Raup ratusan juta dari bisnis jaket motor
Sabtu, 04 Agustus 2012 - 15:14 WIB
Raup ratusan juta dari bisnis jaket motor
A
A
A
Sindonews.com - Mengawali usaha dengan modal Rp150 ribu untuk membeli sebuah jaket yang kemudian dijualnya lagi melalui jejaring sosial pada september 2010, saat ini Yoad dan Ihsanudin mampu memproduksi jaket sendiri dan turut berpartisipasi dalam persaingan industri kretif tanah air.
Menjadi enterpreneur memang telah menjadi pilihan hidup dua orang yang bersahabat ini. Melakoni usaha di bidang kuliner pun pernah mereka lakoni sebelum akhirnya menjatuhkan pilihan pada bisnis konveksi yang berfokus pada produksi jaket bagi pengendara bermotor atau yang umum dikenal masyarakat dengan Jaket Motor.
Jaket Motor sendiri dipilih karena mereka menganggap saat ini jumlah pengendara sepeda motor sangat banyak dan terus bertambah. Dari segi bisnis hal tersebut berarti market yang potensial.
"Kami melihat pengguna motor sekarang kan jumlahnya banyak banget, itu kan berarti mereka (pengendara motor) butuh jaket yang safety. Prospek jaket motor ini sangat bagus," ujar Yoad yang ditemui Sindonews pada sebuah pameran usaha kreatif di Jakarta Convention Center (JCC), beberapa waktu lalu.
Berkat konsistensi keduanya dalam menjalankan bisnis tersebut, pada awal tahun 2011 keduanya kemudian memantapkan langkah bisnis mereka dengan mendirikan sebuah konveksi mereka sendiri yang kusus memproduksi jaket motor.
"Di awal 2011 kami memberanikan diri mendirikan konveksi untuk memproduksi sendiri jaket motor. Lokasinya di daerah Sarijadi, Bandung," kenang Yoad.
Jaket produksi mereka tersebut kemudian dipatenkan dengan merek dagang ADN Adrenalin. "Adrenalin-nya ditulis pake ejaan Indonesia, sengaja biar lebih cinta Tanah Air. Alasannya kalau orang naik motor itu kan ada suatu perasaan adrenalinnya itu naik kan. Jadi kita kasih nama Adrenalin ya karena itu biar sesuai sama pengendara motor," ceritanya antusias.
Soal kualitas, Yoad berani menjamin jaket ADN Adrenalin produksinya memiliki kualitas yang tak kalah dengan merek-merek yang sudah besar. Kepercayaan dirinya tersebut muncul berkat konsistensinya menjaga kualitas produk dengan menggunakan bahan baku dengan kualitas terbaik.
“Jaket kita ini pake bahan cordura atau cordura poliester. bahan ini waterproof (anti air). Nah, yang bikin istimewa, kalau biasanya jaket anti air itu panas waktu dipakai, kalo punya kita dijamin adem. Karena, kita pakai satin yang di-quilting, adem dan tidak panas, dan cuma kita yang punya," akunya percaya diri.
Selain itu, diakuinya, jaket hasil produksinya kental dengan unsur safety, seperti busa yang dilapisi anti-slip sehingga melindungi dari bahaya kecelakaan atau protektor lainnya. "Jadi kalo orang inget naik motor inget pake jaket Adrenalin," candanya.
Soal disain, Yoad mengaku banyak terinspirasi dari jaket-jaket pengendara motor jepang. "Kalau disain, ini adaptasi dari jaket motor Jepang. Kita ada juga yang disain original sendiri," tambahnya.
Untuk biaya produksinya, diakui keduanya menghabiskan dana sebesar Rp100 juta per bulan yang dipergunakan untuk membeli bahan baku yang telah sebelumnya disebutan. Sementara, guna menjaga kualitas, keduanya bersepakat membatasi produksi jaketnya hanya 500 buah per bulan.
Meski tidak mau terbuka soal omset yang diperolehnya, keduanya mengaku, dalam satu bulan, mereka mampu menjual habis jaket produksinya yang berjumlah 500 buah. Satu buah jaket dibandrol dengan harga mulai Rp185.000 hingga Rp295.000. Jika diasumsikan, omset yang dapat diraih selama sebulan sekira Rp100 juta.
Keberhasilan usaha yang baru berjalan sekitar satu setengah tahun ini tak lepas dari metode pemasaran yang mereka gunakan. Memanfaatkan teknologi internet dan jejaring sosial, keduanya memasarkan sendiri produknya. Produk merek sendiri dapat dilihat di website resminya dangan alamat jaketadrenalin.com.
Selain menjual produknya sendiri, keduanya juga menerapkan sekaligus mengembangkan konsep penjualan menggunakan sistem keagenan. Dengan konsep penjualan tersebut, produk yang dimilikinya tersebut bahkan telah merambah negeri tetanga seperti Malaysia.
