandatanganan nota kesepahaman antara PT BA dengan PT PLN serta TNB dari Malaysia untuk pembangunan PLTU di Riau.
"Pada Juni lalu, perseroan juga menandatangani MoU bersama PT PLN dan Tenaga Nasional Berhad (TNB) dari Malaysia untuk pembangunan PLTU 2x600 MW di mulut tambang IUP PTBA di Peranap, Indragiri Hulu, Riau," paparnya lagi.
Dari daya listrik yang dihasilkan PLTU tersebut, terang Budi lebih jauh, sebagian daya listrik yang dihasilkan akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan listrik domestik dan sebagian lagi dikirim ke Malaysia melalui kabel bawah laut.
"Penandatanganan MoU ini akan disusul dengan pembentukan tiga perusahaan patungan, masing-masing perusahaan patungan untuk penambangan batubara, perusahaan pembangunan konstruksi PLTU dan perusahaan untuk pembangunan transmisi," kata Budi.
Hal tersebut seperti diketahui lewat penuturan Sekretaris Perusahaan PTBA Hananto Budi Laksono, saat dijumpai di sela-sela acara buka puasa bersama di rumah makan Omah Sendok, Jakarta Selatan, Selasa 24 Juli 2012 malam.
Budi menerangkan, dana capex tersebut terserap untuk beberpa proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkapasitas 2X8 Mega Watt (MW) untuk pemakaian sendiri di Pelabuhan Tarahan dan juga peningkatan kapasitas Pelabuhan Tarahan.
"Perseroan baru-baru ini juga melakukan penandatanganan perjanjian jual beli Excess Power atau kelebihan daya listrik yang dihasilkan 3x10 MW milik PTBA di Tanjung Enim, Sumatera Selatan," terangnya dalam kesempatan tersebut.
Dari 30 MW daya listrik yang dihasilkan PLTU tersebut, terang Budi, 24 MW diantaranya dipakai sendiri oleh PTBA dan 6 MW sisanya akan dijual ke PT PLN Wilayah Sumatera Selatan, Bengkulu dan Jambi. "PLTU ini akan mulai beroperasi pada September mendatang. Saat ini dalam tahap pembangunan konstruksi dan akhir tahun depan siap beroperasi," terangnya lagi.
Pada kesempatan tersebut juga, dirinya menerangkan, akan ada satu PLTU lagi di Banjarmasin yang juga akan segera beroprasi pada tahun berikutnya. "Kemudian tahun berikutnya PLTU Banjarsari 2x110 MW yang sedang dalam tahap pembangunan konstruksi juga sudah mulai beroperasi," ujarnya.
Selain untuk penggunaan sendiri, listrik yang dihasilkan tersebut, rencananya juga akan dijual kepada negara lewat PT PLN. Hal tersebut dibuktikan dengan penandatanganan nota kesepahaman antara PT BA dengan PT PLN serta TNB dari Malaysia untuk pembangunan PLTU di Riau.
"Pada Juni lalu, perseroan juga menandatangani MoU bersama PT PLN dan Tenaga Nasional Berhad (TNB) dari Malaysia untuk pembangunan PLTU 2x600 MW di mulut tambang IUP PTBA di Peranap, Indragiri Hulu, Riau," paparnya lagi.
Dari daya listrik yang dihasilkan PLTU tersebut, terang Budi lebih jauh, sebagian daya listrik yang dihasilkan akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan listrik domestik dan sebagian lagi dikirim ke Malaysia melalui kabel bawah laut.
"Penandatanganan MoU ini akan disusul dengan pembentukan tiga perusahaan patungan, masing-masing perusahaan patungan untuk penambangan batubara, perusahaan pembangunan konstruksi PLTU dan perusahaan untuk pembangunan transmisi," kata Budi.
(and)