Pemerintah lirik APBN untuk bangun kilang

Selasa, 07 Agustus 2012 - 17:30 WIB
Pemerintah lirik APBN...
Pemerintah lirik APBN untuk bangun kilang
A A A
Sindonews.com - Pemerintah rencananya akan mengalokasikan dana yang bersumber dari APBN 2013 untuk studi kelayakan pembangunan kilang pengolahan bahan bakar minyak berkapasitas 300.000 barel per hari.

Dirjen Migas Kementerian ESDM, Evita Legowo mengatakan, pihaknya akan meminta persetujuan DPR untuk pengalokasian dana APBN tersebut. "Kami harapkan DPR setuju," ujarnya seusai Rapat Kabinet Terbatas di Gedung Pertamina, Jakarta, Selasa (7/8/2012).

Menurutnya, dana APBN 2013 tersebut akan digunakan untuk studi kelayakan proyek kilang yang akan dibangun sendiri oleh pemerintah. Dirinya memperkirakan, kebutuhan dana studi kelayakan kilang pemerintah tersebut maksimal sebesar Rp1 triliun.

Evita menambahkan, proyek kilang tersebut bersifat tahun jamak atau memakai dana APBN hingga operasi yang ditargetkan pada 2019. Kebutuhan dana pembangunan kilang dan sekaligus petrokimia, katanya, diperkirakan mencapai Rp90 triliun.

Pembangunan kilang oleh pemerintah tersebut, menurutnya akan paralel dengan rencana PT Pertamina (Persero) membangun dua kilang baru bekerja sama dengan Saudi Aramco dan Kuwait Petroleum berkapasitas masing-masing 300.000 barel per hari.

"Jadi, kami rencanakan membangun tiga kilang dengan total kapasitas 900.000 barel per hari untuk memenuhi kebutuhan BBM nasional," jelasnya.

Untuk lokasi ketiga kilang itu, menurut Evita, tengah dipertimbangkan di Sumatera, Jatim, dan Kalimantan. Pertimbangannya, lokasi kilang antara lain ketersediaan tanah minimal 500 ha yang sudah tidak bermasalah dan kemudahan akses bahan baku dan produk masuk serta keluar.

Dirinya memastikan, setelah proyek selesai, kilang akan dioperasikan Pertamina.

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) mengatakan bila banyak mitra (partner) yang ingin bekerja sama untuk membangun kilang dengan perusahaan minyak dan gas (migas) pelat merah ini.

"Banyak partner mau gabung dengan Pertamina untuk bangun kilang," kata Direktur Pengolahan Pertamina Chrisna Damayanto, beberapa waktu lalu.

Kelebihan yang dilontarkan pihak Pertamina tersebut bukan tanpa alasan. Menurut Chrisna, Pertamina sudah siap dalam menyediakan kebutuhan dari para investor yang berminat terhadap kilang tersebut.

"Investor melihat nama Pertamina, ada jaminan karena Pertamina. Karena Pertamina sebagai 'penguasa' dan distribusi market Pertamina kuat di Indonesia," ujarnya.

Maka dari itu, lanjutnya, ada tiga hal yang menjadi kelebihan Pertamina. Pertama potensi market. Kedua, Pertamina mempunyai enam kilang minyak. Ketiga, Pertamina mempunyai teknologi untuk membuat katalis.

"Jadi ada SK Energi, Mistusi, Hitaci, dan British Petroleum, silakan saja kalau mau berinvestasi," pungkasnya.

Sekadar informasi, saat ini Pertamina fokus terhadap tiga kilang, namun yang sedang difokuskan ada dua kilang yakni Kilang Balongan dan Kilang Tuban. Adapun investasi untuk kilang tersebut untuk per 100 ribu barel sekira USD2 miliar-USD3 miliar.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Petani Mendapat Sosialisasi...
Petani Mendapat Sosialisasi Keamanan Seiring Gas JTB Mulai Dialirkan
Pertamina Mulai Berlakukan...
Pertamina Mulai Berlakukan Transaksi Non Tunai
Penjualan Kondensat...
Penjualan Kondensat Pertamina EP Subang Field
Pertamina EP Donggi...
Pertamina EP Donggi Matindok Field Dorong Perekonomian Kelompok Wanita Banggai
PEP Prabumulih Field...
PEP Prabumulih Field Dukung Gerakan Ketahanan Pangan
Restrukturisasi Pertamina...
Restrukturisasi Pertamina Ditegaskan Sesuai Buku Putih dan Roadmap BUMN
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
8 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
8 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
8 jam yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
9 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
9 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
9 jam yang lalu
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved