Laba bersih Kobexindo naik 71,7%
Senin, 30 Juli 2012 - 07:44 WIB
Laba bersih Kobexindo naik 71,7%
A
A
A
Sindonews.com - Perusahaan distribusi alat berat PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX) membukukan laba bersih Rp60,19 miliar hingga enam bulan pertama tahun ini, atau naik 71,7 persen dibanding periode yang sama tahun 2011 senilai Rp35,06 miliar.
Direktur Utama KOBX Humas Saputro mengungkapkan, solidnya pertumbuhan laba didorong kuatnya angka penjualan yang dihasilkan perseroan yakni mencapai Rp752,26 miliar hingga paruh pertama tahun ini, atau naik 43,92 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp522,69 miliar.
Hal ini menjadikan KOBX sebagai salah satu perusahaan distribusi alat berat dengan tingkat pertumbuhan tertinggi. “Pencapaian ini sangat menggembirakan karena pertumbuhan kami tetap yang tertinggi dibandingkan industri sejenis,” ujar Humas dalam keterangan tertulisnya, Minggu 29 Juli 2012.
Dia menjelaskan, pertumbuhan penjualan juga diimbangi dengan lebih rendahnya pertumbuhan biaya-biaya yang terangkum dalam rasio cost of goods sold (COGS).
Di mana pada paruh pertama 2012 COGS KOBX tercatat hanya tumbuh 41,09 persen dibandingkan pertumbuhan penjualan yang mencapai 43,92 persen.
Perusahaan yang baru saja IPO pada 5 Juli ini, berhasil meningkatkan margin laba untuk mempertahankan target pertumbuhan. Margin laba kotor tumbuh dari 20,84 persen menjadi 22,39 persen, margin laba usaha naik dari 9,18 persen menjadi 11,22 persen, dan margin laba bersih tumbuh dari 6,71 persen menjadi 8 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi laba kotor, lanjut Humas, tumbuh 54,66 persen menjadi Rp168,46 miliar dari periode yang sama 2011 senilai Rp108,92 miliar, laba usaha tumbuh 76,06 persen menjadi Rp84,4 miliar dari sebelumnya Rp47,96 miliar.
Selain itu, aset KOBX pada semester I/2012 naik 12,63 persen menjadi Rp1,26 triliun dari posisi akhir 2011 sebesar Rp1,12 triliun.
Kenaikan tertinggi dikontribusikan oleh pertumbuhan aset lancar yang naik 14,06 persen menjadi Rp1,06 triliun. “Kami menargetkan menjadi perusahaan yang pertumbuhannya terbaik di bisnis alat berat. Pertumbuhan penjualan ini ditopang oleh peluncuran produk baru, penambahan kontrak distributor eksklusif dan perpanjangan pusat distribusi,” jelas Humas.
Lebih lanjut dia menambahkan, sebagai distributor yang menawarkan produk alat berat dengan keunggulan value to money, perseroan yakin dapat bersaing di industri alat berat nasional. Apalagi sektor perkebunan, konstruksi, dan pertambangan masih menjadi target pasar potensial bagi perseroan.
Analis Lautandhana Securindo, Theodorus Ariel mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir pertumbuhan operasi tambang batu bara dalam skala kecil dan pertengahan telah berkembang pesat. Hal itu akibat meningkatnya permintaan batu bara dengan kalori rendah.
“Secara langsung akan menguntungkan Kobexindo karena produk yang dipasarkan untuk memenuhi pertambangan seperti itu,” tutur dia dalam risetnya.
Direktur Utama KOBX Humas Saputro mengungkapkan, solidnya pertumbuhan laba didorong kuatnya angka penjualan yang dihasilkan perseroan yakni mencapai Rp752,26 miliar hingga paruh pertama tahun ini, atau naik 43,92 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp522,69 miliar.
Hal ini menjadikan KOBX sebagai salah satu perusahaan distribusi alat berat dengan tingkat pertumbuhan tertinggi. “Pencapaian ini sangat menggembirakan karena pertumbuhan kami tetap yang tertinggi dibandingkan industri sejenis,” ujar Humas dalam keterangan tertulisnya, Minggu 29 Juli 2012.
Dia menjelaskan, pertumbuhan penjualan juga diimbangi dengan lebih rendahnya pertumbuhan biaya-biaya yang terangkum dalam rasio cost of goods sold (COGS).
Di mana pada paruh pertama 2012 COGS KOBX tercatat hanya tumbuh 41,09 persen dibandingkan pertumbuhan penjualan yang mencapai 43,92 persen.
Perusahaan yang baru saja IPO pada 5 Juli ini, berhasil meningkatkan margin laba untuk mempertahankan target pertumbuhan. Margin laba kotor tumbuh dari 20,84 persen menjadi 22,39 persen, margin laba usaha naik dari 9,18 persen menjadi 11,22 persen, dan margin laba bersih tumbuh dari 6,71 persen menjadi 8 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi laba kotor, lanjut Humas, tumbuh 54,66 persen menjadi Rp168,46 miliar dari periode yang sama 2011 senilai Rp108,92 miliar, laba usaha tumbuh 76,06 persen menjadi Rp84,4 miliar dari sebelumnya Rp47,96 miliar.
Selain itu, aset KOBX pada semester I/2012 naik 12,63 persen menjadi Rp1,26 triliun dari posisi akhir 2011 sebesar Rp1,12 triliun.
Kenaikan tertinggi dikontribusikan oleh pertumbuhan aset lancar yang naik 14,06 persen menjadi Rp1,06 triliun. “Kami menargetkan menjadi perusahaan yang pertumbuhannya terbaik di bisnis alat berat. Pertumbuhan penjualan ini ditopang oleh peluncuran produk baru, penambahan kontrak distributor eksklusif dan perpanjangan pusat distribusi,” jelas Humas.
Lebih lanjut dia menambahkan, sebagai distributor yang menawarkan produk alat berat dengan keunggulan value to money, perseroan yakin dapat bersaing di industri alat berat nasional. Apalagi sektor perkebunan, konstruksi, dan pertambangan masih menjadi target pasar potensial bagi perseroan.
Analis Lautandhana Securindo, Theodorus Ariel mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir pertumbuhan operasi tambang batu bara dalam skala kecil dan pertengahan telah berkembang pesat. Hal itu akibat meningkatnya permintaan batu bara dengan kalori rendah.
“Secara langsung akan menguntungkan Kobexindo karena produk yang dipasarkan untuk memenuhi pertambangan seperti itu,” tutur dia dalam risetnya.
(gpr)
Lihat Juga :