Bank BJB bukukan laba bersih Rp600 M
Senin, 30 Juli 2012 - 14:46 WIB
Bank BJB bukukan laba bersih Rp600 M
A
A
A
Sindonews.com - PT Bank BJB Tbk membukukan laba bersih sebesar Rp600 miliar atau naik 10,29 persen pada semester 1/2012. Pencapaian tersebut ditopang peningkatan laba bersih dan laba operasional perseroan selama enam bulan terakhir.
Direktur Utama Bank BJB Tbk Bien Subiantoro mengatakan, laba bersih senilai Rp600 miliar, jauh lebih baik ketimbang perolehan laba bersih pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp544 miliar. Pada laporan keuangan yang diterima SINDO, kenaikan laba bersih ditopang peningkatan pendapatan bunga bersih sebesar 23,1 persen menjadi Rp1,803 triliun. Serta kenaikan pendapatan bersih dari laba operasional sebesar 15,5 persen menjadi Rp806,6 miliar.
Peningkatan dana pihak ketiga (DPK) juga berkontribusi besar terhadap peningkatan laba perusahaan. Bank BJB mencatat, DPK pada semester 1/2012 menjadi sebesar Rp49,79 triliun. “Dana pihak ketiga yang berhasil di himpun Bank BJB pada semester 1/2012, naik 37,5% di bandingkan posisi yang sama tahun lalu,” jelas Bien Subiantoro, Senin (30/7/2012).
Peningkatan DPK, lanjut dia, tidak lepas dari upaya Bank BJB melakukan ekspansi kantor cabang di tahun 2011. Bank BJB, tidak hanya memperbanyak kantor cabang di wilayah Jabar dan Banten. Bank pembangunan daerah (BPD) ini, juga membuka kantor cabang baru di Makasar, Banjarmasin, Jateng, Jatim, DKI Jakarta, dan lainnya.
Naiknya pendapatan perseroan lainnya ditopang peningkatan kredit Bank BJB selama semester pertama. Jumlah kredit yang digulirkan Bank BJB sebesar Rp32,71 triliun. Meningkat sekitar 26,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp25,88 triliun. Peningkatan tersebut di dorong ekspansi kredit bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM), korporasi serta perusahaan berskala nasional.
Kendati penyaluran kredit Bank BJB tumbuh cukup signifikan, bank ini mampu menjaga kredit macet atau non-performing loan (NPL) pada posisi 1,4 persen dengan return on assets(ROA) 2,1 persen serta return on equity (ROE) 22,6 persen.
“Kami tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, menjaga secara konsisten portofolio rasio kredit bermasalah (NPL). Ini agar pertumbuhan portofolio kredit sejalan dengan kualitas kredit yang kami salurkan,” jelas dia. Posisi NPL Bank BJB masih di bawah zona aman, dari batasan kredit macet yang dikeluarkan Bank Indonesia sebesar lima persen.
Lebih lanjut Bien menjelaskan, sampai semester pertama 2012, Bank BJB mencatat jumlah asset menjadi Rp61,25 triliun. Naik sekitar 24,2 persen dibanding posisi asset pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp49,33 triliun. “Pertumbuhan asset yang cukyup signifikan ini, di dukung naiknya aktivitas bisnis perseroan. Terutama pada penyaluran kredit dan DPK,” timpal dia.
Direktur Utama Bank BJB Tbk Bien Subiantoro mengatakan, laba bersih senilai Rp600 miliar, jauh lebih baik ketimbang perolehan laba bersih pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp544 miliar. Pada laporan keuangan yang diterima SINDO, kenaikan laba bersih ditopang peningkatan pendapatan bunga bersih sebesar 23,1 persen menjadi Rp1,803 triliun. Serta kenaikan pendapatan bersih dari laba operasional sebesar 15,5 persen menjadi Rp806,6 miliar.
Peningkatan dana pihak ketiga (DPK) juga berkontribusi besar terhadap peningkatan laba perusahaan. Bank BJB mencatat, DPK pada semester 1/2012 menjadi sebesar Rp49,79 triliun. “Dana pihak ketiga yang berhasil di himpun Bank BJB pada semester 1/2012, naik 37,5% di bandingkan posisi yang sama tahun lalu,” jelas Bien Subiantoro, Senin (30/7/2012).
Peningkatan DPK, lanjut dia, tidak lepas dari upaya Bank BJB melakukan ekspansi kantor cabang di tahun 2011. Bank BJB, tidak hanya memperbanyak kantor cabang di wilayah Jabar dan Banten. Bank pembangunan daerah (BPD) ini, juga membuka kantor cabang baru di Makasar, Banjarmasin, Jateng, Jatim, DKI Jakarta, dan lainnya.
Naiknya pendapatan perseroan lainnya ditopang peningkatan kredit Bank BJB selama semester pertama. Jumlah kredit yang digulirkan Bank BJB sebesar Rp32,71 triliun. Meningkat sekitar 26,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp25,88 triliun. Peningkatan tersebut di dorong ekspansi kredit bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM), korporasi serta perusahaan berskala nasional.
Kendati penyaluran kredit Bank BJB tumbuh cukup signifikan, bank ini mampu menjaga kredit macet atau non-performing loan (NPL) pada posisi 1,4 persen dengan return on assets(ROA) 2,1 persen serta return on equity (ROE) 22,6 persen.
“Kami tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, menjaga secara konsisten portofolio rasio kredit bermasalah (NPL). Ini agar pertumbuhan portofolio kredit sejalan dengan kualitas kredit yang kami salurkan,” jelas dia. Posisi NPL Bank BJB masih di bawah zona aman, dari batasan kredit macet yang dikeluarkan Bank Indonesia sebesar lima persen.
Lebih lanjut Bien menjelaskan, sampai semester pertama 2012, Bank BJB mencatat jumlah asset menjadi Rp61,25 triliun. Naik sekitar 24,2 persen dibanding posisi asset pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp49,33 triliun. “Pertumbuhan asset yang cukyup signifikan ini, di dukung naiknya aktivitas bisnis perseroan. Terutama pada penyaluran kredit dan DPK,” timpal dia.
(and)
Lihat Juga :