Bisnis cargo, BUMD Banten investasikan Rp7,5 M
Kamis, 26 Juli 2012 - 15:08 WIB
Bisnis cargo, BUMD Banten investasikan Rp7,5 M
A
A
A
Sindonews.com - PT Banten Global Development yang merupakan BUMD Provinsi Banten menginvestasikan dana sebesar Rp7,5 miliar di lahan seluas 4.000 meter persegi yang ada di dalam kawasan Bandara Soekarno Hatta untuk membangun sebuah cargo domestik dan internasional.
“Nilai investasinya mencapai Rp7,5 miliar, Rp5 miliar untuk bangunan dan Rp2,5 miliar untuk operasional. Pembangunan akan dimulai hari ini dan ditargetkan selesai pada November 2012,” kata Direktur Utama PT Banten Global Development, Rudi Radjab saat peletakan batu pertama cargo, Kamis (26/7/2012).
Cargo ini, dijelaskan Rudi, dikerjasamakan dengan pihak PT Angkasa Pura II sebagai pengelola Bandara Soekarno Hatta yang menyediakan lahan. Dan nantinya keuntungan yang didapatkan akan masuk dalam PAD Provinsi Banten yang dikelola melalui PT Banten Global Development.
“Kami yakin dapat berkompetisi dengan kompetitor lainnya, karena ada beberapa kelebihan yang kami miliki, mulai dari lahan yang sangat menarik dan stategis, penyediaan lahan parkir hingga 2000 meter dan harga yang pastinya akan bersaing,” jelasnya lagi.
Nantinya cargo yang memiliki luas bangunan 2.000 meter persegi ini akan dapat menampung 160 ton perhari dan ditargetkan memasuki tahun ketiga akan meraih break event point (BEP).
“Nilai investasinya mencapai Rp7,5 miliar, Rp5 miliar untuk bangunan dan Rp2,5 miliar untuk operasional. Pembangunan akan dimulai hari ini dan ditargetkan selesai pada November 2012,” kata Direktur Utama PT Banten Global Development, Rudi Radjab saat peletakan batu pertama cargo, Kamis (26/7/2012).
Cargo ini, dijelaskan Rudi, dikerjasamakan dengan pihak PT Angkasa Pura II sebagai pengelola Bandara Soekarno Hatta yang menyediakan lahan. Dan nantinya keuntungan yang didapatkan akan masuk dalam PAD Provinsi Banten yang dikelola melalui PT Banten Global Development.
“Kami yakin dapat berkompetisi dengan kompetitor lainnya, karena ada beberapa kelebihan yang kami miliki, mulai dari lahan yang sangat menarik dan stategis, penyediaan lahan parkir hingga 2000 meter dan harga yang pastinya akan bersaing,” jelasnya lagi.
Nantinya cargo yang memiliki luas bangunan 2.000 meter persegi ini akan dapat menampung 160 ton perhari dan ditargetkan memasuki tahun ketiga akan meraih break event point (BEP).
(gpr)
Lihat Juga :