Mid-year review
Selasa, 31 Juli 2012 - 08:44 WIB
Mid-year review
A
A
A
Sindonews.com - Akhir pekan yang lalu, saya baru saja selesai memfasilitasi sebuah mid-year review yang memang dilakukan rutin setiap tahunnya pada pertengahan tahun.
Mid-year review atau identik dengan kajian tengah tahun merupakan sarana untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja divisi atau perusahaan dalam lingkup yang lebih besar sepanjang semester pertama.
Banyak perusahaan/organisasi yang melakukan hal ini dan memperoleh manfaat darinya. Secara umum mid-year review akan membantu kita menyoroti pencapaian yang sudah dibuat paruh pertama dalam tahun 2012, sudah sesuai targetkah atau masih ada ketertinggalan dari target.
Hal lain yang juga dilakukan adalah proyeksi ke depan termasuk melihat langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk menutup tahun 2012 dengan gemilang.
Berbagai pendekatan memecahkan masalah, mengkaji kinerjadanmerencanakanstrategi dapat digunakan untuk evaluasi, namun uniknya Mid- Year Reviewkali ini mengadopsi pendekatan studi kasus pada semua permasalahan yang terjadi di dalam divisi.
Peserta terbagi ke dalam beberapa kelompok yang ditantang untuk keluar dari zona nyaman mereka seperti misalnya tim marketing yang secara khusus menangani kasus sales, tim produk menangani kasus operasi atau tim wholesale yang menangani kasus ritel,begitu juga sebaliknya.
Dari studi kasus ini, secara umum, saya pribadi menemukan beberapa pelajaran menarik yang ingin saya bagikan dalam artikel kali ini.
Pelajaran yang pertama adalah “For every questions or problems you face, there are already answers. You just need to find them.” Seringkali di dalam pekerjaan, kita menemukan persoalan dan pertanyaan atas beberapa hal.
Sebagai contoh, seorang salesperson untuk bisnis wholesale yang berpikir sudah melakukan berbagai cara untuk menjual lebih banyak ternyata tetap menemui kebuntuan.
Namun setelah kasusnya ditangani oleh tim lain, ternyata ada perspektifbaruyangsegardandapat diimplementasi dalam bentuk ide ini dan itu.
Kesimpulan saya sederhana, kita butuh orang lain memberi masukan dan solusi terhadap masalah kita. Sesungguhnya, jawaban sudah ada,jika tidak pada kita maka pasti ada pada orang lain. Adalah tugas kita untuk menemukannya.
Beberapa konsultan bisnis bahkan melansir bahwa tugas mereka hanya membantu klien/organisasi menemukan jawaban karena jawaban tersebut sebenarnya sudah ada di sekeliling klien/organisasi tersebut.
Pelajaran yang kedua adalah sebuah ungkapan yang sudah sangat terkenal “If you don’t like something, change it! If you cannot change it, change the way you think about it.”
Menyambung pelajaran pertama, memang kadang kala ada halhal yang kita tidak bisa selesaikan lantaran hal tersebut di luar kendali kita dan kita tidak memiliki otoritas yang cukup.
Untuk hal-hal yang demikian, jawabannya adalah Anda harus melihat dengan sudut pandang yang berbeda. Mungkin ada maksud lain yang Anda tidak pahami.
Senada dengan artikel saya yang lalu,mungkin karena kita baru melihat small picture sehingga tidak paham dengan big picture.
Anggaran belanja marketingyang sedianya sudah disepakati di awal tahun namun terpaksa harus dikurangi dalam perjalanan mungkin sepintas akan mengecewakan bagi kita yang sudah membuat perencanaannya dari awal.
Namun apabila kita memahami sudut pandang yang lain dan melihat gambar yang lebih besar,kita akan dibuat mengerti bahwa perusahaan/organisasi perlu menjaga profitabilitas.
Revenue atau pendapatan memang harus naik, itulah mengapa tim sales dalam perusahaan dikejar untuk menutup target akhir tahun. Cost atau biaya memang harus ditekan turun,namun perlu bijak menyikapinya.
Salah satu pos biaya yang pasti selalu naik adalah gaji karyawan.Bila Anda seorang karyawan, kebanyakan dari Anda tentu tidak mau kalau bagian ini stagnan (tidak ada kenaikan) apalagi turun.
Oleh karena itulah, kalau kita juga melihat ini dalam pertimbangan kita, mungkin kita akan menjadi mengerti mengapa kita perlu memangkas biaya di pos yang lainnya, mengapa anggaran marketing perlu dikaji ulang, mengapa perjalanan bisnis harus dibuat lebih efektif dan banyak lagi lainnya.
Singkat kata,kedua pelajaran yang saya dapat dan bagikan kali ini adalah bicara mengenai: transform the way you think (transformasi dalam cara Anda berpikir) Saya percaya bila terjadi transformasi dalam cara kita berpikir, maka terjadi transformasi dalam cara kita bersikap/bertindak yang pada akhirnya mentransformasi seluruh hidup kita menjadi jauh lebih baik dari sebelumnya. Semoga Anda bisa dan mau melakukannya! Salam transformasi!
