S&P Rilis Peringkat Kredit Terbaru Indonesia: Outlook Stabil di BBB/A-2
Senin, 13 Juli 2026 - 16:50 WIB
loading...
Lembaga pemeringkat kredit, S&P Global Ratings menegaskan peringkat kredit Indonesia di level BBB/A-2. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Lembaga pemeringkat kredit, S&P Global Ratings menegaskan peringkat kredit Indonesia di level “BBB/A-2" pada Senin (13/7/2026). Lebih lanjut, S&P mengatakan bahwa tekanan baru-baru ini pada posisi fiskal dan eksternal dinilai bersifat sementara bagi Indonesia.
Dalam laporan resmi yang dirilis pada 13 Juli, S&P Global Ratings secara resmi menegaskan kembali (affirmed) peringkat kredit Indonesia pada level 'BBB' untuk jangka panjang dan 'A-2' untuk jangka pendek. S&P juga menyematkan outlook Stabil pada peringkat jangka panjang tersebut.
"Peringkat Indonesia mencerminkan prospek pertumbuhan ekonomi yang kuat, kebijakan makroekonomi yang umumnya berhati-hati, serta beban utang luar negeri dan pemerintah bersih yang relatif ringan dibanding negara-negara sepadan (peers)," tulis S&P dalam rasionya.
S&P menilai pelemahan fiskal dan posisi eksternal Indonesia yang terjadi saat ini akibat lonjakan harga energi, suku bunga tinggi, dan pelemahan mata uang, hanyalah bersifat sementara (temporary). Tekanan ini diprediksi akan termitigasi seiring pulihnya harga komoditas ekspor andalan dan langkah penghematan anggaran yang diambil pemerintah.
Baca Juga: Purbaya Bawa Kabar Gembira dari Washington: S&P Pertahankan Rating RI Tetap Triple B
Hal ini menjadi kabar baik di tengah badai ketidakpastian ekonomi global dan guncangan hebat yang melanda pasar keuangan domestik sepanjang awal tahun ini. Keputusan krusial terkait nasib peringkat kredit (sovereign credit rating) Indonesia diyakini bakal langsung memicu perhatian besar para pelaku pasar dan investor global.
Dalam laporan resmi yang dirilis pada 13 Juli, S&P Global Ratings secara resmi menegaskan kembali (affirmed) peringkat kredit Indonesia pada level 'BBB' untuk jangka panjang dan 'A-2' untuk jangka pendek. S&P juga menyematkan outlook Stabil pada peringkat jangka panjang tersebut.
"Peringkat Indonesia mencerminkan prospek pertumbuhan ekonomi yang kuat, kebijakan makroekonomi yang umumnya berhati-hati, serta beban utang luar negeri dan pemerintah bersih yang relatif ringan dibanding negara-negara sepadan (peers)," tulis S&P dalam rasionya.
S&P menilai pelemahan fiskal dan posisi eksternal Indonesia yang terjadi saat ini akibat lonjakan harga energi, suku bunga tinggi, dan pelemahan mata uang, hanyalah bersifat sementara (temporary). Tekanan ini diprediksi akan termitigasi seiring pulihnya harga komoditas ekspor andalan dan langkah penghematan anggaran yang diambil pemerintah.
Baca Juga: Purbaya Bawa Kabar Gembira dari Washington: S&P Pertahankan Rating RI Tetap Triple B
Hal ini menjadi kabar baik di tengah badai ketidakpastian ekonomi global dan guncangan hebat yang melanda pasar keuangan domestik sepanjang awal tahun ini. Keputusan krusial terkait nasib peringkat kredit (sovereign credit rating) Indonesia diyakini bakal langsung memicu perhatian besar para pelaku pasar dan investor global.
Lihat Juga :