Jelang Lebaran, perdagangan emas di Depok lesu
Senin, 30 Juli 2012 - 14:14 WIB
Jelang Lebaran, perdagangan emas di Depok lesu
A
A
A
Sindonews.com – Tak seperti biasanya, penjualan perhiasan emas di Depok, Jawa Barat menjelang Lebaran masih sepi peminat. Padahal jika dibandingkan tahun lalu, para pedagang emas berpendapat dagangan mereka mulai diburu konsumen sejak awal bulan puasa.
Salah satu pedagang emas, pengelola toko emas Kemenangan, Jalan Dewi Sartika, Depok, Aam menuturkan lesunya penjualan disebabkan bertepatan dengan penerimaan siswa di tahun ajaran baru. Sehingga, kata dia, hingga awal puasa kemarin lebih banyak konsumen yang menjual perhiasan bukannya membeli.
“Biasa saja, masih sepi–sepi saja belum meningkat, karena berbarengan dengan anak masuk sekolah, daya belinya lesu karena berbarengan itu,” ujarnya kepada wartawan, Senin (29/07/12).
Aam memprediksi kenaikan penjualan akan mulai terjadi pada H-7 Lebaran. Sebab disaat itulah warga mulai membeli emas untuk mejeng di hari raya. “Mungkin ramainya nanti H-7 hingga H-3 karena mau pamer dulu kan kalau Lebaran,” jelasnya.
Aam memastikan harga emas masih stabil dan belum ada kenaikan. Rata–rata konsumen banyak membeli emas jenis emas muda atau 40 persen.
“Konsumen rata–rata cari yang lebih murah, emas muda yang 40 persen, itu harganya hanya Rp230 ribu, yang penting pakai emas saat Lebaran prinsipnya,” ungkapnya.
Pemilik took emas Cahaya Baru di Dewi Sartika Depok, Ricky mengungkapkan bahwa kenaikan harga emas mulai terjadi pada emas jenis 24 karat. Kenaikan dari Rp460 ribu menjadi Rp475 ribu.
“Peningkatan belum terjadi, lebih banyak yang jual dari awal puasa, karena bertepatan sama tahun ajaran baru, kalau harga emas sudah mulai naik sejak awal puasa untuk yang jenis 24 karat, diperkirakan penjualan meningkat 30 persen,” imbuhnya.
Salah satu pedagang emas, pengelola toko emas Kemenangan, Jalan Dewi Sartika, Depok, Aam menuturkan lesunya penjualan disebabkan bertepatan dengan penerimaan siswa di tahun ajaran baru. Sehingga, kata dia, hingga awal puasa kemarin lebih banyak konsumen yang menjual perhiasan bukannya membeli.
“Biasa saja, masih sepi–sepi saja belum meningkat, karena berbarengan dengan anak masuk sekolah, daya belinya lesu karena berbarengan itu,” ujarnya kepada wartawan, Senin (29/07/12).
Aam memprediksi kenaikan penjualan akan mulai terjadi pada H-7 Lebaran. Sebab disaat itulah warga mulai membeli emas untuk mejeng di hari raya. “Mungkin ramainya nanti H-7 hingga H-3 karena mau pamer dulu kan kalau Lebaran,” jelasnya.
Aam memastikan harga emas masih stabil dan belum ada kenaikan. Rata–rata konsumen banyak membeli emas jenis emas muda atau 40 persen.
“Konsumen rata–rata cari yang lebih murah, emas muda yang 40 persen, itu harganya hanya Rp230 ribu, yang penting pakai emas saat Lebaran prinsipnya,” ungkapnya.
Pemilik took emas Cahaya Baru di Dewi Sartika Depok, Ricky mengungkapkan bahwa kenaikan harga emas mulai terjadi pada emas jenis 24 karat. Kenaikan dari Rp460 ribu menjadi Rp475 ribu.
“Peningkatan belum terjadi, lebih banyak yang jual dari awal puasa, karena bertepatan sama tahun ajaran baru, kalau harga emas sudah mulai naik sejak awal puasa untuk yang jenis 24 karat, diperkirakan penjualan meningkat 30 persen,” imbuhnya.
(and)
Lihat Juga :