RI sedang alami tsunami harga kedelai

Kamis, 26 Juli 2012 - 18:21 WIB
RI sedang alami tsunami...
RI sedang alami tsunami harga kedelai
A A A
Sindonews.com – Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail mengajak warga Depok untuk melirik pangan lain yang memiliki nilai protein sama dengan kedelai. Sumber protein lainnya bisa didapat dari ikan air tawar, ikan laut, dan kacang–kacangan.

“Langkah survival, yang belum ada membuat tahu. Penyiasatan terhadap tahu harus tetap dengan kedelai. Tapi sebenarnya kedelai lokal lebih enak daripada kedelai impor untuk jadi tempe. Kalau menjadi susu kedelai memang agak langu, daripada impor,” jelasnya kepada wartawan, Kamis (26/7/2012).

Saat ini, kata dia, masyarakat Indonesia harus dididik agar lebih dewasa bahwa bangsa ini sedang mengalami tsunami kedelai. Pedagang pun tak boleh emosi menghadapi kenaikan harga kedelai.

“Sudah saatnya menggunakan produk lokal, semuanya kena tsunami, dampaknya enggak boleh emosi, pedagang salah ambil kebijakan. Harusnya, harga dinaikkan, lalu volume dikurangi produksi bukannya mogok. Ini kan fenomena dunia bahwa harga kedelai naik. Kena tsunami dunia, ya memang harganya naik,” tegasnya.

Nur Mahmudi mengklaim, selama ini Depok telah berhasil melakukan diversifikasi pangan yakni mencari pengganti nasi dengan umbi–umbian dalam program One Day No Rice. Ke depan, kata dia, Depok siap untuk menjalankan program pengganti kedelai yakni dengan membangkitkan budidaya jamur yang juga kaya protein.

“Sangat mudah cari pangan yang lain, jamur misalnya. Apresiasi saja terhadap jamur selama ini kurang, protein nabati alternatif. Budayakan makanan kompensasi. Depok siap propaganda jamur jadi makanan pengganti tempe dan tahu, diversifikasi pangan,” tandasnya.
(and)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Kedelai Meroket,...
Harga Kedelai Meroket, Disperindag dan Polda Banten Sidak Gudang
Mencari Solusi Meredam...
Mencari Solusi Meredam Gejolak Harga Kedelai
Abai dengan Impor Kedelai,...
Abai dengan Impor Kedelai, Sampai Kapan?
Masih Ada Peluang Indonesia...
Masih Ada Peluang Indonesia Tak Bergantung pada Kedelai Impor
Kedelai Impor Tembus...
Kedelai Impor Tembus Rp1,2 Juta, Pedagang Tempe dan Tahu Dilema Naikkan Harga
Ironi Tanaman Kedelai...
Ironi Tanaman Kedelai di Indonesia: Tanahnya Terbaik, tapi Impor Terus
Berita Terkini
Zero ODOL Dinilai Jadi...
Zero ODOL Dinilai Jadi Titik Awal Perkuat Keselamatan Transportasi
23 menit yang lalu
PFII Ditargetkan Beroperasi...
PFII Ditargetkan Beroperasi Tahun Ini, Purbaya Bocorkan Penentuan Lokasi
34 menit yang lalu
PLN EPI-eFUELS SEA Jajaki...
PLN EPI-eFUELS SEA Jajaki Pengembangan Rantai Pasok Hidrogen Hijau RI-Singapura
1 jam yang lalu
93 Proyek Hidrogen Siap...
93 Proyek Hidrogen Siap Dikembangkan di Indonesia, Nilainya Tembus Rp32 Triliun
1 jam yang lalu
Bos DJP soal Libatkan...
Bos DJP soal Libatkan Babinsa Awasi Pajak: Tak Perlu Digoreng-goreng
1 jam yang lalu
Bittime: Pasar Tokenisasi...
Bittime: Pasar Tokenisasi Aset RI Diramal Sentuh USD88 Miliar di 2030
2 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved