Pasokan BBM di jalur mudik ditambah
Senin, 30 Juli 2012 - 09:07 WIB
Pasokan BBM di jalur mudik ditambah
A
A
A
Sindonews.com - Pasokan bahan bakar minyak (BBM) di jalur pantai utara (Pantura) Kabupaten Indramayu ditambah pada arus mudik dan balik.
Untuk itu, Himpunan Swasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) setempat meminta pengusaha stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) menambah delivery order (DO). Dalam arus mudik Lebaran diprediksi terjadi lonjakan kebutuhan BBM.
Permintaan BBM baik jenis solar dan premium diperkirakan meningkat berkisar 50-100 persen. Peningkatan pengisian BBM di SPBU jalur pantura akan mulai dirasakan sejak H-10 hingga H+15.
Koordinator Daerah Hiswana Migas Kabupaten Indramayu, Sri Wahyuni Utami mengatakan, pengiriman BBM dari tangki pertamina per hari sebanyak 16.000 liter pada hari normal. Saat arus mudik bisa naik dua kali lipat menjadi 32.000 liter per hari. Lonjakan permintaan diprediksi terus berlangsung hingga H+15.
“Pengusaha SPBU harus menambah stok agar pemudik tidak kesulitan memperoleh BBM di jalur pantura,” ucapnya, Minggu 29 Juli 2012.
Dia meminta pengusaha SPBU tidak melayani pembeli lokal yang membawa jeriken dan lebih mementingkan pemudik yang akan melakukan perjalanan jauh.
Menghadapi lonjakan permintaan konsumen, pengelola SPBU mengaku tidak mengkhawatirkan adanya kelangkaan BBM. Pasalnya, ketersediaan pasokan BBM di SPBU sepanjang jalur pantura Indramayu terbilang aman.
“Setiap harinya pada puncak arus mudik, truk tangki Pertamina rutin memasok persediaan BBM di SPBU sebelum kehabisan. Kami akan meminta tambahan saat arus kendaraan di pantura mulai padat,” kata pengusaha SPBU, Sri Budi Harjo Herman.
Saat arus mudik, pihaknya berupaya mengantipasi lonjakan pemudik dengan memberikan pelayanan ekstra, jaminan kualitas, kuantitas dan layanan terbaik untuk konsumen. Seluruh petugas SPBU disiagakan bekerja selama 24 jam penuh, setidaknya dalam kurun waktu H-7 sampai H+7.
Di bagian lain, infrastruktur di Jawa Barat untuk persiapan arus mudik dan balik mencapai 72 persen. “Tapi, kondisinya sudah bisa digunakan untuk arus mudik dan balik tahun ini,” kata Kepala Dinas Bina Marga Jabar M Guntoro.
Menurut dia, agar infrastruktur bisa siap 100 persen digunakan untuk arus mudik dan balik, pihaknya terus melakukan pengerjaanyangada. Infrastruktur paling krusial yang belum diselesaikan adalah pembangunan jalur alternatif Gentong di KabupatenTasikmalaya.
“Sedangkan untuk infrastruktur lainnya tinggal pemantapan jalan. Memang masih ada pengerjaan perbaikan jalan, tapi hanya pemeliharaan,” jelasnya.
Pantauan di Kabupaten Bandung, para pedagang di sekitar jalur Nagreg, Desa Pamuncatan, Kecamatan Nagreg, mulai membangun kios dan lapak di suatu titik yang diizinkan di Lingkar Nagreg. Pembangunan kios untuk pedagang oleh-oleh di Lingkar Nagreg itu diharapkan selesai sebelum H-10.
Ketua Paguyuban Pedagang Oleh-Oleh Nagreg Pamucatan, Pipin Suhendar menuturkan rencananya kios yang dibangun semi permanen itu sudah selesai H-10, karena jika lebih dari itu tidak diperbolehkan lagi mengangkut barang material ke tempat pembangunan kios.
Untuk itu, Himpunan Swasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) setempat meminta pengusaha stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) menambah delivery order (DO). Dalam arus mudik Lebaran diprediksi terjadi lonjakan kebutuhan BBM.
Permintaan BBM baik jenis solar dan premium diperkirakan meningkat berkisar 50-100 persen. Peningkatan pengisian BBM di SPBU jalur pantura akan mulai dirasakan sejak H-10 hingga H+15.
Koordinator Daerah Hiswana Migas Kabupaten Indramayu, Sri Wahyuni Utami mengatakan, pengiriman BBM dari tangki pertamina per hari sebanyak 16.000 liter pada hari normal. Saat arus mudik bisa naik dua kali lipat menjadi 32.000 liter per hari. Lonjakan permintaan diprediksi terus berlangsung hingga H+15.
“Pengusaha SPBU harus menambah stok agar pemudik tidak kesulitan memperoleh BBM di jalur pantura,” ucapnya, Minggu 29 Juli 2012.
Dia meminta pengusaha SPBU tidak melayani pembeli lokal yang membawa jeriken dan lebih mementingkan pemudik yang akan melakukan perjalanan jauh.
Menghadapi lonjakan permintaan konsumen, pengelola SPBU mengaku tidak mengkhawatirkan adanya kelangkaan BBM. Pasalnya, ketersediaan pasokan BBM di SPBU sepanjang jalur pantura Indramayu terbilang aman.
“Setiap harinya pada puncak arus mudik, truk tangki Pertamina rutin memasok persediaan BBM di SPBU sebelum kehabisan. Kami akan meminta tambahan saat arus kendaraan di pantura mulai padat,” kata pengusaha SPBU, Sri Budi Harjo Herman.
Saat arus mudik, pihaknya berupaya mengantipasi lonjakan pemudik dengan memberikan pelayanan ekstra, jaminan kualitas, kuantitas dan layanan terbaik untuk konsumen. Seluruh petugas SPBU disiagakan bekerja selama 24 jam penuh, setidaknya dalam kurun waktu H-7 sampai H+7.
Di bagian lain, infrastruktur di Jawa Barat untuk persiapan arus mudik dan balik mencapai 72 persen. “Tapi, kondisinya sudah bisa digunakan untuk arus mudik dan balik tahun ini,” kata Kepala Dinas Bina Marga Jabar M Guntoro.
Menurut dia, agar infrastruktur bisa siap 100 persen digunakan untuk arus mudik dan balik, pihaknya terus melakukan pengerjaanyangada. Infrastruktur paling krusial yang belum diselesaikan adalah pembangunan jalur alternatif Gentong di KabupatenTasikmalaya.
“Sedangkan untuk infrastruktur lainnya tinggal pemantapan jalan. Memang masih ada pengerjaan perbaikan jalan, tapi hanya pemeliharaan,” jelasnya.
Pantauan di Kabupaten Bandung, para pedagang di sekitar jalur Nagreg, Desa Pamuncatan, Kecamatan Nagreg, mulai membangun kios dan lapak di suatu titik yang diizinkan di Lingkar Nagreg. Pembangunan kios untuk pedagang oleh-oleh di Lingkar Nagreg itu diharapkan selesai sebelum H-10.
Ketua Paguyuban Pedagang Oleh-Oleh Nagreg Pamucatan, Pipin Suhendar menuturkan rencananya kios yang dibangun semi permanen itu sudah selesai H-10, karena jika lebih dari itu tidak diperbolehkan lagi mengangkut barang material ke tempat pembangunan kios.
(gpr)
Lihat Juga :