Momentum & keberanian masuk pasar

Kamis, 02 Agustus 2012 - 10:28 WIB
Momentum & keberanian...
Momentum & keberanian masuk pasar
A A A

UNTUK
menjadi investor yang sukses di pasar saham bukanlah hal yang mudah. Dibutuhkan banyak syarat untuk menuju ke sana.Ia harus pintar, memiliki pengetahuan investasi dan analisis portofolio yang baik, mengerti mekanisme pasar, memiliki emosi yang stabil,dan sebagainya.

Tapi,semua itu ternyata belum cukup. Kekuatan analisis dan pemahaman teoritis tidak selamanya menjamin seorang investor sukses dengan gemilang ketika berinvestasi di saham. Satu hal yang sangat dibutuhkan bagi seorang investor adalah kepekaan dalam membaca gerak-gerik pasar dan keberanian dalam melakukan eksekusi. Tanpa dibekali dengan kepekaan yang tajam terhadap pasar dan keberanian dalam mengambil keputusan, rasanya keuntungan yang diraih akan kurang maksimal.

Bagi seorang investor yang aktif, kemampuan membaca pasar lebih penting dibandingkan penguasaan teori investasi.Kalau investor sangat memahami karakter pasar,maka ia akan tahu kapan saat yang tepat untuk masuk dan kapan saat yang tepat untuk keluar pasar. Nah, jika sudah memiliki kemampuan seperti itu, keuntungan demi keuntungan akan terus mengalir setiap saat.

Harus dipahami bahwa pada umumnya investasi di saham selalu berorientasi pada perolehan capital gain dibandingkan dividen. Sebab, gain sebenarnya bisa diperoleh setiap saat–meski tidak selalu– baik saat harga saham naik maupun saat harga saham turun. Sedangkan dividen hanya bisa dinikmati oleh investor setiap satu tahun sekali.

Karena itulah, momentum pasar dan keberanian eksekusi menjadi kata kunci bagi investor. Jika seorang investor masuk pada saat yang tepat,dalam kondisi market seperti apa pun ia dipastikan bisa menggaet keuntungan. Jika kondisi pasar turun, investor bisa menjual dulu sahamnya dan membeli kembali (buy back) pada harga yang lebih rendah. Sedangkan, jika kondisi pasar naik, investor bisa membeli terlebih dulu dan menjual pada harga yang lebih tinggi.

Mekanisme Pasar


Memahami momentum pasar bukanlah hal yang mudah. Dibutuhkan kejelian dan kepekaan yang tinggi untuk melihat mana saham yang memang bergerak berdasarkan mekanisme pasar dan mana saham yang bergerak di luar mekanisme pasar.Disebut bergerak di luar mekanisme pasar karena fakta menunjukkan memang ada saham- saham tertentu yang pergerakannya dikendalikan oleh kekuatan tertentu, meskipun hal itu sulit untuk dibuktikan.

Kejelian dan kepekaan tadi dibutuhkan untuk mendeteksi ada tidaknya aktivitas kekuatan tertentu yang ikut dalam pergerakan saham tersebut. Kekuatan ini sengaja aktif menggerakkan saham tertentu dengan tujuan untuk mengeruk keuntungan sebesar-besarnya. Terminologi pasar menyebut saham yang digerakkan ini sebagai saham gorengan. Kekuatan ini tidak hanya bisa terdiri dari satu pihak, tapi bisa juga terdiri dari beberapa pihak yang sepakat bekerja sama menggerakkan satu saham untuk mendapatkan keuntungan.

Bagi investor ritel, apalagi pendatang baru, bekerjanya kekuatan ini harus diwaspadai agar bisa terhindar dari arus permainan mereka. Oleh karena itu, jangan mudah terlena dan tergoda untuk ikut bertransaksi di saham-saham tertentu yang tiba-tiba aktif ditransaksikan. Jangan mudah terkesima dengan kenaikan harga yang meledak-ledak.

Fakta di pasar memang sering menunjukkan adanya beberapa saham yang mencatatkan kenaikan harga dengan sangat pesat tanpa didukung oleh informasi yang memadai. Kenaikan harga itu tidak jarang mencapai batas autorejection. Bahkan, hanya dalam tempo beberapa hari saja– yaitu tidak sampai satu bulan–kenaikan harga bisa mencapai di atas 100 persen.

Kenaikan yang cukup fantastis itu tentu merupakan keuntungan yang menawan dan menggiurkan. Investasi di mana yang bisa menghasilkan return di atas 100 persen hanya dalam sebulan? Nyaris tidak ada. Saham seperti inilah yang harus diwaspadai oleh investor. Untuk momonitor pergerakan harga saham yang dianggap kurang wajar itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) biasanya selalu memberikan warning kepada investor dengan memasukkan saham itu dalam kategori unusual market activity (UMA).

BEI juga melayangkan surat ke emiten dan mempertanyakan adakah informasi material yang relevan dengan kenaikan harga saham di pasar? Semua jawaban dari emiten akan dipublikasikan untuk diketahui investor. Sayangnya, investor kerap kehilangan nalar menghadapi pergerakan saham yang seperti ini. Peringatan BEI yang memasukkan saham tersebut dalam kategori UMA sering diterjemahkan bahwa harga saham itu akan naik kembali dan karenanya terus diburu investor.

Padahal, kenyataan selalu menunjukkan bahwa saham yang masuk kategori UMA kenaikan harganya tidak didukung informasi yang relevan maupun perbaikan dari sisi kinerja fundamental perusahaan. Investor disarankan agar jangan gampang tergiur, apalagi ikut menceburkan diri. Sebab, kekuatan yang menggerakkan saham tadi memang sengaja mengangkat harga dan menciptakan kesan seolah-olah saham itu likuid dengan tujuan diikuti investor lain.

Ketika banyak investor lain yang ikut membeli, mereka dengan satu hentakan langsung membanjiri pasar dengan order jual sehingga saham itu kembali turun dan kekuatan tadi sudah meraih keuntungan berlimpah. Begitulah cara kerja mereka. Jika investor tidak ingin terjebak, sebaiknya investor tidak mengejar saham yang harganya sudah naik di luar nalar.

Tim BEI
(and)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
CPI Rilis Dasbor Pembiayaan...
CPI Rilis Dasbor Pembiayaan Listrik, Soroti Lonjakan Investasi EBT
Bijak Memilih, Berikut...
Bijak Memilih, Berikut Tips Aman Berinvestasi di Aset Digital
Daftar 14 Investasi...
Daftar 14 Investasi Ilegal yang Distop Satgas Waspada Investasi
Korban Dugaan Investasi...
Korban Dugaan Investasi Bodong Tanyakan Kelanjutan Kasusnya ke OJK
Penipuan Investasi Bodong...
Penipuan Investasi Bodong Dengan Kedok Investasi Beras
Thong Guan Industries...
Thong Guan Industries Bhd Investasi di KIT Batang Jawa Tengah
Berita Terkini
Kepala BPS Ungkap Progres...
Kepala BPS Ungkap Progres Sensus Ekonomi 2026 DKI Jakarta: Capai 45,17%
24 menit yang lalu
IHSG Cetak Rebound,...
IHSG Cetak Rebound, Kembali Lagi ke Level 6.000 usai Pengumuman S&P Global Ratings
1 jam yang lalu
S&P Rilis Peringkat...
S&P Rilis Peringkat Kredit Terbaru Indonesia: Outlook Stabil di BBB/A-2
1 jam yang lalu
Rupiah Ambruk Diterpa...
Rupiah Ambruk Diterpa Mega Korupsi hingga Konflik AS-Iran, Hari ini Tembus Rp18.109 per USD
1 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung Nasabah Wujudkan Cinta Lewat Mahar Saham
2 jam yang lalu
S&P Dow Jones Indices...
S&P Dow Jones Indices Ancam Turunkan Status Pasar Saham RI, OJK Sebut Efek Arus Modal Keluar Kecil
3 jam yang lalu
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved