Turun 22 poin, IHSG kembali terlempar dari 4.100
Selasa, 07 Agustus 2012 - 16:31 WIB
Turun 22 poin, IHSG kembali terlempar dari 4.100
A
A
A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya rontok di penutupan perdagangan hari ini. Aksi profit taking begitu kental meski sentimen global hari ini tidaklah negatif. Dengan demikian, indeks kembali terlempar dari level psikologis 4.100.
IHSG, Selasa (7/8/2012) sore ditutup melemah 22,59 poin ke 4.082,91. Indeks LQ45 turun 4,48 poin ke 6.999,27 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 4,4 poin ke 567,80. Hampir semua sektor penopang indeks kompak di jalur negatif. Penurunan terbesar terjadi di sektor konsumsi yang turun 18,6 poin, disusul sektor pertambangan yang turun 13,53 poin.
Sebanyak 167 saham bergerak melemah, dan hanya 92 saham yang berhasil menguat. Sedangkan 98 saham terpantau bergerak stagnan. Volume perdagangan sebesar 3,545 miliar lembar saham dengan nilai Rp2,827 triliun. Investor asing sebenarnya masih menunjukkan langkah positif dengan angka net buying sebesar Rp127,619 miliar.
Sementara itu, bursa regional masih diselimuti kepercayaan diri. Hanya saja indeks Strait Times ikut terkoreksi 2,42 poin ke 3.069,32. Sedangkan indeks Nikkei 225 naik 77,02 poin ke 8.803,31 dan indeks Hang Seng naik 73,83 poin ke 20.072,55.
Bursa Eropa pun bergerak dua arah diawal perdagangannya. Indeks FTSE100 turun 11,63 poin ke 5.797,14, namun indeks DAX naik 24,28 poin ke 6.943, dan indeks CAC 40 naik 14,78 poin ke 3.415,49.
Berikut ini saham-saham yang bergerak menguat (top gainers) diantaranya PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) naik Rp4.500 ke Rp195.000, PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk (SQBI) naik Rp3.000 ke Rp240.000, PT Multi Sejahtera Indonesia Tbk (LPIN) naik Rp375 ke Rp4.250.
Sedangkan saham-saham yang bergerak melemah (top lossers) diantaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp750 ke Rp50.650, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) turun Rp600 ke Rp21.400 dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) turun Rp600 ke Rp24.000.
IHSG, Selasa (7/8/2012) sore ditutup melemah 22,59 poin ke 4.082,91. Indeks LQ45 turun 4,48 poin ke 6.999,27 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 4,4 poin ke 567,80. Hampir semua sektor penopang indeks kompak di jalur negatif. Penurunan terbesar terjadi di sektor konsumsi yang turun 18,6 poin, disusul sektor pertambangan yang turun 13,53 poin.
Sebanyak 167 saham bergerak melemah, dan hanya 92 saham yang berhasil menguat. Sedangkan 98 saham terpantau bergerak stagnan. Volume perdagangan sebesar 3,545 miliar lembar saham dengan nilai Rp2,827 triliun. Investor asing sebenarnya masih menunjukkan langkah positif dengan angka net buying sebesar Rp127,619 miliar.
Sementara itu, bursa regional masih diselimuti kepercayaan diri. Hanya saja indeks Strait Times ikut terkoreksi 2,42 poin ke 3.069,32. Sedangkan indeks Nikkei 225 naik 77,02 poin ke 8.803,31 dan indeks Hang Seng naik 73,83 poin ke 20.072,55.
Bursa Eropa pun bergerak dua arah diawal perdagangannya. Indeks FTSE100 turun 11,63 poin ke 5.797,14, namun indeks DAX naik 24,28 poin ke 6.943, dan indeks CAC 40 naik 14,78 poin ke 3.415,49.
Berikut ini saham-saham yang bergerak menguat (top gainers) diantaranya PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) naik Rp4.500 ke Rp195.000, PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk (SQBI) naik Rp3.000 ke Rp240.000, PT Multi Sejahtera Indonesia Tbk (LPIN) naik Rp375 ke Rp4.250.
Sedangkan saham-saham yang bergerak melemah (top lossers) diantaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp750 ke Rp50.650, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) turun Rp600 ke Rp21.400 dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) turun Rp600 ke Rp24.000.
(and)
Lihat Juga :