MEN JUNG, MM
Author – Go To The Next Level! Founder –
PT Spirit Transformation International [email protected]
Mid-year review atau identik dengan kajian tengah tahun merupakan sarana untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja divisi atau perusahaan dalam lingkup yang lebih besar sepanjang semester pertama.
Banyak perusahaan/organisasi yang melakukan hal ini dan memperoleh manfaat darinya. Secara umum mid-year review akan membantu kita menyoroti pencapaian yang sudah dibuat paruh pertama dalam tahun 2012, sudah sesuai targetkah atau masih ada ketertinggalan dari target.
Hal lain yang juga dilakukan adalah proyeksi ke depan termasuk melihat langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk menutup tahun 2012 dengan gemilang.
Berbagai pendekatan memecahkan masalah, mengkaji kinerjadanmerencanakanstrategi dapat digunakan untuk evaluasi, namun uniknya Mid- Year Reviewkali ini mengadopsi pendekatan studi kasus pada semua permasalahan yang terjadi di dalam divisi.
Peserta terbagi ke dalam beberapa kelompok yang ditantang untuk keluar dari zona nyaman mereka seperti misalnya tim marketing yang secara khusus menangani kasus sales, tim produk menangani kasus operasi atau tim wholesale yang menangani kasus ritel,begitu juga sebaliknya.
Dari studi kasus ini, secara umum, saya pribadi menemukan beberapa pelajaran menarik yang ingin saya bagikan dalam artikel kali ini.
Pelajaran yang pertama adalah “For every questions or problems you face, there are already answers. You just need to find them.” Seringkali di dalam pekerjaan, kita menemukan persoalan dan pertanyaan atas beberapa hal.
Sebagai contoh, seorang salesperson untuk bisnis wholesale yang berpikir sudah melakukan berbagai cara untuk menjual lebih banyak ternyata tetap menemui kebuntuan.
Namun setelah kasusnya ditangani oleh tim lain, ternyata ada perspektifbaruyangsegardandapat diimplementasi dalam bentuk ide ini dan itu.
Kesimpulan saya sederhana, kita butuh orang lain memberi masukan dan solusi terhadap masalah kita. Sesungguhnya, jawaban sudah ada,jika tidak pada kita maka pasti ada pada orang lain. Adalah tugas kita untuk menemukannya.
Beberapa konsultan bisnis bahkan melansir bahwa tugas mereka hanya membantu klien/organisasi menemukan jawaban karena jawaban tersebut sebenarnya sudah ada di sekeliling klien/organisasi tersebut.
Pelajaran yang kedua adalah sebuah ungkapan yang sudah sangat terkenal “If you don’t like something, change it! If you cannot change it, change the way you think about it.”
Menyambung pelajaran pertama, memang kadang kala ada halhal yang kita tidak bisa selesaikan lantaran hal tersebut di luar kendali kita dan kita tidak memiliki otoritas yang cukup.
Untuk hal-hal yang demikian, jawabannya adalah Anda harus melihat dengan sudut pandang yang berbeda. Mungkin ada maksud lain yang Anda tidak pahami.
Senada dengan artikel saya yang lalu,mungkin karena kita baru melihat small picture sehingga tidak paham dengan big picture.
Anggaran belanja marketingyang sedianya sudah disepakati di awal tahun namun terpaksa harus dikurangi dalam perjalanan mungkin sepintas akan mengecewakan bagi kita yang sudah membuat perencanaannya dari awal.
Namun apabila kita memahami sudut pandang yang lain dan melihat gambar yang lebih besar,kita akan dibuat mengerti bahwa perusahaan/organisasi perlu menjaga profitabilitas.
Revenue atau pendapatan memang harus naik, itulah mengapa tim sales dalam perusahaan dikejar untuk menutup target akhir tahun. Cost atau biaya memang harus ditekan turun,namun perlu bijak menyikapinya.
Salah satu pos biaya yang pasti selalu naik adalah gaji karyawan.Bila Anda seorang karyawan, kebanyakan dari Anda tentu tidak mau kalau bagian ini stagnan (tidak ada kenaikan) apalagi turun.
Oleh karena itulah, kalau kita juga melihat ini dalam pertimbangan kita, mungkin kita akan menjadi mengerti mengapa kita perlu memangkas biaya di pos yang lainnya, mengapa anggaran marketing perlu dikaji ulang, mengapa perjalanan bisnis harus dibuat lebih efektif dan banyak lagi lainnya.
Singkat kata,kedua pelajaran yang saya dapat dan bagikan kali ini adalah bicara mengenai: transform the way you think (transformasi dalam cara Anda berpikir) Saya percaya bila terjadi transformasi dalam cara kita berpikir, maka terjadi transformasi dalam cara kita bersikap/bertindak yang pada akhirnya mentransformasi seluruh hidup kita menjadi jauh lebih baik dari sebelumnya. Semoga Anda bisa dan mau melakukannya! Salam transformasi!
MEN JUNG, MM
Author – Go To The Next Level! Founder –
PT Spirit Transformation International [email protected]
(gpr)
Lihat Juga :