Krisis Eropa penghalang pertumbuhan ekonomi RI

Jum'at, 03 Agustus 2012 - 17:07 WIB
Krisis Eropa penghalang...
Krisis Eropa penghalang pertumbuhan ekonomi RI
A A A
Sindonews.com - Dampak krisis ekonomi yang melanda Benua Eropa masih belum menunjukkan tanda-tanda akan segera pulih. Bahkan, hal tersebut juga mulai berdampak penurunan pertumbuhan ekonomi tanah air di mana Indonesia mengalami kesulitan untuk memajukan sektor ekspor.

Menyikapi kondisi tersebut, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan berpendapat, krisis Eropa tersebut menjadi penghalang utama tumbuhnya sektor ekspor Indonesia.

"Selama tidak terjadi pemulihan ekonomi di negara besar. Krisis Eropa berdampak ke Amerika bahkan Tiongkok," ujar Gita Wirjawan, di Kantor Kementerian Perdagangan, Jumat (3/8/2012).

Kepada Wartawan, Gita Wirjawan menceritakan, bila dibandingkan situasi perekonomian Eropa di tahun 2008 dimana pada saat itu kebijakan di Eropa memberikan ruang fiskal yang cukup baik. Saat ini, kondisi perekonomian Eropa bahkan tidak merangkak naik kendati telah diberikan stimulus. "Tapi sekarang walaupun dikasih stimulus tapi belum bisa membantu," ungkap Gita Wirjawan.

Sebagaimana diketahui, krisis ekonomi global disinyalir menjadi biang keladi kian melemahnya permintaan pasar ekspor Indonesia yang membuat surplus perdagangan nonmigas di semester I-2012 terus tergerus.

"Neraca perdagangan nonmigas selama semester I-2012 masih mengalami surplus sebesar USD1,9 muliar. Menurun drastis dari surplus periode yang sama tahun lalu yang mencapai USD14,7 miliar, " ujar Gita.

Untuk itu, lanjut Gita, perlu ada langkah strategis guna menanggulangi permasalahan tersebut sekaligus mencegah dampak kerugian yang lebih luas bagi Indonesia.

"Arah strategi kebijakan perdagangan ke depan adalah dengan meningkatkan domestik competitiveness, seperti dengan mendukung upaya hilirisasi, pengembangan pasar ekspor dan peningkatan daya saing produk dengan mengutamakan pemberian nilai tambah. Meningkatkan efektivitas pengawasan dan infrastruktur perdagangan serta meningkatkan efektivitas kerja sama internasional," simpul Gita.
(and)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Dukung Ekonomi Berkelanjutan,...
Dukung Ekonomi Berkelanjutan, Jamkrindo Syariah Perkuat Penerapan Prinsip Syariah
39 menit yang lalu
Purbaya Tolak Permintaan...
Purbaya Tolak Permintaan Himbara Perpanjang Tenor Dana SAL hingga Setahun
51 menit yang lalu
100 Jenama Indonesia...
100 Jenama Indonesia Unjuk Gigi di MASA Singapore 2026, Astra Dorong Kolaborasi Bersama
52 menit yang lalu
Mobilitas Makin Hemat:...
Mobilitas Makin Hemat: Nikmati Promo Spesial BRI Kartu Kredit di Aplikasi MyBluebird
1 jam yang lalu
JICT dan Bea Cukai Sinergi...
JICT dan Bea Cukai Sinergi Percepat Penanganan Kontainer Longstay di Pelabuhan
1 jam yang lalu
Defisit APBN 2026 Diprediksi...
Defisit APBN 2026 Diprediksi Bengkak Jadi Rp734,3 Triliun, Setara 2,85% PDB
1 jam yang lalu
Infografis
7 Kolonel TNI AL Pecah...
7 Kolonel TNI AL Pecah Bintang, Ada Dankopaska Koarmada RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved