Kemenhub evaluasi akuisisi Batavia Air
Senin, 30 Juli 2012 - 08:59 WIB
Kemenhub evaluasi akuisisi Batavia Air
A
A
A
Sindonews.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan melakukan evaluasi akuisisi AirAsia Berhad Malaysia terhadap maskapai nasional Batavia Air.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Herry Bakti mengatakan, hingga saat ini dua perusahaan yang siap mengakuisisi saham mayoritas PT Metro Batavia Group yaitu AirAsia Berhad (AAB) dan PT Fersindo Nusaperkasa belum melaporkan rencana aksi pembelian saham tersebut kepada pemerintah.
“Hingga saat ini rencana pembelian saham Batavia Air masih sebatas MoU,” kata Herry usai menghadiri persiapan angkutan mudik Lebaran 2012 di Kantor Kemenhub, Jakarta, Minggu 29 Juli 2012.
Dia menjelaskan, setelah proses penandatanganan nota kesepahaman tersebut selesai dilakukan, pihak AAB maupun Fersindo dan Metro Batavia Group wajib melaporkan kepada Kemenhub.
Menurut Herry, setelah pelaporan tersebut, pemerintah akan melakukan evaluasi lebih lanjut mengenai perihal transaksi akuisisi saham yang dilakukan antara perusahaan itu.
“Kita evaluasi lebih lanjut untuk menyetujui atau tidaknya mengenai transaksi pengalihan saham Batavia Air ini,” ungkapnya.
Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhub Bambang S Ervan menjelaskan, maskapai yang akan menjual sahamnya wajib mendapat persetujuan dari Menteri Perhubungan sebelum melaksanakan penjualan saham. Hal ini merupakan salah satu syarat pengalihan saham perusahaan penerbangan yang tertuang dalam Undang- Undang No 1/2009 tentang Penerbangan.
Seperti diketahui, pada pekan lalu maskapai penerbangan asal Malaysia, AirAsia Berhad, melalui anak perusahaannya yaitu AirAsia Investment Ltd bersama PT Fersindo Nusaperkasa, siap mengakuisisi 100 persen saham PT Metro Batavia Group dengan nilai investasi sebesar USD80 juta.
Proses akuisisi dibagi dalam dua tahap, yakni pada tahap pertama sebesar 76,95 persen saham Metro Batavia Group dibeli oleh AAB dan Fersindo, lalu sebesar 23,05 persen akan diselesaikan paling lambat pada kuartal ketiga tahun depan. Nantinya kepemilikan saham AAB sebesar 49 persen dan Fersindo 51 persen.
Corporate Communication Batavia Air Elly Simanjuntak mengatakan, pihaknya yang merupakan perwakilan tim dari pihak yang menjual saham perusahaan telah melayangkan surat tertulis kepada Kemenhub sejak Kamis 26 Juli 2012 pekan lalu. Hal itu dilakukan setelah penandatanganan nota kesepahaman antara AAB dan Fersindo kepada Metro Batavia Group usai dilakukan.
“Senin (30/7) kami akan mengonfirmasi lagi apakah surat yang kami layangkan telah diterima oleh Ditjen Perhubungan Udara,” ujar Elly saat dikonfirmasi.
Dia mengungkapkan, dalam surat tersebut pihaknya hanya menjelaskan perihal penandatanganan nota kesepahaman yang telah dilakukan antara perusahaannya dengan AAB dan Fersindo senilai 76,95 persen.
Namun, dalam surat tersebut belum dijelaskan mengenai susunan direksi kepengurusan Batavia Air yang baru, maupun rencana kerja perusahaan mendatang.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Herry Bakti mengatakan, hingga saat ini dua perusahaan yang siap mengakuisisi saham mayoritas PT Metro Batavia Group yaitu AirAsia Berhad (AAB) dan PT Fersindo Nusaperkasa belum melaporkan rencana aksi pembelian saham tersebut kepada pemerintah.
“Hingga saat ini rencana pembelian saham Batavia Air masih sebatas MoU,” kata Herry usai menghadiri persiapan angkutan mudik Lebaran 2012 di Kantor Kemenhub, Jakarta, Minggu 29 Juli 2012.
Dia menjelaskan, setelah proses penandatanganan nota kesepahaman tersebut selesai dilakukan, pihak AAB maupun Fersindo dan Metro Batavia Group wajib melaporkan kepada Kemenhub.
Menurut Herry, setelah pelaporan tersebut, pemerintah akan melakukan evaluasi lebih lanjut mengenai perihal transaksi akuisisi saham yang dilakukan antara perusahaan itu.
“Kita evaluasi lebih lanjut untuk menyetujui atau tidaknya mengenai transaksi pengalihan saham Batavia Air ini,” ungkapnya.
Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhub Bambang S Ervan menjelaskan, maskapai yang akan menjual sahamnya wajib mendapat persetujuan dari Menteri Perhubungan sebelum melaksanakan penjualan saham. Hal ini merupakan salah satu syarat pengalihan saham perusahaan penerbangan yang tertuang dalam Undang- Undang No 1/2009 tentang Penerbangan.
Seperti diketahui, pada pekan lalu maskapai penerbangan asal Malaysia, AirAsia Berhad, melalui anak perusahaannya yaitu AirAsia Investment Ltd bersama PT Fersindo Nusaperkasa, siap mengakuisisi 100 persen saham PT Metro Batavia Group dengan nilai investasi sebesar USD80 juta.
Proses akuisisi dibagi dalam dua tahap, yakni pada tahap pertama sebesar 76,95 persen saham Metro Batavia Group dibeli oleh AAB dan Fersindo, lalu sebesar 23,05 persen akan diselesaikan paling lambat pada kuartal ketiga tahun depan. Nantinya kepemilikan saham AAB sebesar 49 persen dan Fersindo 51 persen.
Corporate Communication Batavia Air Elly Simanjuntak mengatakan, pihaknya yang merupakan perwakilan tim dari pihak yang menjual saham perusahaan telah melayangkan surat tertulis kepada Kemenhub sejak Kamis 26 Juli 2012 pekan lalu. Hal itu dilakukan setelah penandatanganan nota kesepahaman antara AAB dan Fersindo kepada Metro Batavia Group usai dilakukan.
“Senin (30/7) kami akan mengonfirmasi lagi apakah surat yang kami layangkan telah diterima oleh Ditjen Perhubungan Udara,” ujar Elly saat dikonfirmasi.
Dia mengungkapkan, dalam surat tersebut pihaknya hanya menjelaskan perihal penandatanganan nota kesepahaman yang telah dilakukan antara perusahaannya dengan AAB dan Fersindo senilai 76,95 persen.
Namun, dalam surat tersebut belum dijelaskan mengenai susunan direksi kepengurusan Batavia Air yang baru, maupun rencana kerja perusahaan mendatang.
(gpr)
Lihat Juga :