Pemerintah paksa PLN pakai energi mahal
Jum'at, 27 Juli 2012 - 08:26 WIB
Pemerintah paksa PLN pakai energi mahal
A
A
A
Sindonews.com - Anggota Center for Petroleum and Energy Economics Studies (CPEES), Kurtubi menilai, pemerintah telah melakukan kesalahan serius dengan memaksa PT PLN (Persero) menggunakan sumber energi alternatif yang harganya lebih mahal.
"Kita didorong menggunakan energi geothermal, tapi harganya mahal. PLN dipaksa membeli, sementara batu bara yang murah malah di ekspor," ujar Kurtubi saat ditemui wartawan di gedung DPD, Jakarta, Kamis (26/7/2012).
Dirinya berpendapat, pemerintah terlalu naif bila mengharuskan PLN membeli listrik dari sumber energi geotermal. Pasalnya, harga yang harus ditanggung PLN untuk membeli listrik tersebut mencapai tiga kali lipat. Dirinya justru mengimbau agar pihak-pihak berwenang jangan justru mengambil keuntungan dari kondisi tersebut.
"Pemerintah memaksa PLN membeli listrik geothermal dengan harganya 3 kali lipat. Saya bukannya tidak setuju, tapi jangan banyak mengmbil untung," tambah Kurtubi
Menurutnya bila hal tersebut tetap ingin di canangkan, maka pemerintah harus memikirkannya dengan serius, tentang dampak yang ditimbulkan kepada masyarakat sebagai konsumen listrik negara. Jangan sampai, pemerintah hanya memikirkan keuntungan beberapa pihak saja. "Yang diuntungkan, satu jelas pengusaha listrik geothermal dua pengusaha batu bara yang mengekspor," tutup Kurtubi.
"Kita didorong menggunakan energi geothermal, tapi harganya mahal. PLN dipaksa membeli, sementara batu bara yang murah malah di ekspor," ujar Kurtubi saat ditemui wartawan di gedung DPD, Jakarta, Kamis (26/7/2012).
Dirinya berpendapat, pemerintah terlalu naif bila mengharuskan PLN membeli listrik dari sumber energi geotermal. Pasalnya, harga yang harus ditanggung PLN untuk membeli listrik tersebut mencapai tiga kali lipat. Dirinya justru mengimbau agar pihak-pihak berwenang jangan justru mengambil keuntungan dari kondisi tersebut.
"Pemerintah memaksa PLN membeli listrik geothermal dengan harganya 3 kali lipat. Saya bukannya tidak setuju, tapi jangan banyak mengmbil untung," tambah Kurtubi
Menurutnya bila hal tersebut tetap ingin di canangkan, maka pemerintah harus memikirkannya dengan serius, tentang dampak yang ditimbulkan kepada masyarakat sebagai konsumen listrik negara. Jangan sampai, pemerintah hanya memikirkan keuntungan beberapa pihak saja. "Yang diuntungkan, satu jelas pengusaha listrik geothermal dua pengusaha batu bara yang mengekspor," tutup Kurtubi.
(and)
Lihat Juga :