"Jaket kami ini sudah dijual sampai ke Malaysia. Kita juga terapkan sistem keagenan, jadi buka peluang usaha baru juga buat yang lain kan," terangnya.
Menjadi enterpreneur memang telah menjadi pilihan hidup dua orang yang bersahabat ini. Melakoni usaha di bidang kuliner pun pernah mereka lakoni sebelum akhirnya menjatuhkan pilihan pada bisnis konveksi yang berfokus pada produksi jaket bagi pengendara bermotor atau yang umum dikenal masyarakat dengan Jaket Motor.
Jaket Motor sendiri dipilih karena mereka menganggap saat ini jumlah pengendara sepeda motor sangat banyak dan terus bertambah. Dari segi bisnis hal tersebut berarti market yang potensial.
"Kami melihat pengguna motor sekarang kan jumlahnya banyak banget, itu kan berarti mereka (pengendara motor) butuh jaket yang safety. Prospek jaket motor ini sangat bagus," ujar Yoad yang ditemui Sindonews pada sebuah pameran usaha kreatif di Jakarta Convention Center (JCC), beberapa waktu lalu.
Berkat konsistensi keduanya dalam menjalankan bisnis tersebut, pada awal tahun 2011 keduanya kemudian memantapkan langkah bisnis mereka dengan mendirikan sebuah konveksi mereka sendiri yang kusus memproduksi jaket motor.
"Di awal 2011 kami memberanikan diri mendirikan konveksi untuk memproduksi sendiri jaket motor. Lokasinya di daerah Sarijadi, Bandung," kenang Yoad.
Jaket produksi mereka tersebut kemudian dipatenkan dengan merek dagang ADN Adrenalin. "Adrenalin-nya ditulis pake ejaan Indonesia, sengaja biar lebih cinta Tanah Air. Alasannya kalau orang naik motor itu kan ada suatu perasaan adrenalinnya itu naik kan. Jadi kita kasih nama Adrenalin ya karena itu biar sesuai sama pengendara motor," ceritanya antusias.
Soal kualitas, Yoad berani menjamin jaket ADN Adrenalin produksinya memiliki kualitas yang tak kalah dengan merek-merek yang sudah besar. Kepercayaan dirinya tersebut muncul berkat konsistensinya menjaga kualitas produk dengan menggunakan bahan baku dengan kualitas terbaik.
“Jaket kita ini pake bahan cordura atau cordura poliester. bahan ini waterproof (anti air). Nah, yang bikin istimewa, kalau biasanya jaket anti air itu panas waktu dipakai, kalo punya kita dijamin adem. Karena, kita pakai satin yang di-quilting, adem dan tidak panas, dan cuma kita yang punya," akunya percaya diri.
Selain itu, diakuinya, jaket hasil produksinya kental dengan unsur safety, seperti busa yang dilapisi anti-slip sehingga melindungi dari bahaya kecelakaan atau protektor lainnya. "Jadi kalo orang inget naik motor inget pake jaket Adrenalin," candanya.
Soal disain, Yoad mengaku banyak terinspirasi dari jaket-jaket pengendara motor jepang. "Kalau disain, ini adaptasi dari jaket motor Jepang. Kita ada juga yang disain original sendiri," tambahnya.
Untuk biaya produksinya, diakui keduanya menghabiskan dana sebesar Rp100 juta per bulan yang dipergunakan untuk membeli bahan baku yang telah sebelumnya disebutan. Sementara, guna menjaga kualitas, keduanya bersepakat membatasi produksi jaketnya hanya 500 buah per bulan.
Meski tidak mau terbuka soal omset yang diperolehnya, keduanya mengaku, dalam satu bulan, mereka mampu menjual habis jaket produksinya yang berjumlah 500 buah. Satu buah jaket dibandrol dengan harga mulai Rp185.000 hingga Rp295.000. Jika diasumsikan, omset yang dapat diraih selama sebulan sekira Rp100 juta.
Keberhasilan usaha yang baru berjalan sekitar satu setengah tahun ini tak lepas dari metode pemasaran yang mereka gunakan. Memanfaatkan teknologi internet dan jejaring sosial, keduanya memasarkan sendiri produknya. Produk merek sendiri dapat dilihat di website resminya dangan alamat jaketadrenalin.com.
Selain menjual produknya sendiri, keduanya juga menerapkan sekaligus mengembangkan konsep penjualan menggunakan sistem keagenan. Dengan konsep penjualan tersebut, produk yang dimilikinya tersebut bahkan telah merambah negeri tetanga seperti Malaysia.
"Jaket kami ini sudah dijual sampai ke Malaysia. Kita juga terapkan sistem keagenan, jadi buka peluang usaha baru juga buat yang lain kan," terangnya.
(gpr)
Lihat Juga :