Jero Wacik segera laporkan hasil penghematan BBM
Sabtu, 04 Agustus 2012 - 16:47 WIB
Jero Wacik segera laporkan hasil penghematan BBM
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Negara Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jero Wacik mengungkapkan, pihaknya akan segera melaporkan hasil kerja yang dilakukan kementeriannya dalam rangka gerakan nasional penghematan energi.
"Tanggal 7 ada kujungan ke Presiden mengenai energi. Di sana akan saya laporkan bagaimana hasil penghematan BBM, listrik dan air," terang Jero saat ditemui di kantor kementrian ESDM, Jumat 3 Agustus 2012.
Dalam pertemuan tersebut, rencananya Jero akan melaporkan pencapaian target program penghematan energi yang tengah digalakkan kementeriannya.
Salah satu pokok bahasan utama yang akan disampaikan adalah penurunan jumlah konsumsi BBM premium. Dirinya bahkan menjamin, dengan upaya penghematan tersebut, cadangan premium Indonesia akan betahan namun tetap akan melebihi kuota yang ditentukan pihaknya meskipun angkanya tidak signifikan.
"Dari 400 ribu kilo kiter (Kl) menjadi 300 ribuan Kl. Kalau angka tanya Pak Wamen. Perkiraan saya akan lebih. Sampai Juni itu sudah sampai 21,7 juta Kl. Kalau 40 juta Kl kan harusnya sampai 20 juta Kl setengah tahun. Biasanya semester 2 lebih banyak konsumsinya daripada semester 1. Kalau misalnya dikalikan saja itu 43-44 juta Kl, penghematan tidak akan memenuhi kuota," papar Jero.
Konsumsi penggunaan BBM jenis premium yang diperkirakan melebihi kuota tersebut, menurut Jero, dikarenakan pengawasan penggunaan premium masih belum maksimal. Pasalnya pemasangan stiker yang sedianya dapat memudahkan dalam hal pengawasan penggunaan premium, juga baru berjalan sebagian saja.
"Pembagian stiker juga belum merata mendapat stiker. Tetapai ini baru 3 hari ya, nanti ditegur-tegur. Tetapi yang sengaja membandel itu sudah tidak ada, jadi ada kesadaran memang ada Kepmennya," ungkap Jero.
"Tanggal 7 ada kujungan ke Presiden mengenai energi. Di sana akan saya laporkan bagaimana hasil penghematan BBM, listrik dan air," terang Jero saat ditemui di kantor kementrian ESDM, Jumat 3 Agustus 2012.
Dalam pertemuan tersebut, rencananya Jero akan melaporkan pencapaian target program penghematan energi yang tengah digalakkan kementeriannya.
Salah satu pokok bahasan utama yang akan disampaikan adalah penurunan jumlah konsumsi BBM premium. Dirinya bahkan menjamin, dengan upaya penghematan tersebut, cadangan premium Indonesia akan betahan namun tetap akan melebihi kuota yang ditentukan pihaknya meskipun angkanya tidak signifikan.
"Dari 400 ribu kilo kiter (Kl) menjadi 300 ribuan Kl. Kalau angka tanya Pak Wamen. Perkiraan saya akan lebih. Sampai Juni itu sudah sampai 21,7 juta Kl. Kalau 40 juta Kl kan harusnya sampai 20 juta Kl setengah tahun. Biasanya semester 2 lebih banyak konsumsinya daripada semester 1. Kalau misalnya dikalikan saja itu 43-44 juta Kl, penghematan tidak akan memenuhi kuota," papar Jero.
Konsumsi penggunaan BBM jenis premium yang diperkirakan melebihi kuota tersebut, menurut Jero, dikarenakan pengawasan penggunaan premium masih belum maksimal. Pasalnya pemasangan stiker yang sedianya dapat memudahkan dalam hal pengawasan penggunaan premium, juga baru berjalan sebagian saja.
"Pembagian stiker juga belum merata mendapat stiker. Tetapai ini baru 3 hari ya, nanti ditegur-tegur. Tetapi yang sengaja membandel itu sudah tidak ada, jadi ada kesadaran memang ada Kepmennya," ungkap Jero.
(gpr)
Lihat Juga :