Pemerintah tidak cermat sikapi kenaikan harga
Jum'at, 27 Juli 2012 - 14:12 WIB
Pemerintah tidak cermat sikapi kenaikan harga
A
A
A
Sindonews.com - Peneliti dari sebuah lembaga survey independen, Indef, Bustanul Arifin, memandang pemerintah tidak jeli dalam melihat siklus tahunan kenaikan harga komoditi pangan, sehingga tidak mampu menentukan strategi pangan nasional yang tepat.
"Dalam teori ekonomi ada yang disebut teori ekspektasi dimana konsumen mengira harga naik sehingga memborong, pedagang juga mengira akan naik sehingga menimbun. Itu biasa terjadi pada siklus tahunan seperti bulan Juli-Agustus (hari Raya Ramadan dan Lebaran) dan Desember-Januari (hari Raya Natal dan Tahun Baru) imbasnya pasti terganggu," papar Bustanul dalam Dialog Interaktif "Perspektif Indonesia", bertajuk "Lonjakan Harga Pangan dan Ancaman Krisis", di gedung DPD, Jumat (27/7/2012).
Harusnya pemerintah tahu siklus tersebut. Kira-kira seperti itu, kenapa harga melonjak," tambahnya.
Menurutnya, pemerintah harus lebih jeli menyikapi permasalahan tersebut dan peka terhadap kemungkinan-kemungkinan adanya upaya penentuan harga secara sepihak oleh pihak-pihak yang hanya ingin mencari keuntungan sehingga merusak tatanan ekonomi masyarakat.
"Saya perhatikan, ini mengarah pada oligopolo, yaitu sedikit kekuatan tapi mampu menentukn harga. Sayangnya, pergerakan harga itu tidak tertransmisi dengan baik dari petani ke konsumen. Jadi harga kedelai naik blum tentu petani menikmati," ungkapnya.
"Dalam teori ekonomi ada yang disebut teori ekspektasi dimana konsumen mengira harga naik sehingga memborong, pedagang juga mengira akan naik sehingga menimbun. Itu biasa terjadi pada siklus tahunan seperti bulan Juli-Agustus (hari Raya Ramadan dan Lebaran) dan Desember-Januari (hari Raya Natal dan Tahun Baru) imbasnya pasti terganggu," papar Bustanul dalam Dialog Interaktif "Perspektif Indonesia", bertajuk "Lonjakan Harga Pangan dan Ancaman Krisis", di gedung DPD, Jumat (27/7/2012).
Harusnya pemerintah tahu siklus tersebut. Kira-kira seperti itu, kenapa harga melonjak," tambahnya.
Menurutnya, pemerintah harus lebih jeli menyikapi permasalahan tersebut dan peka terhadap kemungkinan-kemungkinan adanya upaya penentuan harga secara sepihak oleh pihak-pihak yang hanya ingin mencari keuntungan sehingga merusak tatanan ekonomi masyarakat.
"Saya perhatikan, ini mengarah pada oligopolo, yaitu sedikit kekuatan tapi mampu menentukn harga. Sayangnya, pergerakan harga itu tidak tertransmisi dengan baik dari petani ke konsumen. Jadi harga kedelai naik blum tentu petani menikmati," ungkapnya.
(gpr)
Lihat Juga :