Nasabah tuntut tanggung jawab moril Bakrie Life
Rabu, 25 Juli 2012 - 14:00 WIB
Nasabah tuntut tanggung jawab moril Bakrie Life
A
A
A
Sindonews.com - Para nasabah PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) sepertinya sudah tidak berdaya lagi memperjuangkan nasibnya. Walaupun tetap berupaya hingga saat ini, pihak Bakri Life pun hanya bisa memberikan komitmen di bulan Oktober nanti.
Freddy Koeshariono, salah satu nasabah Bakrie Life memohon agar pihak Group perusahaan Abu Rizal Bakrie tersebut sadar akan tanggung jawab morilnya.
"Ingin mereka menyadari tanggung jawab morilnya, terutama mereka memahami itu, kondisi kami apa-apa yang terjadi kami tinggal menerima saja," ujar Freddy kepada wartawan seusai bertemu dengan pihak Bakrie Life di Gedung Bapepam-LK, Jakarta, Rabu (25/7/2012).
Dirinya sangat menghargai, kesediaan pihak Bakrie Life yang datang pada pertemuan dengan para nasabah setiap dua minggu sejak Februari 2012. Namun, kedatangan mereka, menurutnya cuma membawa janji yang tidak konkrit.
"Tetapi yang kami sayangkan kedatangannya itu tidak dengan suatu janji yang konkrit atau membayar kami pada kewajiban-kewajibannya yang terlambat, selama tujuh bulan ini kami dibayar dengan nihil hanya perkataan-perkataan saja alasannya tidak ada duit," jelasnya.
Dia mengakui, pada bulan Oktober nanti, Bakri Life hanya dapat mencari jalan keluar dari persoalan ini. Opsi tersebut merupakan pilihan terakhir setelah skema pembayaran sebelumnya yang dinilai hanya janji belaka.
Sampai saat ini, dari total kewajiban Rp270 miliar yang harus dibayar Bakrie Life, manajemen baru membayar sekitar 15 persen. Sisanya sejak 2010 sampai kini tak jelas.
Manajemen Bakrie Life beralasan menunggu instruksi Bakrie Capital Investment (BCI) selaku induk usaha. Ironisnya, tahun lalu, BCI baru memenangkan hak siar Piala Dunia 2014 untuk wilayah Indonesia.
Freddy Koeshariono, salah satu nasabah Bakrie Life memohon agar pihak Group perusahaan Abu Rizal Bakrie tersebut sadar akan tanggung jawab morilnya.
"Ingin mereka menyadari tanggung jawab morilnya, terutama mereka memahami itu, kondisi kami apa-apa yang terjadi kami tinggal menerima saja," ujar Freddy kepada wartawan seusai bertemu dengan pihak Bakrie Life di Gedung Bapepam-LK, Jakarta, Rabu (25/7/2012).
Dirinya sangat menghargai, kesediaan pihak Bakrie Life yang datang pada pertemuan dengan para nasabah setiap dua minggu sejak Februari 2012. Namun, kedatangan mereka, menurutnya cuma membawa janji yang tidak konkrit.
"Tetapi yang kami sayangkan kedatangannya itu tidak dengan suatu janji yang konkrit atau membayar kami pada kewajiban-kewajibannya yang terlambat, selama tujuh bulan ini kami dibayar dengan nihil hanya perkataan-perkataan saja alasannya tidak ada duit," jelasnya.
Dia mengakui, pada bulan Oktober nanti, Bakri Life hanya dapat mencari jalan keluar dari persoalan ini. Opsi tersebut merupakan pilihan terakhir setelah skema pembayaran sebelumnya yang dinilai hanya janji belaka.
Sampai saat ini, dari total kewajiban Rp270 miliar yang harus dibayar Bakrie Life, manajemen baru membayar sekitar 15 persen. Sisanya sejak 2010 sampai kini tak jelas.
Manajemen Bakrie Life beralasan menunggu instruksi Bakrie Capital Investment (BCI) selaku induk usaha. Ironisnya, tahun lalu, BCI baru memenangkan hak siar Piala Dunia 2014 untuk wilayah Indonesia.
(gpr)
Lihat Juga :