Disperindag: Kenapa tidak sehari saja mogoknya

Rabu, 25 Juli 2012 - 11:33 WIB
Disperindag: Kenapa...
Disperindag: Kenapa tidak sehari saja mogoknya
A A A
Sindonews.com - Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Barat, Ferry Sofwan Arif berharap, mogok penjual tempe dan tahu tidak terjadi selama tiga hari.

Seperti diketahui, rencananya hari ini hingga tiga hari mendatang para penjual tahu dan tempe melakukan mogok jualan akibat tingginya harga kedelai sebagai bahan utama pembuatan tahu dan tempe.

"Kaitan dengan mogok, itu aspirasi Puskopti juga. Tetapi kalau tiga hari berhenti, kenapa tidak satu hari saja, itu juga aspirasi," kata Ferry, saat dikonfirmasi, Rabu (25/7/2012).

Menurutnya, dengan mogok tiga hari yang rugi bukan hanya pelaku usaha atau penjual tahu-tempe, tetapi juga masyarakat atau konsumen tahu tempe.

Terlebih, ketergantungan masyarakat Indonesia terhadap tahu-tempe sangat tinggi, sebagai makanan yang memenuhi protein yang menggantikan protein hewani. "Dampaknya tentu kepada masyarakat, tidak terpenuhinya kebutuhan tahu tempe," katanya.

Menurutnya, mogok penjual tahu-tempe sebagai bentuk merapatkan barisan para pelaku usaha tahu tempe dalam menyikapi harga yang mencapai Rp8.000. Mereka menuntut pengurangan bea masuk kedelai impor. Dengan begitu, harga kedelai jadi tidak tinggi.

Menyikapi hal itu, Disperindag Jabar akan berkoordinasi dengan pengusaha tahu-tempe, pihak indag dan pertanian. "Kita akan koordinasi, nanti sama-sama tetapkan harga. Kita lihat kedelai lokal di mana saja tempat produksinya," paparnya.

Menurutnya, kebutuhan kedelai di Indonesia 70 persen impor, dan 30 persen kedelai lokal. Kebutuhan di Jabar sendiri 13 ribu ton perbulan, sedangkan untuk industri tahu tempe 20 ribu ton perbulan.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Kedelai Meroket,...
Harga Kedelai Meroket, Disperindag dan Polda Banten Sidak Gudang
Mencari Solusi Meredam...
Mencari Solusi Meredam Gejolak Harga Kedelai
Abai dengan Impor Kedelai,...
Abai dengan Impor Kedelai, Sampai Kapan?
Masih Ada Peluang Indonesia...
Masih Ada Peluang Indonesia Tak Bergantung pada Kedelai Impor
Kedelai Impor Tembus...
Kedelai Impor Tembus Rp1,2 Juta, Pedagang Tempe dan Tahu Dilema Naikkan Harga
Ironi Tanaman Kedelai...
Ironi Tanaman Kedelai di Indonesia: Tanahnya Terbaik, tapi Impor Terus
Berita Terkini
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
50 menit yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
1 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
2 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
2 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
3 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
4 jam yang lalu
Infografis
Siapa Saja Pemimpin...
Siapa Saja Pemimpin Negara yang Pernah Ditangkap AS?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved