Kenaikan harga kedelai pengaruhi inflasi
Kamis, 26 Juli 2012 - 17:39 WIB
Kenaikan harga kedelai pengaruhi inflasi
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Menteri Perdagangan, Bayu Krisnamurthi mengungkapkan kenaikan harga kedelai belakangan ini dapat menyebabkan inflasi.
Pasalnya, selain dijadikan olahan, kedelai juga merupakan salah satu pakan ternak. Sehingga, akan berpengaruh nantinya pada harga ternak, misalnya ayam.
"Kalau dari tempe tahu praktis tidak ada inflasi. Kalau dari kedelainya iya. Itu terjadi karena produk pakan ternak naik lalu ke produk ternaknya sendiri," ujar Wamendag di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (26/7/2012).
Maka dari itu, langkah cepat yang dapat dilakukan pemerintah dalam waktu dekat ini adalah dengan pemangkasan bea masuk impor kedelai. Karena menurutnya dengan langkah ini dapat menurunkan sedikit harga kedelai.
Sempat tercetus untuk memberikan subsidi kepada para pengrajin tahu-tempe atau yang terkait dengan kedelai lainnya. Namun menurut Bayu hal itu tidak akan selesai dalam waktu dekat, karena terkait dengan APBN. "Kalau dimasukkan dulu ke DPR, kan lama lagi prosesnya, jadi nggak efektif," ucapnya.
Sebelumnya, Bayu menuturkan di tahun 2008 pemerintah memberikan subsidi sebesar Rp1.000 per kilogram ternyata hal itu pun tidak efektif karena diduga subisidi itu tidak diterima oleh pengrajin tahu-tempe. "Banyak yang menerima subsidi bukan pengrajin, saya lihat sendiri pengrajin tempe sisa 2008," pungkasnya.
Pasalnya, selain dijadikan olahan, kedelai juga merupakan salah satu pakan ternak. Sehingga, akan berpengaruh nantinya pada harga ternak, misalnya ayam.
"Kalau dari tempe tahu praktis tidak ada inflasi. Kalau dari kedelainya iya. Itu terjadi karena produk pakan ternak naik lalu ke produk ternaknya sendiri," ujar Wamendag di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (26/7/2012).
Maka dari itu, langkah cepat yang dapat dilakukan pemerintah dalam waktu dekat ini adalah dengan pemangkasan bea masuk impor kedelai. Karena menurutnya dengan langkah ini dapat menurunkan sedikit harga kedelai.
Sempat tercetus untuk memberikan subsidi kepada para pengrajin tahu-tempe atau yang terkait dengan kedelai lainnya. Namun menurut Bayu hal itu tidak akan selesai dalam waktu dekat, karena terkait dengan APBN. "Kalau dimasukkan dulu ke DPR, kan lama lagi prosesnya, jadi nggak efektif," ucapnya.
Sebelumnya, Bayu menuturkan di tahun 2008 pemerintah memberikan subsidi sebesar Rp1.000 per kilogram ternyata hal itu pun tidak efektif karena diduga subisidi itu tidak diterima oleh pengrajin tahu-tempe. "Banyak yang menerima subsidi bukan pengrajin, saya lihat sendiri pengrajin tempe sisa 2008," pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :