PLN pastikan impor listrik dari Malaysia
Selasa, 07 Agustus 2012 - 13:37 WIB
PLN pastikan impor listrik dari Malaysia
A
A
A
Sindonews.com - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) menunjukkan keseriusannya untuk membeli listrik dari Malaysia. Rencananya, September mendatang kontrak pembelian listrik akan ditandangani perusahaan pelat merah tersebut.
"Iya, kita akan impor dari Serawak ke Kalimantan Barat," kata Direktur Utama PLN, Nur Pamudji kepada wartawan, Selasa (7/8/2012).
Terkait harga, dia masih enggan menuturkan infromasinya, namun dia memastikan pembelian listrik akan dilakukan sebesar 50 megawatt. Akan tetapi kisarannya akan berada pada sembilan sen dolar AS per kilo watt hour (KWh).
"Jaringan untuk ke Malaysia, sudah dibuat dengan dana dari Asian Developing Bank (ADB) dan baru akan ground breaking," tambahnya.
PLN membeli listrik dari Malaysia dengan kontrak selama lima tahun. Kelebihan listrik di Serawak ditambah beban puncak yang berbeda memungkinkan PLN membeli untuk Kalbar.
Nur Pamudji menilai, langkah ini efektif untuk menekan biaya produksi yang terlampau tinggi akibat penggunaan bahan bakar minyak (BBM). Dibanding harga listrik Malaysia yang hanya 9 sen dolar AS per KWh, harga beli BBM mencapai 30 sen dolar AS per KWh.
Tapi sebelumnya, Nur Pamudji juga menyampaikan PLN akan melakukan ekspor listrik ke Semenajung Malaysia sebesar 600 Mega watt (MW) pada 2016.
Nur Pamudji mengatakan, rencana tersebut masih dalam tahap renegosiasi harga. "Ekspor ke Semenanjung Malaysia masih dalam tahap negosiasi harga," ujarnya.
Untuk harga jual listriknya, Pamudji menjelaskan, PLN akan memberikan harga jual di atas harga jual listrik di Indonesia. "Yang jelas harganya lebih mahal, dan pastinya menguntungkan. Tidak boleh rugi untuk harga listrik yang akan dieskpor berkisar di antara 9 sen dolar AS per Kwh," jelas Pamudji.
"Iya, kita akan impor dari Serawak ke Kalimantan Barat," kata Direktur Utama PLN, Nur Pamudji kepada wartawan, Selasa (7/8/2012).
Terkait harga, dia masih enggan menuturkan infromasinya, namun dia memastikan pembelian listrik akan dilakukan sebesar 50 megawatt. Akan tetapi kisarannya akan berada pada sembilan sen dolar AS per kilo watt hour (KWh).
"Jaringan untuk ke Malaysia, sudah dibuat dengan dana dari Asian Developing Bank (ADB) dan baru akan ground breaking," tambahnya.
PLN membeli listrik dari Malaysia dengan kontrak selama lima tahun. Kelebihan listrik di Serawak ditambah beban puncak yang berbeda memungkinkan PLN membeli untuk Kalbar.
Nur Pamudji menilai, langkah ini efektif untuk menekan biaya produksi yang terlampau tinggi akibat penggunaan bahan bakar minyak (BBM). Dibanding harga listrik Malaysia yang hanya 9 sen dolar AS per KWh, harga beli BBM mencapai 30 sen dolar AS per KWh.
Tapi sebelumnya, Nur Pamudji juga menyampaikan PLN akan melakukan ekspor listrik ke Semenajung Malaysia sebesar 600 Mega watt (MW) pada 2016.
Nur Pamudji mengatakan, rencana tersebut masih dalam tahap renegosiasi harga. "Ekspor ke Semenanjung Malaysia masih dalam tahap negosiasi harga," ujarnya.
Untuk harga jual listriknya, Pamudji menjelaskan, PLN akan memberikan harga jual di atas harga jual listrik di Indonesia. "Yang jelas harganya lebih mahal, dan pastinya menguntungkan. Tidak boleh rugi untuk harga listrik yang akan dieskpor berkisar di antara 9 sen dolar AS per Kwh," jelas Pamudji.
(gpr)
Lihat Juga :